
Terdengar suara keras dari meja yang di pukul oleh Akira. “Andai saja kamu bukan wanita, pasti langsung aku tampar wajah kamu dengan sangat keras! Istriku wanita baik-baik dan dia sama sekali tidak tertarik dengan si berengsek bernama Radit itu. Malahan Radit itu yang sudah berbuat jahat dengan Nala di perkampungan, bisa-bisanya dia menculik istriku dan ingin membawanya pergi jauh dari sini. Apa itu tidak gila?”
“Itu semua bukan salah mas Radit, Nala yang sudah menggodanya.”
“Jaga mulut kamu! Kamu benar-benar wanita yang sangat bodoh, kamu mau saja ditipu oleh pria itu, bahkan dia sama sekali tidak mencintai
kamu. Radit itu hanya mencintai Nala, tapi sayang cintanya tidak akan pernah tercapai karena Nala adalah istriku dan aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil Nala dariku.” Akira beranjak dari tempatnya.
“Nala harus lenyap dari muka bumi ini agar dia tidak akan mengganggu kehidupanku dengan Mas Radit!” serunya marah.
Akira menunduk mendekatkan wajahnya pada Tata.“Kamu dan kekasih berengsek kamu itu yang akan aku lenyapkan jika kalian berdua berani menyakiti, Nala,” ucap Akira tegas kemudian dia pergi dari sana dan akan
memastikan jika Tata tidak akan mendapatkan kebebasannya.
Akira kembali langsung ke rumah sakit untuk melihat keadaan istrinya. Nala dengan cepat memberondong pertanyaan pada Akira. “Sayang, ceritakan padaku apa saja yang Tata katakan sama kamu?” Nala sudah tidak sabar
mendengarnya.
“Kamu sudah makan dan minum obat?”
“Akira! Aku dari tadi menunggu kamu dan bertanya tentang Tata, tapi kenapa kamu malah mengalihkan pembicaraan?” Nala kesal pada Akira.
“Aku akan menceritakan semua sama kamu, tapi janji jangan kaget ataupun sampai mengganggu kesehatan kamu lagi.”
“Iya, aku sudah siap mendengar semuanya, malahan kalau kamu tidak cerita aku akan memikirkan terus masalah ini."
"Pria yang di maksud oleh Tata yang katanya kamu rebut adalah si brengsek Radit itu."
"Apa? Mas Radit?"
__ADS_1
"Iya, si Radit. Bahkan bayi yang sedang di kandungnya adalah anak dari Radit."
"Anak dari mas Radit? Lalu kenapa Mas Radit mengejarku terus waktu itu? Padahal dia ada hubungan dengan Tata, bahkan Tata mengandung besar anaknya?" Nala melihat ke arah Bibinya.
"Mungkin Tata dari dulu suka sama Radit, tapi Radit lebih menyukai kamu karena itu Tata cemburu," jelas bibinya.
"Tapi kenapa Tata bisa sampai hamil dengan mas Radit? Apa mas Radit juga sebenarnya suka sama Tata? Tapi tidak mau bertanggung jawab?"
"Aku dari awal sudah mengira kalau si Radit itu pria tidak baik, dia saja pura-pura menyembunyikan di balik wajah polosnya."
"Apa dia tidak kamu tanya kenapa mereka tidak menikah dari dulu? Kalau di lihat dari perut Tata yang sama besarnya denganku, harusnya mereka sudah menikah?"
"Aku tidak mau banyak tanya sama dia. Aku malahan ingin menampar dia dengan keras karena dia malah menuduh kamu yang selama ini menggoda Radit. Gadis itu benar-benar gadis yang bodoh yang dibutakan oleh cinta yang salah!" seru Akira kesal.
"Sudah, akira! Ingatlah kamu mau menjadi ayah dan sebaiknya jangan menyakiti orang." Mommy Kei mengusap lembut tangan Akira.
"Apa dia tidak tau siapa Mas Radit sesungguhnya? Kasihan sekali dia."
"Akira, apa tidak bisa kamu bebaskan saja dia?"
Akira mengkerutkan dahinya melihat ke arah Nala. "Apa maksud kamu dengan membiarkan dia bebas, Nala?"
"Iya, Nala. Apa kamu tidak takut dia akan menyakiti kamu lagi?" tanya Bibi Anjani yang juga terlihat heran.
"Bukan begitu, Bi. Aku hanya kasihan melihat dia harus berada di balik jeruji besi dengan perut yang sangat besar seperti itu."
"Itu lebih baik. Nala, daripada dia di luar dan membahayakan keselamatan kamu dan bayiku. Aku bisa khilaf dan menyakiti dia kalau dia sampai membuat kamu celaka. Kamu tidak tau tadi saja aku tidak melihat wajah penyesalan darinya. Malahan dia mengancam akan membuat kamu menderita seperti apa yang dia rasakan."
"Akira, dia sedang hamil seperti aku juga. Aku tidak bisa membayangkan akan melewati masa kehamilanku di dalam jeruji besi. Melahirkan dan membesarkan anakku di sana. Kasihan bayinya, Akira," mohon Nala.
__ADS_1
Akira mengelap mukanya kasar dan dia tampak frustasi. Akira melihat ke arah mommy dan bibi Anjani.
"Tapi, Nala."
"Dia juga tidak ada yang menemani nanti di saat dia akan menjalani persalinan. Aku tidak mau Tata merasakan kesedihan yang teramat dalam seperti itu karena aku juga wanita hamil sama seperti dia."
"Aku akan memikirkannya nanti. Aku tidak bisa memutuskannya sekarang, Nala."
Nala akhirnya terdiam karena apa yang dilakukan oleh Akira memang untuk melindungi keselamatan dirinya dan bayinya.
Sekitar lima hari Nala dirawat di rumah sakit dan keadaannya sudah dinyatakan baik-baik saja, tapi dia harus tetap menjaga dirinya dan tidak boleh tegang atau terlalu capek.
Hari ini Nala ingin bertemu dengan Tata di tempat di mana Tata sudah di pindahkan ke sebuah tempat yang lebih baik. Namun, dia akan tetap dalam pengawasan ketat Akira.
Hal ini Akira lakukan karena keinginan Nala. Akira tidak mau jika Nala sampai memikirkan terus tentang Tata.
"Halo, Ta. Bagaimana keadaan kamu?" Nala duduk di ruang tamu bersama Akira.
"Aku baik, malahan sudah lebih baik. Nala, aku minta maaf sudah berbuat buruk sama kamu, padahal kamu begitu baik denganku," Tata berucap lirih.
"Kamu serius meminta maaf pada istriku? Atau hanya pura-pura?" tanya Akira dengan mata memicing.
Nala melihat ke arah suaminya dan memberikan mata melotot pada Akira. "Ta, kita ini teman dari dulu. Aku sama sekali tidak membenci kamu. Malahan aku minta maaf sama kamu kalau secara tidak sengaja aku melukai perasaan kamu."
"Aku dulu sangat mencintai Mas Radit saat aku bekerja beberapa hari di sana. Mas Radit sangat baik dan perhatian dengan semua pegawainya di cafe. Bahkan dia sering mengingatkan aku untuk tidak lupa makan saat aku sibuk dengan pekerjaanku."
"Mas Radit memang baik. Ta. Namun, kamu jangan langsung mengsalah artikan."
"Dia benaran perhatian sama aku, Nala, tapi saat kamu datang semua berubah. Dia sangat perhatian sama kamu, bahkan aku dilupakan sama dia." Terlihat wajah Tata tampak menahan emosi.
__ADS_1
"Aku dan mas Radit tidak memiliki perasaan apa-apa, Ta. Orang yang aku cintai hanya Akira."
"Tapi kenapa aku melihat kamu sangat dekat dengan mas Radit. Kamu terlihat juga merespon semua yang dia lakukan?"