My Secret Love

My Secret Love
145


__ADS_3

"Kenapa pesan nya? Apa lucu?"


Husna memilih bertanya kepada suami nya itu dari pada membuka ponsel Azzam. Husna memang tidak suka hal seperti itu walaupun Azzam sendiri membebaskan hal itu untuk istri nya itu.


Azzam sendiri tersenyum mendengar jawaban yang di berikan oleh istri nya itu. Azzam kembali mengambil ponsel nya dan menunjukkan pesan Gentala, "Kamu bebas memeriksa ponsel mas, sayang. Tidak perlu seperti itu." ucap Azzam mengusap kepala istri nya itu dengan lembut.


"Aku tidak menyukai hal seperti itu, mas. Itu adalah privasimu." balas Husna.


"Itu privasi jika mas tidak mengizinkan nya. Tapi mas tidak keberatan sama sekali dengan hal itu. Mas justru senang karena kau memeriksa ponsel mas nanti. Mas merasa di perhatikan sayang." Ucap Azzam.


Husna yang mendengar ucapan suami nya itu seketika tersenyum dan memeluk pinggang Azzam yang memang sedang berdiri di hadapan nya.


"Apa aku kurang perhatian padamu, mas?" tanya Husna menatap suami nya itu lekat.


Azzam menggeleng lalu tersenyum, "Cukup sayang. Tapi tetap saja mas ingin manja padamu. Lagi pula kita sudah lama--"


Cup

__ADS_1


Husna segera berdiri dan mengecup bibir suami nya itu sekilas, "Salah sendiri tidak meminta nya." ucap Husna setelah mengecup bibir suami nya itu.


Azzam pun tersenyum dan segera mengecup kembali bibir istri nya, "Mas tahu kau sedang sibuk dengan persiapan ujianmu sayang. Mas hanya bercanda tadi." ucap Azzam.


"Maaf ya mas jika aku mengabaikan mu beberapa hari ini." ucap Husna merasa bersalah.


"Hey ... Tidak masalah sayang. Mas menyayangimu. Itu tidak terlalu kepepet. Bukan kah kita masih punya waktu lain." ucap Azzam menenangkan istri nya itu.


Husna yang mendengar ucapan suami nya itu pun kembali tersenyum. Azzam memang bisa menenangkan hati nya. Husna segera memeluk suami nya itu.


"Mas, aku ingin bertanya." ucap Husna setelah melepaskan pelukan mereka.


Azzam pun menatap istri nya itu menunggu pertanyaan yang akan dia ajukan.


"Mas, kenapa kau meminta Gentala mengantarkan Zahra padahal dia sudah bisa ikut kita." ucap Husna bingung.


Azzam pun terkekeh, "Aku lihat-lihat mereka memiliki masalah sayang. Aku hanya ingin mendekatkan mereka saja. Selain itu, hari ini bisa di katakan hari penting untuk Gentala. Kau pasti mengerti apa yang ku maksud sayang. Jadi please jangan pura-pura." ucap Azzam.

__ADS_1


Husna ikut terkekeh, "Aku hanya ingin memastikan saja suamiku sayang." ujar Husna tertawa.


"Seperti nya Zahra dan Gentala itu saling diam-diaman mas. Aku akan bicara pada nya nanti." lanjut Husna serius.


Azzam pun mengangguk, "Aku juga merasa seperti itu. Entah kesepakatan apa yang sudah mereka lakukan. Tapi aku yakin itu adalah keputusan terbaik." ucap Azzam.


"Ohiya, terima kasih ya sayang sudah perhatian pada adikku itu." lanjut Azzam.


"Dia juga adikku mas." protes Husna.


Azzam tersenyum, "Yah dia adik kita." jawab Azzam.


"Mas, lihat lah dulu apa yang sudah aku siapkan. Apa sudah seperti itu atau belum." ucap Husna menunjukkan laptop nya.


Azzam pun mengangguk dan segera mengambil alih laptop istri nya dan mulai memeriksa nya.


Azzam segera mengoreksi apa yang harus di perbaiki istri nya itu. Pada akhirnya mereka menyelesaikan dokumen skripsi Husna.

__ADS_1


__ADS_2