My Secret Love

My Secret Love
About Ciuman part 2


__ADS_3

“Aku saja baru sekali berciuman dengan mantan kekasihku yang dulu. Namun, akhirnya aku diputusin gara-gara aku ketahuan selingkuh dengan adik kekasihku sendiri.” Sifa malah terkekeh.


“Ya, ampun! Kamu parah sekali, kenapa malah selingkuh dengan adik kekasih kamu sendiri?” Ara sampai tidak percaya.


“Habisnya, adik mantan kekasih aku itu juga sangat tampan dan menggoda, apalagi dia seperti artis korea yang aku sukai.”


“Hem! Kamu aja yang memang tidak bisa melihat cowok tampan sedikit,” celetuk Tania, dan mereka semua tertawa bersama.


Ara tidak lama melihat Dean dan teman-teman lainnya berjalan menuju kantin kampus dan duduk tidak jauh dari tempatnya. Ara fokus melihat ke arah Dean yang duduk dengan wajah datarnya, sedangkan teman-teman Dean lainnya asik bercanda.


“Apa aku tanyakan sama dia apa dia Dean teman masa kecilku waktu itu?” ucap Ara lirih.


“Ra! Kamu melamun apa sih?” tanya Marta membuat Ara kaget.


“Aku tidak melamun apa-apa.” Ara langsung mengambil minumannya dan menghabiskannya dengan cepat.


“Dia pasti melamun kapan dia memiliki pengalaman berciuman dengan kekasihnya,” celetuk Sifa sambil terkekeh.


Ketiga temannya melihat pada Ara. “Kamu belum pernah berpacaran sama sekali ya, Ra?” tanya Tania. Ara menggelengkan kepalanya


perlahan. “Wah! Kalau begitu hanya kamu saja dari kita berempat yang belum pernah berpacaran,” lanjut Tania.


“Memangnya kamu sudah pernah berpacaran, Tania?”


“Tentu saja, aku sampai sekarang memiliki kekasih,” jawab Tania santai. Sekarang ketiga teman Tania melongo dan melihat tidak percaya pada Tania.


“Tania, kamu serius?” Marta sampai tidak percaya dan memegang tangan Tania karena setahu mereka dari mereka berempat hanya Tania yang terlihat paling diam dan tidak bar-bar.


“Iya, aku sudah lama berpacaran sama dia, kita berpacaran hampir lima tahun.”


“Lima tahun? Lalu kenapa kamu tidak pernah mengenalkan pacar kamu sama kita? Kamu takut ya kalau kita merebut pacara kamu?”


“Bukan begitu, bagaimana cara mengenalkannya sama kalian?”


“Ya tinggal di kenalin saja, Tania. Bawa dia ke sini atau pada saat jalan-jalan kamu ajak dia lalu kenalkan dia sama kita,” tekan Marta


kesal dengan Tania yang kepolosan atau agak lemot ini.


“Kalian saja nanti yang aku ajak ke tempat dia kalau kalian ingin berkenalan sama dia.”


“Boleh saja,Pacar kamu itu juga sudah kami anggap sebagai sahabat kita juga. Kan, nanti biar tidak jadi salah paham kalau kita bertemu


dengan kekasih kamu di jalan, takutnya nanti aku tidak tau dia kekasih kamu aku malah naksir dia,” jelas Sifa.

__ADS_1


“Ahahaha! Dasar kamu.” Marta sampai menggelengkan kepalanya.


“Tunggu. Tania, sebenarnya kekasih kamu di mana?” tanya Ara dengan wajah curiga dan serius. Kedua temannya jadi melihat aneh pada Ara.


“Dia ada di makam Permai Land,” ucap Tania santai.


“Apa?” Ketiga temannya serentak kaget dengan ucapan Tania. Kemudian mereka bertiga saling melihat satu sama lain.  Expresi wajah mereka juga tampak mulai agak takut pada Tania.


“Kalian jangan takut begitu melihatku, kalian kan sudah aku anggap sebagai sahabat aku, jadi aku tidak mau menyembunyikan apa-apa dari kalian. Mungkin kedengarannya agak aneh, tapi itulah kenyataannya.”


“Kamu masih baik-baik saja, kan Tania?” tanya Marta memastikan.


“Aku baik, Marta, aku masih sehat, aku tidak sakit jiwa, hanya saja aku tidak bisa melupakan kekasih aku itu, kita berpacaran dari kelas


tiga SMP sampai akhirnya dia meninggalkan aku pergi untuk selamanya.”


“Kalau boleh tau dia meninggal kenapa?” tanya Ara.


“Dia meninggal karena penyakit kanker darah yang dia derita. Waktu dokter memberi vonis dia terkena penyakit itu, dia tidak mengatakannya sama aku, dia sangat baik dan mencintaiku.”


“Ya ampun!” Ara memeluk Tania.


“Makannya, aku tetap menganggapnya sebagai kekasihku sampai sekarang, hampir tiap hari aku mengunjungi makamnya dan menaruh bunga di sana, selalu bercerita dengannya, aku masih menganggap diriku dan dia sepasang


“Kamu tidak ada keinginan untuk move on gitu, Tan?” tanya Marta.


“Tidak ada dan tidak mau,” jawabnya santai sambil menyeruput jus jambunya.


“Kenapa? Kamu harus move on biar tidak keingat dia terus nantinya. Apa kamu tidak ingin memiliki kekasih nantinya dan akhirnya kalian bisa menikah dan berumah tangga?” tanya jelas Marta.


Tania melihat satu persatu temannya. Sepertinya ada sesuatu yang hendak dikatakan oleh tania, tapi dia masih ragu-ragu.


“Kamu itu ya kalau melihat kita seperti itu pasti ada hal mengejutkan lagi yang mau kamu katakan, jangan bikin kita takut, dunk!” ucap Ara sebal.


“Iya, tadi saja sudah bikin kita ngeri soal cerita cowok kamu,masak kita mau dikenalin sama cowok kamu yang sudah meninggal,” timpal Sifa.


“Memangnya masih ada pria yang mau


menerima gadis yang sudah tidak virgin lagi?” tanya Tania serius.


“Apa?” Lagi-lagi teman-teman Tania


dibuatnya terkejut dengan apa yang dikatakan olehnya.

__ADS_1


“Maksud kamu apa?” Ara benar-benar


tidak ngerti ini.


“Jadi kamu--!” Seru Marta dengan


suara agak keras. Dengan cepat Sifa membingkam mulut Marta.


“Iya, dan aku tidak menyesal sudah memberikannya pada pria yang sangat aku cintai sampai sekarang.”


“Cowok kamu yang meninggal itu?”


jelas Ara pelan. Dan Tania mengangguk, mereka bertiga langsung menutup mulutnya


dengan tangan.


“Kamu tidak hamil?”


“Tidak, aku kan bisa mengaturnya,


lagian kalau sampai nanti aku hamil, aku pasti akan menikah dengannya, kedua orang tua kita sudah saling mengenal dengan baik hanya tinggal kita siap menikah saja, tapi ternyata takdir berkata lain, dia sudah harus pergi


meninggalkanku untuk selamanya. Dan aku berjanji tidak akan mau mengenal pria lainnya, biarlah aku hidup dengan kenangan dia terus.”


Ketiga temannya sangat tidak menyangka


jika sahabat mereka yang terkenal sangat pendiam, dan polos ini ternyata memiliki kisah yang sangat menyedihkan dan menyimpan hal ini dengan begitu baik.


“Kenapa kamu baru bercerita tentang hal ini sama kita? Kitakan sudah kenal lama sama kamu.”


“Kalian tidak bertanya. Lagian hal ini juga tidak perlu aku ceritakan sebenarnya, hanya saja tadi kita bercerita tentang kisah cinta. Ya sudah! Aku cerita saja daripada nanti aku dianggap


gadis lugu yang tidak pernah memiliki kekasih,” ucapnya santai diiringin kekehan kecilnya.


“Dia malah tertawa begitu?” Sifa memutar bole matanya jengah.


Mereka berempat mengakhiri sesi curhat karena sudah saatnya mereka masuk kuliah. Saat mereka berjalan akan menuju kelas mereka. Tiba-tiba mereka dihadang Rio salah satu cowok yang kemarin mereka temui di mall.


“Hai, ladys! Kalian Minggu lusa ada acara tidak? Kalau tidak ada kita mau mengajak kalian menonton, dan kita yang traktir?”


“Kita belum tau bisa apa tidak, nanti saja aku kabari dulu. Permisi kita mau masuk kelas. Kalian tidak masuk kelas, sudah jamnya ini?”


“Iya, sebentar lagi. Jangan lupa nanti kabari kita, Ya?” teriak Rio, dan Marta hanya melambaikan tangan saja tidak menoleh.

__ADS_1


Ara dan Dean sekali lagi saling mencuri pandang. Ara masih saja penasaran apa Dean ini temannya waktu mereka kecil dulu? Tapi mau menanyakan dia juga ragu-ragu dan malu pastinya.


__ADS_2