My Secret Love

My Secret Love
Tentang Tata


__ADS_3

Nala akhirnya mulai tertidur dengan lelap, Nala juga teringat dengan kata-kata daddynya Akira waktu itu. Dia yang sudah memejamkan


kedua matanya kembali membuka kedua matanya. “Akira, aku ingin mengatakan sesuatu sama kamu.”


“Mengatakan apa? Apa tidak bisa besok saja mengatakannya?”


“Sekarang saja, nanti aku lupa.”


“Ya sudah! Kamu katakan saja dan aku akan mendengarkan.”


“Tadi saat Tata ingin mendorongku, tiba-tiba daddy kamu datang dan dengan cepat menahan tangan Tata, kemudian aku mendengar daddy kamu mengatakan dengan marah pada Tata jika dia berani sekali ingin menyakiti cucu dari keluarga Danner.”


“Kamu serius mendengar daddyku mengatakan hal itu?” Nala mengangguk. “Apa kamu tidak salah dengar, Sayang?”


“Aku tidak salah dengar, walaupun aku kaget dengan kehadiran Tata, tapi aku masih sadar dan mendengar jelas apa yang dikatakan oleh daddy kamu, Akira.” Akira berpikir sejenak. “Apa itu berarti daddyku sudah mau mengakui kamu dan kehadiran cucunya di rahim kamu?”


Nala menggedikkan bahunya pelan. “Mungkin dia mengakui cucunya ini, tapi tidak denganku,” ucapnya lirih kemudian.


“Memangnya bisa cucunya lahir tanpa kehadiran kamu? Daddyku jika menginginkan cucunya juga harus menerima kamu. Sekarang kamu tidak perlu memikirkan hal itu, aku sudah tidak mau peduli jika daddyku tidak mau menerima kamu dan cucunya, masih ada aku di samping kamu. Kamu tidak akan kekurangan


atau merasa sendiri.”


Akira menyuruh Nala tidur dan dia mengusap-usap dahi Nala pelan. Nala terlelap dalam tidurnya. Selang beberapa menit kemudian bibi Anjani dan mommynya datang, mereka berdua tidak mau membangunkan Nala yang baru saja


tertidur.


“Akira, siapa orang yang sudah meneror, Nala?” tanya bibi Anjani penasaran.


“Dia Tata teman kerja Nala dulu waktu di cafe.”


“Tata? Lalu kenapa dia ingin menyakiti, Nala? Memangnya apa salah Nala dengannya?” Wajah Bibi Anjani heran.


“Aku juga masih belum tau kenapa dia ingin menyakiti Nala?”


“Akira, daddy kamu sedang mengurus wanita itu, dia ternyata juga sedang hamil besar seperti Nala. Dia kenapa bisa setega itu dengan Nala? Dia juga akan menjadi seorang ibu?”


“Kalau bertemu dia, aku akan memukul bahkan menjambak rambutnya sampai dia sadar jika apa yang dilakukan itu adalah hal yang salah.”


“Bi, Nala berpesan padaku jika dia tidak ingin Tata disakiti karena Nala tidak mau terjadi apa-apa dengan Tata dan bayi di dalam kandungannya.”

__ADS_1


“Nala memang wanita yang sangat baik, dia bahkan masih memikirkan dengan keadaan wanita itu.” Kei benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Nala.


Malam ini Nala di jaga oleh Akira di rumah sakit. Kei dan Bibi Anjani pulang ke rumah. Nala menjalani banyak pemeriksaan untuk memantau keadaan janinnya.


Keesokan harinya mereka seorang perawat membangunkan Nala dan akan membantu memandikannya agar dapat lebih segar dan bersih.


“Maaf, apa boleh aku saja yang membantu istriku mandi dan berganti baju?”


Perawat cantik itu melihat ke arah Akira dan akhirnya dia mengizinkan Akira yang membantu Nala untuk mandi. “Sayang, apa kamu tidak berangkat ke kantor saja?”


“Aku mengambil libur selama kamu di rawat di sini,” jawab Akira santai.


“Aku kan masih beberapa hari di rawat di sini. Apa kamu akan libur lama juga?”


“Tidak masalah, Nala. Aku pemilik perusahaan itu dan tidak akan terjadi apa-apa selama aku tidak masuk kantor. Kamu jangan memikirkan hal itu.”


Akira membawa Nala masuk ke dalam kamar mandi dan mulai membantu Nala membuka bajunya agar Nala bisa membersihkan dirinya. Akira dengan telaten membantu istrinya itu. Sekitar lima belas menit Nala sudah selesai dan Akira membantu Nala berganti baju.


Nala sarapan pagi dengan menu yang disediakan di rumah sakit. “Kamu makan apa, Sayang?” tanya Nala.


“Kamu jangan khawatir, aku nanti bisa makan di kantin setelah kamu selesai semua.”


“Selamat pagi, Nala,” sapa Kei dari balik pintu.


“Mommy Kei.”


“Bagaimana keadaan kamu sekarang?”


“Sudah lebih baik, Mom.”


“Syukurlah! Akira, mommy bawakan kamu makanan kesukaan kamu, sebaiknya kamu makan dulu. Mommy yang akan menjaga Nala.”


“Iya, kamu makan dulu, Sayang. Aku tidak mau kamu juga sakit.”


“Iya. Mom, aku kemarin menghubungi daddy, tapi tidak diangkat, aku ingin tau di mana Tata berada.”


“Daddy kamu bilang kalau sudah membereskan Tata. Kamu tenang saja.”


“Apa yang dilakukan tuan besar Addrian pada Tata, Mom?” tanya Nala cemas.

__ADS_1


“Kamu jangan cemas, daddy kamu tidak akan melakukan hal buruk walaupun dia ingin, tapi aku sudah bilang jika kamu berpesan agar tidak


menyakiti Tata dan bayinya.”


“Apa daddy juga sudah mengetahui kenapa Tata melakukan hal ini?” tanya Akira.


“Kata daddy kamu kemarin jika Tata melakukan hal ini karena Tata sakit hati dan marah karena Nala sudah mengambil orang yang paling di


cintainya, dan membuat pernikahan yang akan dia lakukan dengan kekasihnya menjadi batal dan berantakan.”


Nala mengkerutkan dahinya mendengar apa yang di katakan oleh ibu mertuanya. Akira juga tampak terkejut mendengarnya. “Nala,siapa kekasihnya yang kamu ambil?” celetuk Akira.


“Mana aku tau, aku sudah jelaskan jika tidak pernah memiliki hubungan dengan siapapun selain kamu, bahkan adik kamu Rhein saja tidak aku pedulikan karena aku sudah terlanjur mencintai kamu. Kenapa kamu seolah-olah


tidak percaya padaku.”


“Aku percaya, tapi kenapa Tata mengatakan hal itu?”


“Aku tidak tau, Aku jadi ingin menemui Tata dan bertanya siapa kekasih yang di maksudkannya.”


“Kamu tidak perlu melakukannya, biar aku nanti yang akan menemui dia. Jangan merengek memohon agar aku mengizinkan kamu untuk menemuinya karena itu tidak akan aku lakukan,” ucap Akira tegas.


“Aku baru mau bilang, tapi sudah keduluan kamu memberi perintah begitu,” Nala manyun.


Akira setelah selesai makan pagi dia pergi ke tempat di mana Tata berada, ternyata Tata sudah diamankan oleh pihak berwajib dan Addrian meminta agar Tata dijaga ketat. Di rumah sakit Nala di jaga oleh bibi dan ibu


mertuanya sambil menunggu berita dari Akira.


Akira duduk berhadapan dengan Tata. Wajah Tata terlihat tidak ada penyesalan sama sekali, dia malah melihat Akira dengan tatapan marah dan kesalnya.


“Kenapa kamu melakukan teror pada istriku? Apa salah Nala sama kamu?”


“Gara-gara Nala rencana pernikahan aku dengan Mas Radit jadi batal dan tidak terlaksana. Apa kamu tidak melihat perutku ini sudah sangat besar dan di dalam perut ini ada anakku dengan Mas Radit, tapi sekarang bayiku


ini tidak akan bisa memiliki ayah karena Ma Radit tidak akan pernah bisa menikah denganku.”


“Apa? Kamu hamil dengan Radit si berengsek itu?”


“Jangan sebut calon suamiku dengan kata-kata yang tidak baik. Mas Radit orang yang baik dan istri kamu itu yang suka merayunya.”

__ADS_1


Brak ...


__ADS_2