
"Maaf!"
Andita melepas pelukan nya lalu dia menggeleng dan kembali memeluk Ratna erat, "Jangan mengatakan maaf lagi. Aku menyayangimu. Kenapa harus meminta maaf lagi. Aku sudah memaafkanmu. Aku akan marah jika kau mengatakan hal seperti itu lagi." ucap Andita.
Ratna pun tersenyum mendengar ucapan Andita itu. Dia sangat bersyukur karena bisa mendapatkan maaf semudah itu dari orang-orang yang pernah dia sakiti dan lukai fisik maupun mental mereka.
Ternyata kebaikan yang selama ini dia anggap remeh itu sudah dia rasakan manfaat nya. Dia pikir menjadi orang baik itu hanya akan di tindas saja. Tapi ternyata semua tergantung sudut pandang kita.
Pelukan Ratna dan Andita pun di lepas setelah beberapa lama. Kedua nya saling menghapus bekas air mata di pipi mereka.
Betty dan Husna sendiri yang melihat itu saling memandang dan terharu atas apa yang mereka lihat.
__ADS_1
"Hey ... Kalian sudah membuat Husna berkaca-kaca." Ucap Betty sambil menyembunyikan rasa terharu nya sendiri.
Jujur saja dia tidak menyukai situasi seperti ini. Dia tidak suka kesedihan. Untuk itu lah dia mencoba mengalihkan suasana nya.
Husna yang mendengar ucapan Betty pun bukan nya marah justru tertawa kecil karena dia tahu bahwa Betty sebenar nya ikut terharu hanya saja dia gengsi mengakui nya. Tidak masalah jika dia jadi kambing hitam nya.
Sementara Ratna dan Andita pun segera mendekati Husna dan memeluk nya erat.
"Hey ... Kenapa kalian mengabaikan ku? Kenapa tidak mengajakku? Aku juga ingin." ucap Betty yang kini mengusap mata nya karena tidak ingin ada air mata nya jatuh menetes. Air mata yang sudah dia tahan karena tidak menyangka akan berada di lingkungan pertemanan seerat ini.
Andita, Ratna dan Husna pun tersenyum dan segera memberikan tempat untuk Betty bergabung.
__ADS_1
Betty yang melihat itu pun memalingkan wajah nya ke arah lain. Gengsi.
"Ah aku tidak menyukai situasi ini." ujar Betty lalu segera bergabung dan memeluk ketiga teman nya itu.
Gilang yang melihat apa yang terjadi di hadapan nya itu pun tersenyum. Dia tidak menjaga akan menjadi saksi dari ketulusan pertemanan. Ini lah kekuatan keikhlasan dan maaf.
Percaya lah jika saja dia dulu egois dan tetap memaksakan diri. Mungkin saja dia tidak akan menjadi bagian dari ini. Dia dan Husna akan menjadi orang asing yang tidak saling mengenal.
Tidak dia pungkiri bahwa Husna memiliki tempat spesial di hati nya. Sebagai seseorang yang dia kagumi. Jika sebelum nya dia kagumi sebagai seorang pria kepada seorang wanita. Maka kini rasa kagum karena sebuah ketulusan.
Dia ingin bahagia. Dia ingin menjemput bahagia nya. Dan jalan bahagia itu bersama Andita. Wanita yang dia cintai karena ketulusan wanita itu kepada nya. Dia berjanji akan mencintai wanita itu selama nya. Akan memperlakukan nya dengan baik. Dia akan melawan apapun rintangan ke depan nya yang mungkin akan datang.
__ADS_1
Andita menoleh sekilas dan tersenyum memandang Gilang yang juga di balas Gilang dengan senyum.
"Senyum itu adalah bahagiaku. Aku akan memperjuangkan nya. Walaupun harus melawan prinsip keluarga yang kuno." Batin Gilang.