
Kini Husna dan Azzam sedang ikut makan malam bersama. Di sana juga ada Andita dan Ibu nya lalu Zahra juga pasti nya.
Azzam dan Husna memang belum memutuskan pindah dari kediaman utama sampai nanti Husna selesai ujian. Itu sudah jadi pembicaraan mereka beberapa hari lalu saat belum bisa memastikan di mana mereka tinggal. Lagi pula abi Syarif dan umi Balqis tidak keberatan sama sekali.
"Na ... Dita ... Apa kalian besok akan ujian?" tanya umi Balqis memastikan. Walaupun dia sudah tahu jadwal kedua wanita itu.
"Iya benar umi." jawab Andita.
"Setelah ini kamu akan belajar untuk ujian nya." sambung Husna tersenyum.
Azzam pun menggenggam tangan istri nya itu hingga Husna pun tersenyum menatap suami nya. Husna bersyukur karena Azzam selalu saja peka dengan perasaan nya yang sedikit gugup juga akan menghadapi ujian besok.
__ADS_1
"Abi yakin kalian pasti bisa melakukan nya dengan lancar. Ohiya kalian ingin hadiah apa nak?" tanya abi Syarif menatap Husna dan Andita.
Husna pun tersenyum mendengar ucapan abi nya itu, "Dita minta lah sesuatu kepada abi. Dia itu jarang mengatakan hal seperti itu. Ini ada momen yang langka karena dia menawarkan hal seperti itu." Ucap Husna.
"Hey .. Kamu juga Husna. Minta lah sesuatu kepada abimu." ucap umi Balqis.
Husna pun mengangguk, "Tentu saja. Aku tidak mungkin melewatkan hal yang seperti ini tapi seperti nya aku butuh waktu untuk berpikir. Abi mengatakan hal seperti ini tanpa pemberitahuan sebelum nya hingga membuatku harus berpikir keras apa yang harus ku minta." ucap Husna sambil berpikir.
Azzam pun tiba-tiba membisikkan sesuatu di telinga istri nya itu yang kemudian menerbitkan senyum di bibir Husna karena dia juga setuju dengan apa yang di bisikkan suami nya itu.
"Aku sudah punya permintaanku sendiri. Tapi sebelum aku mengatakan nya maka lebih baik Dita lebih dulu mengatakan permintaan nya. Karena permintaanku ini akan memakan waktu yang panjang." ucap Husna dengan senyum di bibir nya
__ADS_1
"Dita katakan permintaanmu nak." ucap umi Balqis.
Andita pun menatap Husna yang kemudian mengangguk meyakinkan Andita agar tidak ragu meminta apa yang dia inginkan. Setelah itu dia menatap sang ibu yang hanya di balas dengan senyum saja.
"Katakan saja apa permintaanmu nak. Tidak perlu ragu seperti itu. Abi janji akan mewujudkan permintaanmu selama abi bisa memberikan nya untukmu." ucap abi Syarif tersenyum.
Andita pun menarik nafas panjang nya sebelum mengatakan apa yang akan dia minta, "Maaf sebelum nya jika permintaan Dita lancang abi, umi, Husna." ucap Andita menjeda ucapan nya.
Husna yang mendengar itu pun segera menggenggam tangan Andita yang memang duduk di sebelah nya, "Katakan saja Dita." ucap Husna.
"Aku punya dua permintaan yang pertama yaitu di berikan pekerjaan saat lulus nanti. Ini bukan hanya permintaan tapi juga permohonan." ucap Andita.
__ADS_1
Husna yang mendengar itu pun tersenyum, "Hey ... Itu bukan permintaan. Aku sudah menjamin hal itu sebelum kau meminta nya. Kau pasti akan bekerja di perusahaan. Jadi di putuskan ini bukan permintaan. Tidak masuk hitungan." ucap Husna lalu tersenyum menatap abi dan umi nya yang juga ikut tersenyum kepada nya seolah mereka mengatakan setuju dengan ucapan sang putri.
"Ayo katakan permintaanmu? Ingat jangan meminta terkait pekerjaan karena itu sudah pasti." tekan Husna.