
"Pih--"
Entah kenapa Gilang merasa tidak terima saat papi nya itu berkata seperti itu. Memang benar apa yang di katakan papi nya tapi sungguh dia tidak ingin mendengar papi nya itu mengatakan sendiri apa yang sudah mereka lakukan pada nya. Dia merasa tidak terima saja padahal dia datang kesini dengan tujuan berdebat dengan kedua orang tua nya jika pilihan nya tidak sesuai dengan keinginan kedua orang tua nya.
Tapi kini semua pemikiran yang dia bayangkan mungkin akan terjadi di tempat ini justru tidak terjadi. Semua yang terjadi sangat jauh berbeda dengan bayangan nya. Entah apa yang ada dalam pemikiran kedua orang tua nya itu. Dia masih belum bisa menebak nya.
"Hey, kenapa ekspresimu seperti itu nak? Bukan kah itu memang kenyataan nya. Kami memang bukan orang tua yang baik karena tidak memiliki waktu untukmu. Maaf--"
"Stop! Jangan katakan itu pih. Gilang tidak menyukai nya. Gilang tidak suka papi dan mami seperti ini. Kenapa tidak seperti dulu saja yang tidak peduli dengan Gilang." potong Gilang segera bersimpuh di hadapan kedua orang tua nya itu.
__ADS_1
Papi Basuki dan Mami Ajeng pun segera memeluk putra tunggal mereka itu. Satu-satu nya putra yang mereka miliki tapi justru mereka sia-siakan dengan tidak punya waktu untuk buah hati mereka itu. Mereka bahkan tidak ikut melihat perkembangan dan pertumbuhan putra mereka itu dengan baik. Hanya selalu mengandalkan pengasuh hingga hubungan antara mereka sangat asing.
Andita yang melihat suasana haru di hadapan nya itu pun melihat ke arah lain karena jujur saja air mata nya sudah berada di pelupuk mata nya.
Dari pemandangan di hadapan nya itu, Andita bisa memahami bahwa hubungan antara anak dan orang tua nya adalah hubungan paling suci dan murni yang tidak akan mudah rusak dan akan selalu ada hingga akhir waktu. Tidak akan lekang oleh waktu. Mungkin akan ada masalah di dalam nya tapi semua nya pasti akan kembali baik jika di bicarakan baik-baik.
Gilang saja yang mengatakan pada nya akan memperjuangkan nya walaupun untuk itu dia harus melawan kedua orang tua nya kini mendadak ragu melihat pemandangan di hadapan nya.
"Nak--" panggil mami Ajeng Kencana. Yah, itu adalah nama lengkap mami nya Gilang. Sementara sang papi memiliki nama lengkap Basuki Brawijaya.
__ADS_1
"Andita Bintari Danurdara." sambung Gilang.
"Itu nama lengkap nya mih, pih. Dia kekasihku. Kami baru saja menjalin hubungan. Aku harap mami dan papi tidak akan keberatan dengan pilihanku. Aku mencintai nya mih, pih!" tutur Gilang dengan menatap Andita penuh cinta.
Andita pun tersenyum karena bisa merasakan cinta dan ketulusan dari ucapan dan tatapan Gilang untuk nya. Dia bahkan tidak pernah berharap akan mendengar pengakuan cinta seperti itu di hadapan orang tua sang pria.
"Nama yang cantik seperti orang nya!" timpal Mami Ajeng tersenyum menatap Andita.
Andita yang mendengar itu pun tersenyum, "Andita?"
__ADS_1
"Panggil saja Dita tante!"