
Kini Husna dan Azzam baru saja terbangun begitu adzan ashar berkumandang. Mereka pun mengerjabkan mata mereka dan menyesuaikan dengan cahaya yang masuk.
Husna segera bangun lebih dulu dan menuju kamar mandi dengan membawa batrobe milik nya. Dia ingin mandi sebelum melakukan sholat. Azzam pun hanya bersandar di ranjang dulu lalu dia turun dan merapikan ranjang itu dan segera keluar kamar untuk mandi di kamar sebelah.
Tidak Azzam kembali dengan rambut basah nya dan dia pun segera menuju walk ini closet mini milik nya itu dan segera mengambil pakaian di sana.
“Apa dia belum selesai mandi?” tanya Azzam dan memastikan bahwa istri nya itu masih di kamar mandi. Terdengar suara gemericik air yang membuktikan bahwa istri nya itu memang sedang mandi.
“Untung saja aku sudah mandi di kamar sebelah.” Ucap Azzam lalu segera mengganti pakaian nya.
Sekitar lima menit kemudian, akhir nya Husna keluar dari kamar mandi dengan batrobe di tubuh nya saja. Azzam yang melihat itu terdiam.
“Mas, jangan menatap Husna seperti itu.” ucap Husna lalu segera menuju walk in closet untuk berganti pakaian.
“Yaa Allah dia sangat cantik, menggemaskan dan sexy.” Ucap Azzam lalu kemudian menggelengkan kepala nya itu saat pemikiran kotor melayang di otak nya itu.
Tidak lama Husna pun keluar dari walk in closet sudah dengan pakaian panjang nya itu tapi tanpa hijab.
“Cantik banget sih istri mas ini.” puji Azzam.
Husna pun tersenyum, “Sudah aah jangan menggoda Husna. Lebih baik sekarang kita segera melaksanakan sholat.” Ucap Husna.
Azzam pun mengangguk lalu mereka pun segera melaksanakan sholat bersama.
***
Singkat cerita, tidak terasa kini sudah malam dan mereka baru saja makan malam bersama. Setelah makan malam mereka pun segera melaksanakan sholat isya berjamaah. Untuk kali ini Husna yang membaca Al-Qur’an.
Mereka yang memang belum mengantuk karena pengaruh tadi tidur siang pun memilih ke balkon yang ada di kamar itu.
Mereka menikmati pemandangan malam di balik balkon itu. Husna menyandarkan kepala nya di bahu suami nya itu dengan manja.
“Mas, lihat lah bintang nya sangat cantik.” tunjuk Husna kepada bintang yang bersinar terang di atas langit malam itu.
“Hum, benar cantik.” ucap Azzam hanya menatap istri nya itu yang tersenyum senang menatap bintang.
“Tentu saja cantik karena dia bintang yang paling terang di antara yang lain. Tapi mas--” ucap Husna memandang suami nya itu dan mata mereka beradu satu sama lain. Husna bisa melihat tatapan sayu suami nya itu.
“Azarine--” ucap Azzam.
Husna pun tersenyum lalu dia mendekatkan wajah nya pada suami nya itu dan menempelkan bibir mereka sekilas. Dia tahu apa yang di inginkan oleh suami nya itu.
Azzam pun terkejut dengan apa yang di lakukan istri nya itu dan baru sadar saat Husna menjauh dari wajah nya. Azzam segera menahan tengkuk istri nya itu dan dia pun segera mengecup bibir istri nya dengan lembut.
Awal nya lembut lalu semakin naik dan bertambah naik menjadi ciuman yang panas. Awal nya adalah kecupan lembut tapi perlahan-lahan berubah menjadi ******* yang menuntut dan berakhir menjadi ciuman yang panas dan membara. Husna pun membalas ciuman suami nya itu sebisa nya saja. Walaupun mereka sudah bisa di katakan sering berciuman satu sama lain sejak ciuman pertama mereka itu tapi tetap saja Husna masih saja kaku dan belum mahir. Tapi Azzam tidak mempermasalahkan hal itu. Dia memang ingin menyenangkan istri nya itu dengan pelayanan yang dia berikan.
“Aku mencintaimu sayang.” ucap Azzam setelah melepas tautan bibir mereka itu.
Husna pun tersenyum menatap manik mata suami nya yang dia tahu sedang menahan gairah nya.
Azzam segera berdiri dan segera mengangkat tubuh istri nya itu dalam gendongan nya. Dia membawa Husna menuju ranjang dan meletakkan istri nya itu dengan perlahan ke ranjang.
Setelah itu meletakkan Husna, Azzam pun segera berbalik tapi Husna menahan tangan suami nya itu, “Mau kemana mas?” tanya Husna.
“Mas mau ke kamar mandi sebentar sayang.” jawab Azzam.
“Untuk apa ke kamar mandi?” tanya Husna.
“Itu--” ucap Azzam terhenti tidak tahu harus menjelaskan apa kepada suami nya itu.
__ADS_1
“Aku di sini. Tapi kenapa mas ingin ke kamar mandi. Lakukan mas. Aku siap untukmu. Jangan ke kamar mandi.” Ucap Husna.
Azzam yang mendengar ucapan istri nya itu pun tersenyum, “Kau yakin sayang?” tanya Azzam bertanya untuk memastikan apa yang dia dengar dan dia pikirkan itu tidak salah.
Husna pun mengangguk dengan sangat yakin, “Sangat yakin suamiku. Ayo lakukan. Mari sempurnakan pernikahan kita.” Ucap Husna.
Azzam pun terharu dengan jawaban istri nya itu, “Terima kasih. Mas akan melakukan nya dan tidak akan berhenti sayang.” ucap Azzam lalu langsung menindih tubuh istri nya itu.
Husna pun tersenyum dan menyambut ciuman suami nya itu dengan lembut. Dia sudah rela dan ikhlas untuk menyempurnakan pernikahan mereka itu. Dia ingin pernikahan yang utuh dan tentu saja untuk ini dia pun harus melakukannya. Suami nya itu memiliki hak atas diri nya.
Azzam memperlakukan Husna itu dengan lembut dan penuh kasih sayang. Dia tahu ini pertama untuk istri nya itu dan tentu saja pertama juga untuk nya. Semoga saja pengalaman pertama mereka ini akan berkesan untuk kedua nya.
Setelah melakukan berbagai pendakian dan pemanasan akhir nya kedua nya pun saling menyatu satu sama lain. Husna meneteskan air mata nya karena perih tapi dia senang karena akhirnya memberikan apa yang dia jaga itu untuk suaminya. Dia sangat bahagia untuk itu.
Pada akhirnya malam itu menjadi malam milik keduanya. Mereka menyempurnakan pernikahan mereka.
***
Singkat cerita, kini sudah pukul tiga dini hari. Azzam terbangun lebih dulu dan menatap istri nya itu yang sangat cantik dan dalam dalam tidur nya, “Terima kasih sayang.” ucap Azzam lalu mengecup bibir istri nya itu yang sudah menjadi candu untuk nya.
Husna pun terbangun dan menatap suami nya itu dengan tatapan malu-malu. Tentu saja dia ingat apa yang sudah mereka lakukan semalam. Mereka semalam sudah saling menyatu satu sama lain. Pernikahan mereka sudah sempurna, “Apa yang kamu pikirkan sayang?” tanya Azzam menatap istri nya itu lembut.
Husna pun tersenyum lalu mengalungkan tangan nya itu di leher sang suami dan mengecup pipi suami nya itu, “Terima kasih sudah memperlakukan aku dengan lembut mas.” Ucap Husna.
“Azarine!” ucap Azzam lalu mengecup bibir istri nya itu kembali.
“Mas, ayo kita bersuci.” Ucap Husna.
Azzam pun mengangguk lalu dia segera turun dari ranjang. Dia sudah memakai celana pendek nya lalu segera menyingkap selimut yang menutupi tubuh istri nya itu yang di balut oleh kemeja nya saja. Sungguh terlihat sangat seksi di mata nya.
“Biar mas gendong yaa. Mas tahu pasti sakit dan perih kan.” Ucap Azzam lalu segera menggendong istri nya itu ke kamar mandi.
Azzam segera menurunkan istri nya itu di bathup yang ada di sana lalu segera mengatur air menjadi hangat dan dia tambah dengan aroma terapi.
“Kamu mandi di sini yaa sayang. Mas di sana saja. Mas takut tidak bisa mengendalikan diri jika ikut bergabung mandi denganmu sedangkan kamu masih kesakitan.” Ucap Azzam lembut lalu mengecup puncak kepala istri nya itu.
Husna pun hanya tersenyum saja dan menikmati berendam di dalam bathup milik suami nya itu. Sementara Azzam segera membersihkan diri nya dengan shower.
***
Singkat cerita, kini mereka baru saja selesai melaksanakan sholat subuh berjamaah. Azzam dan Husna sudah tidak sempat melaksanakan sholat malam karena tidak keburu.
Husna mencoba berdiri dan melangkah yang sebenar nya masih menyisakan perih itu tapi dia mencoba terlihat biasa saja, “Apa masih perih?” tanya Azzam.
“Mas sudah menanyakan itu berulang kali. Sudah gak apa-apa mas.” Ucap Husna.
Azzam pun tersenyum, “Maaf ya sayang. Gara-gara mas kamu begini.” Ucap Azzam.
“Ck, untuk apa minta maaf mas. Ini normal kok untuk pasangan yang baru pertama kali melakukan nya. Jadi jangan menanyakan nya lagi. Aku malu mas.” Ucap Husna jujur.
Azzam pun tersenyum lalu memeluk istri nya itu, “Hum, baiklah. Ohiya hari ini gak usah memasak dulu. Mas sudah memesan makanan di restoran yang sudah buka untuk sarapan kita.” Ucap Azzam.
Husna pun tersenyum dan mengangguk saja, “Baiklah. Terserah mas saja.” ucap Husna menurut.
“Mas, aku mau tidur sebentar dulu yaa.” Ucap Husna sambil menguap.
Azzam pun mengangguk, “Baiklah, ayo sana tidurlah.” Ucap Azzam mengusap kepala istri nya itu.
Husna pun segera menuju ranjang yang seprai nya sudah di ganti karena seprai sebelum nya ada noda darah. Dia pun berbaring dan tidak lama terlelap dalam tidur nya. Seperti nya dia benar mengantuk dan kelelahan.
__ADS_1
Azzam pun hanya tersenyum melihat istri nya itu yang sudah terlelap di dalam tidur nya.
“Aku tidak menyangka hubungan pernikahan kita akan berkembang secepat ini. Terima kasih istriku sudah ikhlas memberiku nafkah batin. Kita saling menyatu satu sama lain semalam. Itu pengalaman yang tidak akan mungkin aku lupakan.” Ucap Azzam lalu mengecup kening istri nya itu sebelum dia turun ke lantai bawah. Azzam juga menyelimuti istri nya itu.
“Sangat cantik dan tenang saat tidur.” Ucap Azzam.
***
“Abang? Mana kakak ipar?” tanya Zahra begitu melihat abang nya itu turun.
“Kakak iparmu masih senang tidur. Dia sedang istirahat. Kakak iparmu itu kelelahan. Jadi belum bisa memasak untuk pagi ini. Abang sudah meminta seseorang untuk mengantarkan sarapan untuk kita.” Jawab Azzm.
Zahra pun diam dan mengangguk saja tidak bertanya lebih lanjut lagi apa yang membuat kakak ipar nya itu kelelahan sehingga abis subuh masih tidur. Padahal selama di kediaman utama kakak ipar nya itu tidak pernah tidur lagi jika selesai sholat subuh. Sedikit tidak nya dia paham apa yang sudah terjadi antara abang dan kakak ipar nya itu. Jadi dia tidak ingin bertanya lagi dan hanya tersenyum saja.
“Yeay, ponakanku akan segera launching. Semoga saja kakak ipar segera hamil.” Batin Zahra senang.
“Ohiya dek. Jangan ganggu kakak iparmu yaa. Biarkan dia tidur dulu. Jika nanti ada orang yang mengantar sarapan maka kamu lebih baik makan lebih dulu jangan menunggu kami. Abang mau keluar sebentar.” Ucap Azzam kepada adik nya itu.
“Hm,, mengerti bang.” Jawab Zahra sambil berhormat.
Azzam pun tersenyum lalu dia segera pergi keluar dari kediaman.
“Abang aku melihat ada kebahagiaan di matamu itu dan juga terlihat segar. Seperti nya aku harus mengabari umi.” Ucap Zahra meraih ponsel nya dan menghubungi umi Balqis.
***
Singkat cerita, Husna baru bangun saat jam menunjukkan pukul sembilan. Dia pun segera menuju kamar mandi untuk mencuci muka sebentar lalu dia segera turun ke lantai bawah. Untung saja bagian bawah tubuh nya sudah lumayan tidak perih lagi.
Begitu Husna turun dia kaget melihat suasana rumah yang sunyi, “Di mana mas Azzam dan Zahra yaa.” Ucap Husna lalu tiba-tiba dia melihat siluet ada orang dari halaman belakang itu.
Husna pun segera menuju kesan dan dia tersenyum melihat suami nya itu yang senang menjemur seprai.
“Mas!” panggil Husna.
Azzam pun menoleh dan tersenyum menatap istri nya itu lalu dia segera mendekati istri nya dan mengecup kening Husna lembut.
“Kenapa mas yang mencuci nya sih? Kenapa gak bangunin aku?” tanya Husna.
“Hey, gak apa-apa sayang. Mencuci pakaian itu pekerjaan berat yang seharus nya mas juga turut andil untuk itu. Lagi pula seprai itu kotor karena perbuatan mas. Jadi mas bertanggung jawab untuk mencuci nya sendiri. Terus kamu juga masih tidur. Mas tidak tega membangunkanmu sayang.” ucap Azzam.
“Mas, di mana Zahra? Kok dia gak keliatan?” tanya Husna kepada suami nya itu.
“Zahra? Dia tadi setelah sarapan pamit ke kediaman utama. Kata nya umi meminta nya ke sana.” Jawab Azzam.
Husna pun mengangguk mengerti, “Ohiya, terus apa mas sudah sarapan?” tanya Husna.
Azzam menggeleng, “Kenapa belum sarapan?” tanya Husna lagi.
“Mas menunggumu bangun dan kita sarapan bersama sayang.” jawab Azzam.
“Ck, jawaban macam apa itu mas. Sudah ah ayo kita sarapan. Kenapa harus menungguku coba. Jika aku bangun nanti siang gimana? Masa mas juga makan nya nanti siang.” Ucap Husna sudah seperti menceramahi anak nya itu.
“Iya maaf sayang. Mas kan hanya ingin kita makan bersama.” Ucap Azzam.
Husna pun menghela nafas lembut lalu dia mengangguk, “Lain kali jangan lakukan itu lagi mas. Jika memang sudah lapar makan lah lebih dulu. Aku tidak masalah.” Ucap Husna begitu mereka di meja makan.
“Lihat lah makanan nya pun sudah dingin. Biar aku panaskan dulu.” Ucap Husna.
“Eehh gak usah sayang begini saja.” ucap Azzam.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun segera menikmati sarapan terlambat itu bersama dengan penuh suka cita.