
"Kenapa menyentuh perutku mas? Perutku tidak sakit."
Husna mengatakan itu dengan senyum manis menghiasi wajah nya. Dia segera menggenggam tangan sang suami dan mengelus nya lembut.
"Aku hanya kelelahan saja mas. Perutku tidak kenapa-kenapa." ulang Husna menenangkan sang suami yang hanya menatap nya diam.
Azzam yang mendengar ucapan sang istri segera menggeleng, "Maaf!" ucap Azzam.
Husna menggelengkan kepala nya tapi terhenti begitu mendengar lanjutan ucapan sang suami, "Maafkan mas yang terlambat menyadari bahwa kau saat ini sedang mengandung sayang." lanjut Azzam yang kini membuat Husna terkejut mendengar ucapan suami nya itu.
"Ma-mas a-apa maksud ucapanmu? A-aku kenapa?" tanya Husna dengan senyum penuh kebahagiaan menghiasi wajah nya yang pucat.
__ADS_1
Azzam mengangguk berulang kali dan segera menggenggam tangan istri nya itu. Azzam mengecup nya.
"Mas! Sungguh? Aku hamil? Dia ada di rahimku?" tanya Husna berlinang air mata karena saking bahagia nya.
Husna melepas genggaman suami nya dan segera mengekus perut nya yang masih rata.
Azzam yang melihat itu pun tersenyum lalu dia ikut mengelus perut istri nya itu.
Husna menggeleng lalu menghapus air mata sang suami yang sempat menetes.
"Aku tidak menyalahkanmu, mas. Kau tidak perlu meminta maaf. Kita melakukan nya karena kita saling menginginkan nya. Aku juga menyukai nya. Aku justru yang bersalah karena terlambat menyadari nya. Aku yang tidak memiliki pengalaman hingga tidak sadar bahwa sudah mengandung dan hanya menganggap keterlambatan tamu bulananku itu adalah hal wajar. Maaf, mas." ucap Husna kembali mengelus perut nya.
__ADS_1
Sungguh, dia sangat bahagia mendengar kabar kehamilan nya ini. Rasa lelah dan lemah yang di rasakan oleh tubuh nya seolah hilang seketika begitu mendengar bahwa kini di rahim nya sedang berkembang kehidupan buah cinta nya bersama sang suami. Suami yang sangat dia cintai dan juga mencintai nya. Suami idaman nya sejak kecil. Jadi kabar bahagia ini sungguh sebuah hadiah kelulusan nya yang tidak ternilai harga nya. Dia sadar bahwa usia nya masih sangat muda untuk hamil tapi dia pasti akan menjalani ini dengan bahagia terlebih ada suami yang mendukung nya.
"Sayang, jangan katakan itu. Kita sama-sama bersalah karena terlambat mengetahui keberadaan nya. Kita akan jadikan kejadian ini sebagai pengalaman ke depan nya." ucap Azzam yang mendapat anggukan setuju oleh Husna.
Husna segera mendekati sang suami lalu melabuhkan kecupan di kening, pipi dan bibir sang suami.
"Terima kasih sudah memberiku hadiah sebesar ini di rahimku, mas. Aku akan menjaga nya dengan baik." ucap Husna.
Azzam yang mendengar ucapan sang istri segera memeluk Husna, "Aku yang seharus nya mengucapkan itu sayang. Kau mengambil kata-kata yang seharus nya aku katakan. Terima kasih sudah bersedia menjadi tempat penitipan benihku. Ahh itu terdengar memalukan tapi memang itu kebenaran nya. Kau masih terlalu muda tapi sudah akan di repotkan dengan mengurus anak." ucap Azzam.
Jujur saja hal ini yang dia khawatirkan sejak mengetahui kehamilan sang istri.
__ADS_1
"Aku tidak keberatan, mas!"