My Secret Love

My Secret Love
80


__ADS_3

Kini mereka sudah tiba di restoran, mereka segera turun dari mobil masing-masing yang memang datang hampir bersamaan. Mereka segera masuk ke dalam restoran yang menjadi pilihan mereka hari ini untuk makan siang. Untuk Bandar kali ini sudah pasti Husna dan Azzam yang memang mereka untuk makan bersama. Mereka segera masuk menuju ruangan yang sudah di pesan oleh Azzam sebelum nya.


Sekitar kurang lebih satu jam mereka berada di sana dan menghabiskan waktu bersama. Setelah itu mereka pun segera memutuskan untuk pulang ke kediaman masing-masing. Zahra dan Andita sudah pasti segera ikut mobil Husna dan Azzam. Walaupun sebenar nya Gentala dan Gilang ingin mengantar mereka tapi Husna dan Azzam tidak mengizinkan.


“Kami pamit lebih dulu ya. Kalian hati-hati pulang nya.” ucap Husna saat mereka sudah berada di mobil. Husna melambaikan tangan nya kepada empat orang teman nya itu yang hendak ke mobil mereka juga.


Setelah itu mobil Husna dan Azzam pun segera melaju meninggalkan restoran menuju kediaman utama karena memang mereka akan berangkat dari sana menuju hotel nanti.


Selama perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali. Semua nya fokus dengan pikiran masing-masing. Andita dan Zahra mereka masih memikirkan apa yang terjadi tadi kepada mereka bersama Gilang dan Gentala.


Sementara Azzam dan Husna hanya bisa saling melirik satu sama lain. Saling memberi kode seolah bertanya apa yang sebenar nya terjadi pada dua gadis di belakang mereka itu. Kedua gadis yang biasa nya rame kini menjadi hening. Entah apa yang mereka pikirkan.


***


Singkat cerita, kini mereka sudah tiba di kediaman utama. Andita dan Zahra lebih dulu turun dari mobil dan segera masuk ke dalam hingga membuat Azzam dan Husna pun saling menatap kembali dan mengangkat kedua bahu mereka bingung.


“Mas, mereka kenapa ya?” tanya Husna. Azzam mengangkat bahu nya dan menggeleng.


“Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran mereka?” tebak Husna.


Azzam yang mendengar ucapan istri nya pun dengan perlahan mengangguk, “Mungkin.” Jawab Azzam melepas seat beal nya lalu segera turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk istri nya itu.


Husna pun segera turun lalu kedua nya segera menyusul Andita dan Zahra yang sudah lebih dulu masuk sambil bergandengan tangan tentu nya. Pasangan suami istri yang tentu nya tidak akan melupakan adegan bergandengan tangan.


Begitu Azzam dan Husna masuk, abi Syarif dan umi Balqis yang berada di ruang tengah memandangi Azzam dan Husna lekat, “Ada apa umi, abi?” tanya Husna yang menyadari tatapan kedua orang tua nya itu.


“I-itu … kenapa dengan Andita dan Zahra?” tanya umi Balqis bingung menunjuk ke arah kamar Andita dan Husna. Bagaimana umi Balqis dan abi Syarif tidak bingung coba, pasal nya Andita dan Zahra hanya menyalami mereka saja lalu kedua gadis itu segera menuju kamar masing-masing tanpa bicara sekata pun.


Husna pun tersenyum mendengar pertanyaan umi nya itu, “Ouh … itu. Kami juga gak tahu umi. Mereka aneh. Di mobil saja kami bingung karena mereka yang diam saja. Tapi umi tidak perlu akan hal itu, biar nanti Husna tanya dan bicara sama mereka.” ujar Husna.

__ADS_1


Umi Balqis pun mengangguk, “Baiklah. Umi serahkan itu padamu nak. Umi tidak suka melihat mereka sedih begitu. Menyembunyikan masalah sendiri. Kita di sini adalah satu keluarga.” ucap umi Balqis.


Husna pun hanya tersenyum begitu juga dengan Azzam. Lalu kedua nya segera menyalami umi Balqis dan abi Syarif dan kemudian segera duduk bersama di ruang tamu itu.


“Bagaimana dengan persiapan nya nak?” tanya abi Syarif.


“Semua nya sudah aman abi. Mereka sudah menyelesaikan nya dengan baik. Semoga saja semua acara untuk besok berjalan lancar tanpa kendala.” Ujar Azzam.


“Aamiin!”


“Ohiya, umi mau tanya sekali lagi padamu nak.” ucap umi Balqis menatap sang putri.


Husna pun menatap umi nya itu dengan penasaran, “Ada apa lagi umi? Apa yang ingin umi tanyakan kembali?” tanya Husna.


“Tentu saja tentang kesiapanmu untuk membuka identitasmu nak. Apa lagi coba? Selama ini abi dan umi sudah memintamu untuk tidak menutup identitasmu itu karena kau yang sering mendapatkan bullyan dan hinaan sana sini. Tapi kau selalu menolak nya dan tetap memutuskan untuk terus menutup identitasmu hingga tidak ada siapa pun yang tahu dan bisa menembus nya tanpa izinmu. Lalu kini setelah lama bertahan dengan hal itu, kenapa kau ingin membuka nya. Apa kau sudah siap untuk semua nya. Untuk jadi sorotan public? Kami tidak ingin kau kaget nanti dan menyesal dengan keputusan yang kau ambil nak. Kau memang putri tunggal kami dan juga satu-satu nya pewaris yang kami miliki. Tapi jika memang kau tetap masih nyaman dengan identitasmu yang di sembunyikan maka kami akan melakukan yang terbaik untuk terus menutup nya sampai kau benar-benar siap.” Ujar umi Balqis panjang. Di sana terselip kekhawatiran kepada putri nya itu.


Husna yang mendengar penuturan umi nya pun tersenyum lalu dia mendekati umi nya dan menggenggam jemari sang umi, “Umi … abi …” panggil Husna menatap kedua orang tua nya itu lekat dan penuh kasih.


Azzam yang mendengarkan ucapan istri nya itu pun terharu karena Husna kini benar-benar mempercayakan diri nya kepada nya. Dia berjanji tidak akan mengecewakan istri nya itu, “Abi … umi … apa yang Azarine katakan benar. Umi dan abi tidak perlu khawatir. Azzam akan menjadi pelindung untuk istri Azzam nanti.” Ucap Azzam.


Abi Syarif dan umi Balqis pun saling memandang satu sama lain lalu tersenyum dan mengangguk, “Baiklah nak jika memang itu sudah keputusan akhir kalian yang sudah tidak bisa di ganggu gugat. Abi percaya kalian pasti bisa melakukan nya. Abi dan umi juga hanya ingin memastikan nya kembali nak. Kami tidak ingin kalian menyesal dengan keputusan yang sudah kalian ambil. Tapi seperti nya melihat kepercayaan diri kalian abi jadi semakin yakin keputusan ini memang di ambil dengan penuh pertimbangan.” Ucap Abi Syarif.


“Pesta pernikahan besok yang di rangkaikan dengan pesta ulang tahun Husna yang ke 21 tahun akan berlangsung sangat mewah. Bukan kah ulang tahun dan pernikahan dari putri tunggal pewaris ASH Industries harus mewah.” Sambung abi Syarif tersenyum.


“Bukan hanya itu abi. Masa iya pesta pernikahan dari Pewaris ASH Industries dan HF Group tidak mewah. Akan jadi pembicaraan orang-orang nanti. Yah, walaupun dalam agama pesta yang peling sederhana lah yang paling baik.” sambung umi Balqis tersenyum menatap menantu nya itu.


Azzam pun tersenyum begitu juga Husna yang memang baru tahu bahwa suami nya itu adalah pemilik perusahaan yang juga sama besar dengan milik nya yang selama ini menjadi saingan perusahaan abi nya. Selain itu juga perusahaan yang di bangun sendiri atas kerja suami nya itu memang kini tengah menjalin kerja sama dengan perusahaan nya. Seperti nya memang takdir memang ingin mempertemukan mereka sebagai pasangan suami istri. Takdir sudah menemukan jalan nya sendiri untuk itu. Walau sempat terpisah dan saling tidak mengingat satu sama lain tapi tetap saja apa yang sudah di takdirkan tetap akan bertemu.


Setelah cukup bicara dengan abi Syarif dan umi Balqis, Azzam dan Husna pun segera ke kamar mereka untuk mengistirahatkan tubuh mereka dari lelah. Selain itu juga agar mereka bisa fiit untuk menjalani rangkaian pesta pernikahan besok hari yang pasti nya akan memakan energi yang cukup.

__ADS_1


***


Kini Azzam dan Husna baru saja terbangun dari istirahat siang mereka itu, Husna segera turun dari ranjang dan dia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan siap-siap sholat karena memang sudah waktu nya untuk sholat ashar.


Sementara Azzam menunggu istri nya untuk bergantian mandi, dia memilih untuk menghubungi asisten nya terkait kejutan yang akan di berikan untuk istri nya itu nanti. Tentu saja dia sebagai suami pasti nya harus menyiapkan hadiah cantik untuk istri nya itu di hari ulang tahun nya yang pertama kali akan di rayakan bersama. Walaupun di masa kecil mereka sudah pernah merayakan ulang tahun bersama tapi untuk ulang tahun kali ini berbeda karena dengan status mereka sebagai pasangan suami istri.


Azzam sebenar nya bisa saja ikut mandi bareng istri nya itu seperti yang sudah sering mereka lakukan. Kedua nya memang tidak canggung lagi untuk itu karena hubungan mereka sudah di tahap yang berbeda. Walaupun Husna kadang masih tetap malu. Maklum seorang wanita itu memang kadar malu nya itu sangat tinggi. Tapi Azzam memaklumi hal itu dan tentu saja dia senang karena istri nya itu sangat menjunjung tinggi kehormatan nya. Namun, kenapa kali ini Azzam memilih untuk tidak ikut mandi bersama istri nya itu. Dia ingin menjaga diri nya jangan sampai tidak bisa menahan diri yang nanti nya akan berakibat fatal pada dunia bawah milik nya. Sementara sang istri masih harus bicara dengan adik nya dan juga Andita setelah ini. Jadi untuk menjaga semua itu tidak terjadi maka dia harus menunda keinginan nya itu untuk bisa mandi bersama sang istri.


Sekitar 20 menit kemudian, Husna pun keluar dari kamar mandi dengan memakai batrobe pink nya yang pertama kali di pakai oleh suami nya itu saat dia mandi di hari pertama pernikahan mereka. Azzam pun tersenyum melihat penampilan istri nya dalam balutan batrobe pink nya itu. Bagi nya sang istri terlihat sangat sexy dan menggoda di saat-saat seperti itu. Mungkin bagi orang lain tidak tapi bagi nya sang istri sangat menggoda dan untuk hal itu dia sangat menghindari jika istri nya itu sedang dalam keadaan seperti itu.


Azzam dengan cepat segera masuk ke kamar mandi untuk segera mandi dan bisa sholat bersama sang istri sebelum waktu sholat berlalu. Husna yang melihat suami nya terburu-buru pun hanya terkekeh karena dia tahu apa yang di pikirkan suami nya itu.


“Maaf ya mas! Kau sangat lucu saat sedang berusaha mengendalikan hasratmu itu.” ujar Husna lalu segera menuju walk in closet dan memilih pakaian yang dia gunakan di sana.


Pilihan nya jatuh pada gamis berwarna biru langit yang sangat cantik hadiah dari suami nya di hari pertama pernikahan mereka. Entah lah suami nya itu memang selalu saja dan tidak pernah lupa selalu memberikan nya hadiah setiap hari sejak hari pertama mereka menikah. Mulai dari pakaian, aksesoris, makanan, atau apa saja. Hingga kini sudah banyak hadiah dari suami nya itu untuk nya. Dia selalu merasa ulang tahun saja setiap hari sehingga untuk hari ulang tahun nya besok yang di rangkaikan dengan pesta pernikahan mereka pun dia tidak begitu terlalu antusias dengan hadiah. Selain dia memang sudah memiliki segala nya, suami nya juga selalu memberikan hadiah untuk nya setiap hari. Memang terlihat sangat special mungkin dan mungkin karena itu lah kadar cinta nya untuk suami nya itu semakin hari semakin bertambah. Kalau kata anak zaman now itu bucin.


Setelah mengganti pakaian nya, Husna pun tidak lupa menyiapkan pakaian untuk suami nya itu dan dia meletakkan nya di ranjang. Pakaian berwarna senada dengan pakaian nya tentu saja yang di pilih nya. Entah kenapa sejak dia menikah dia jadi memiliki selera memakai pakaian couple bersama sang suami. Untung saja Azzam pun tidak keberatan sama sekali dengan permintaan nya itu.


Tidak lama Azzam keluar dari kamar mandi dan tersenyum melihat sang istri yang sedang menata rambut nya dan dia juga tersenyum karena pakaian yang akan dia gunakan sudah di siapkan. Memang dia bisa mengambil sendiri untuk pakaian nya itu tapi tentu saja jika sudah di siapkan dan sudah di pilihkan oleh istri kita tentu saja lebih membahagikan bukan.


“Apa mas suka pakaian yang sudah ku pilihkan itu?” tanya Husna dengan tetap fokus menata rambut nya. Bagi Husna penataan rambut itu harus benar walaupun di tutupi hijab. Rambut tetap harus di rawat walaupun tidak terlihat oleh semua orang. Setidak nya dia bisa menjaga rambut nya tetap sehat dan dia juga bisa mempersembahkan hal itu kepada sang suami yang memang menyukai rambut panjang nya.


Azzam yang mendengar pertanyaan istri nya itu pun tersenyum, “Tentu saja suka sayang. Apa sih yang gak mas suka darimu?” ucap Azzam.


“Ck, mas jangan berlebihan deh. Ingat sudah wudhu loh. Aku tidak mau wudhu lagi. Hehehe!” ucap Husna.


Azzam pun ikut tersenyum dan segera memakai pakaian nya itu di hadapan sang istri, “Ck, mas kebiasaan deh. Kan bisa memakai nya di walk in closet. Hargai lah mata istrimu ini mas dari noda.” Ucap Husna.


Azzam pun tertawa, “Kan kamu sudah lihat dan sudah tahu semua nya. Bahkan sudah merasakan nya juga kan.” Goda Azzam.

__ADS_1


“Ck, mas. Dasar mesum!” ucap Husna yang di balas Azzam dengan tawa tentu saja. Menggoda istri nya adalah hal yang paling mengasyikan.


__ADS_2