
Hari ini di kampus Uni, jam mata kuliah sudah selesai. Via pun sudah ada di sana untuk menjemputnya, Via bertemu dengan Uni di kelasnya.
"Uni, sudah siap air gulanya?"
"Sudah aku bawa dari tadi, tapi aku titipkan di mba kantin karena tidak mungkin aku bawa ke sini."
"Ya sudah! Ayo kita berangkat sekarang."
Mereka berdua keluar dari dalam kelas, dan tidak sengaja bertemu dengan Rendy. Rendy memanggil mereka dan berharap bisa membantu mereka di acara bazar sekarang.
"Tidak perlu, Ren. Kamu nanti kalau mau ke sana pas acaranya saja, kita bisa melakukannya berdua." Tolak Uni. Uni tidak mau terlalu memberi Rendy peluang.
"Kenapa? Apa kamu takut ketahuan pacar kamu itu kalau aku ke sana membantu kamu?"
"Pacar?" Via melihat aneh pada Uni.
"Bukan pacar, tapi Aro. Aku akan ceritakan sesuatu sama kamu, tapi aku mohon kita berdua segera pergi dari sini," bisik Uni.
"Apa? Aro? Kok bisa?"
"Via, kita pergi berdua dari sini nanti aku ceritakan semuanya," bisiknya lagi sambil menggenggam tangan Via.
"Ren, kami benar-benar sedang ada urusan penting di bazar, kamu bisa datang pas acara di mulai saja, ya."
"Tapi aku benar ingin membantu kalian hari ini." Ini orang benar-benar sulit diajak bicara. Tidak lama ponsel Rendy berdering dan dia segera menjawab, ternyata itu dari ayahnya yang menyuruhnya segera ke tempatnya karena ada urusan pekerjaan. "Maaf ya, aku tidak jadi membantu kalian, tapi nanti malam aku pasti akan datang ke sana."
"Iya, tidak apa-apa." Wajah kedua gadis itu tampak lega melihat Rendy pergi dari sana.
"Ayo, Via! Kita segera ke kampus kamu."
"Tunggu, Uni! Kamu tadi mau jelaskan soal Aro, kamu ada hubungan apa dengan Aro?" Via seolah tidak sabar mendengar penjelasan Uni.
Uni mengambil napas dalam. "Aro adalah anak majikan di mana aku bekerja, dan kalau kamu mau tau semuanya, kita ke kantin dulu mengurus air gulaku dan nanti aku ceritakan semua." Uni langsung menggandeng tangan Via yang mukanya tampak shock.
__ADS_1
Di kantin kampus Uni. Via memesan segelas ornge jus untuk menenangkan hatinya yang agak shock mendengar ucapan Uni.
"Jadi, pria yang di maksud pacaran sama kamu itu, Aro? Kalian pacaran?"
"Hem ... bukan begitu ceritanya, Via. Saat aku di terima bekerja di rumah Ibu Nala, aku baru tau jika salah satu anak mereka itu adalah Aro-- pria yang kamu sukai. Aro itu ternyata punya saudara kembar namanya Ara."
"Uni, coba ceritakan dari awal. Aku benar-benar penasaran sama cerita kamu ini."
"Baiklah! Aku ceritakan, sudah lama aku ingin bercerita ini, tapi waktunya selalu tidak ada."
Uni mulai bercerita awal mulainya bertemu dengan Nala dan akhirnya dia sampai tau kalau Aro adalah anak dari Nala.
Uni juga kalau dia tinggal di rumah Aro karena dia diusir oleh tantenya, bahkan menerima kekerasan dari tantenya. Selama ini dia tinggal di rumah keluarga Aro. Keluarga Aro sangat baik mau menampungnya dan membiarkan Uno untuk tetap kuliah.
Uni juga mengatakan jika setiap hari dia diantar Aro ke kampus beserta saudara kembar Aro. "Maka dari itu kenapa Rendy menganggap aku berpacaran sama Aro. Aku sendiri kesal Rendy selalu mengejarku. Aku sudah tidak mau memikirkan tentang masalah kekasih lagi, Via. Aku mau fokus kuliah, lulus dan bisa tidak menyusahkan keluarga Aro lagi."
"Ya ampun, Uni, kamu kenapa baru cerita ini semua sama aku? Kamu bahkan tidak cerita jika diusir oleh tante kamu itu."
"Kamu itu bilang apa sih? Aku kan sudah menganggap kamu sahabat. Lalu, kamu sampai sekarang tinggal di rumah Aro?"
"Iya, Via."
"Enak sekali, kamu bisa melihat Aro tiap hari."
"Enak apanya? Aku di sana bekerja sebagai pembantu. Sebenarnya aku sudah menolak, tapi mamanya Aro menyuruhku untuk tinggal di sana karena sudah mengetahui tentang kisahku dengan tanteku."
"Uni, apa kamu tidak pernah memiliki perasaan apa-apa sama Aro?"
"Maksud kamu? Cinta begitu?"
Via mengangguk. "Kamu, kan sering melihat Aro, apa kamu tidak ada rasa suka sama dia?"
"Memangnya Aro akan melihat diriku yang hanya menjadi pembantu di rumahnya? Via, aku dan Aro itu bagai bumi dan langit. Lagipula aku tau kamu sangat mencintainya, dan kamu lebih pantas sama dia daripada aku."
__ADS_1
"Iya, juga sih! Aro kan orangnya sangat kaku dan kelihatannya pemilih. Sama aku saja dia tidak melihat, apalagi kamu." Via menyedot orange jusnya dengan santai.
'Kamu benar, Via. Aro dan aku memang tidak akan pantas. Dan aku lega sudah menceritakan ini semua sama kamu.' Uni berdialog dari dalam hatinya.
"Ya sudah! Sekarang kita ke kampus kamu dan mendekorasi tempat stand bazar kita."
"Uni, kebetulan kamu bekerja di rumah Aro. Kapan-kapan aku mau main ke sana, ya itung-itung menyelam sambil minum air. Siapa tau aku bisa berkenalan dengan keluarga Aro dan akhirnya aku bisa mendekati Aro."
"Em ... ide yang bagus."
"Aro belum punya pacar kan, Uni?"
"Setahu aku belum, tapi kemarin dia pergi kencan dengan temannya Ara. Namanya Sifa, dan kelihatannya mereka sekarang dekat. Buktinya tadi Aro menjemput dia ke rumahnya dan mengantarkan ke kampusnya."
"Sifa? Apa mereka sudah jadian, ya? Aku tidak terima jika Aro sudah punya kekasih. Aku benar-benar mencintai Aro, Uni." Wajah Via tampak sedih.
"Via, jangan mencintai seseorang berlebihan karena akan di sertai rasa sakit kalau tidak bahagia."
"Kamu kan tau sendiri, Uni, kalau aku tidak pernah jatuh cinta pada pria lain. Baru Aro yang benar-benar membuat aku suka. Apalagi kemarin dia menolongku dan menggendongku ke rumah sakit karena kakiku terkilir."
"Kaki kamu terkilir? Lalu sekarang bagaimana?" Uni pura-pura tidak tau saja.
"Tidak apa-apa dan semua itu berkat Aro aku. Dia pahlawanku. Uni, aku benar-benar menyukainya, dan kamu harus menolongku mendapatkan Aro."
"Bagaimana caranya? Bicara sama dia saja kadang aku takut."
"Ya kamu usahakan. Kamu kan sahabat aku, apa tidak mau melihat aku bahagia bersama Aro?"
Uni terdiam sejenak. 'Justru apa yang aku lakukan sekarang adalah ingin membuat kamu dan Aro bisa bersama dan bahagia, Via. Walaupun rasanya akan sangat sakit nantinya, tapi harus aku lakukan.' lagi-lagi Uni berdialog dari dalam hatinya.
"Uni! Kenapa diam saja?" ucapan Via dengan nada tinggi membuat Uni tersentak kaget.
"Iya! Ini aku juga memikirkan bagaimana caranya, Via ....
__ADS_1