My Secret Love

My Secret Love
174


__ADS_3

Husna baru saja melakukan tranfusi nya dengan di temani oleh orang-orang yang dia kasihi dan dia sayangi. Kecuali keberadaan kedua orang tua nya yang sudah pulang karena permintaan sang suami. Dia memahami kenapa suami nya itu meminta kedua orang tua nya untuk balik terlebih dahulu.


Azzam sudah menjelaskan nya tadi pada nya tanpa dia minta. Suami nya itu memang the best ketika melakukan sesuatu. tak perlu dia ragukan lagi. Mereka memang sama-sama memiliki jiwa perfeksionis dalam diri. Bisa di katakan hampir semua sikap yang mereka miliki itu sama satu sama lain.


Mungkin bagi pasangan lain akan terasa membosankan apabila memiliki pasangan seperti Azzam yang nota bene nya memiliki kepribadian yang sama dengan nya. Namun tidak bagi Husna dan Azzam kedua nya justru menikmati kepribadian mereka yang hampir selalu sama itu. Kedua nya bisa berdiskusi mengenai banyak hal dan selalu nyambung.


Tidak lama Gilang dan Andita pun segera pamit pulang karena seperti nya Andita sudah mulai merasakan pusing. Gilang dengan sikap segera membawa kekasih nya itu pergi ke apartemen nya. Kenapa Gilang justru membawa Andita ke apartemen dan bukan nya pulang. Selain karena alasan bahwa apartement Gilang lebih dekat dari posisi mereka saat ini juga karena rahasia di mana Husna yang melakukan tranfusi darah dari kedua orang tua nya yang hanya tahu bahwa putri tunggal mereka itu hanya kelelahan saja karena terlalu memforsir diri nya untuk menyelesaikan skripsi.


Gilang sendiri pun tak mungkin berniat buruk pada kekasih nya itu walaupun kadang-kadang pemikiran dalam diri nya itu meronta-ronta menggoda nya. Tapi dia berjanji akan menjaga Andita sampai waktu nya tiba di mana kedua nya akan terikat dalam status pernikahan sang sah.


Kembali ke rumah sakit, Husna yang berbaring di ranjang nya tersenyum melihat sang suami yang menggenggam tangan nya erat seolah tak boleh lepas sedikit saja. Bahkan tangan nya itu sudah berkeringat karena terlalu lama di genggam oleh Azzam. Tapi Husna tidak akan protes sama sekali karena dia tahu apa yang di lakukan suami nya itu adalah bukti kasih sayang nya.


Husna tidak keberatan sama sekali di protektif oleh suami nya itu, apalagi jika kandungan nya itu akan semakin besar. Azzam sendiri sudah mengatakan nya bahwa dia akan menjadi suami yang posesif dan protektif. Dia tidak ingin lagi melihat istri nya terbaring di rumah sakit seperti ini karena Hb nya yang kurang.


Jujur saja walaupun Husna sudah mengatakan bahwa kondisi nya baik-baik saja tapi tetap saja ada sudut di hati nya yang merasa bersalah pada istri nya itu yang tidak mengingatkan untuk istirahat dan justru mengikuti apa yang di inginkan istri nya. Seperti aktivitas mereka pagi tadi.

__ADS_1


Itu adalah aktivitas yang menyenangkan untuk nya hingga dia pun tak mampu menolak. Apalagi jika istri nya sendiri yang sudah meminta nya. Bukan kah akan berdosa diri nya jika tidak memberikan nya.


“Mas!” panggil Husna lembut saat suami nya itu hanya diam saja dengan tetap menggenggam tangan nya.


Azzam pun segera menatap istri nya itu, “Ada apa? Apa kau butuh sesuatu? Apa kau ingin makan atau mungkin ingin buang air?” tanya Azzam beruntun.


Husna pun kembali tersenyum mendapatkan pertanyaan sebagai itu dari suami nya.


Dia menggeleng, “Aku baik-baik saja, mas. Tidak perlu khawatir lagi. Bukan kah aku sudah menerima transfusi yang pasti nya sebentar lagi Hb ku akan naik.” Ucap Husna.


“Aku hanya ingin di peluk.” Lanjut Husna.


“Aku juga ingin memelukmu sayang. Tapi saat ini kau sedang di ra--” Azzam menghentikan ucapan nya saat melihat sang istri yang menggeser tubuh nya menyisakan ruang untuk nya di ranjang pasien itu.


“Ayo temani aku mas. Tidur dan peluk aku.” Ucap Husna sambil menepuk sisi ranjang nya yang kosong meminta suami nya itu untuk berbaring di samping nya.

__ADS_1


Azzam yang melihat itu pun mengerang karena jujur saja dia takut kebablasan nanti, “Sayang, aku bukan tidak mau menemanimu tidur atau pun tidak ingin memelukmu. Tapi kau tahu sendi--”


“Jika itu yang mas khawatirkan. Aku janji tidak akan meminta nya sampai aku sembuh total dan kandunganku baik-baik saja. Jangan menyalahkan dirimu hanya karena aktivitas kita pagi tadi, mas. Aku sendiri yang menginginkan hal itu dan aku pun tidak merasa keberatan sama sekali. Aku tidak menyalahkanmu.” Potong Husna lalu menggenggam tangan suami nya yang tidak menggenggam nya sedari tadi.


Azzam yang mendengar penuturan sang istri pun terdiam dan mau tak mau dia pun akhirnya naik ke ranjang sang istri dan memeluk istri nya itu. Mana bisa dia menolak permintaan sang istri. Iman nya seolah menyusut jika berada di samping istri nya itu. Dia menjadi tidak memiliki kontrol diri padahal jika di luaran sana melihat wanita cantik atau pun seksi melebihi sang istri dia sama sekali tidak terpengaruh. Tapi kontrol diri nya itu seolah tidak berfungsi jika di hadapkan pada permintaan sang istri.


Husna pun tersenyum dalam pelukan suami nya yang terasa menenangkan untuk nya. Mungkin saja pengaruh hormon kehamilan nya yang tidak ingin jauh dari Azzam. Jujur saja Husna pun merasa bahwa dia menjadi lebih manja akhir-akhir ini pada suami nya itu. Tapi untuk saja Azzam tidak pernah mengeluh dan keberatan dengan apa yang dia lakukan.


“Mas, aku suka berada di pelukanmu.” Ucap Husna segera memutar tubuh nya agar menghadap sang suami.


Kini kedua nya saling bertatapan mata. Kedua nya bisa melihat cinta yang besar satu sama lain.


Cup


Kecupan lembuh mendarat di kening Husna lalu Azzam segera menenggelamkan tubuh istri nya itu dalam pelukan nya.

__ADS_1


“Tidurlah. Aku akan memelukmu sayang. Kau harus istirahat. Jangan menggodaku. Kau tahu bukan aku tidak punya kontrol diri jika di hadapkan denganmu. Aku bisa saja lupa bahwa saat ini kau tengah sakit dan butuh perawatan. Aku mohon jangan lakukan itu.” ucap Azzam lembut.


Husna pun tersenyum mendengar ucapan suami nya itu yang tidak pernah sekali pun membentak nya. Dia pun segera menurut dengan menutup mata nya untuk segera tidur dengan terus berada di pelukan sang suami.


__ADS_2