My Secret Love

My Secret Love
135


__ADS_3

Tidak lama kemudian, hanya sekitar 10 menit, akhirnya Ratna keluar dari ruangan ujian.


Andita, Husna dan Betty pun segera menyambut nya.


"Bagaimana lancar?" tanya Husna.


Ratna menggangguk dan segera memeluk Husna erat, "Terima kasih sudah datang. Aku pikir kau tidak akan datang padahal aku ingin kau datang. Tapi aku juga mengerti kau kurang enak badan." ucap Ratna lirih dalam pelukan Husna.


Husna yang mendengar itu pun terdiam dan terharu karena tidak menyangka bahwa Ratna sangat mengharapkan kedatangan nya. Mengingat mereka yang tidak akrab sebelum nya. Seperti nya hubungan mereka yang dulu nya tidak baik itu lah yang membuat hubungan masa sekarang mereka jadi lebih baik.


"Maaf!" ucap Husna tidak tahu harus mengatakan apa.


Seharus nya ucapan selamat yang keluar dari bibir nya tapi entah kenapa jadi kata maaf.


Ratna melepas pelukan nya lalu menggeleng, "Kau tidak salah. Hanya saja entah kenapa aku ingin kau datang menemaniku ujian." ucap Ratna.


Husna pun tersenyum mendengar itu.

__ADS_1


Ratna segera memeluk Betty dan Andita. Tidak lupa dia juga segera mengucapkan terima kasih.


"Gilang Cakra Brawijaya!"


Gilang yang nama nya di panggil pun segera berdiri menuju ruangan. Dia memberikan ponsel nya kepada Andita hingga tatapan mereka yang tadi melihat ke arah Gilang kini beralih menatap Andita.


Tatapan penuh rasa penasaran. Apalagi tatapan Betty yang memiliki tinggal kepo paling tinggi.


"Apa kalian menjalin hubungan?" itu suara Betty begitu Gilang sudah masuk ruangan ujian.


Andita pun menelan ludah nya kasar saat tiga pasang mata di hadapan nya menatap nya lekat.


Andita menatap Husna lalu menatap Ratna, "Hey! Kenapa menatapku? Tenang saja aku sudah move on. Aku tidak masalah jika kalian memiliki hubungan. Lagi pula masih banyak laki-laki lain di dunia ini. Jadi katakan yang sebenar nya sekarang." Ucap Ratna tersenyum gembira. Bukan senyum palsu tapi senyum penuh ketulusan.


Andita pun mengangguk perlahan.


"Jadi apa benar? Hubungan apa? Dia mengajakmu dengan status apa?" Tanya Betty beruntun. Jiwa kepo nya memang sudah setara dengan intelijen pangkat tinggi.

__ADS_1


"Bet, satu persatu." ucap Ratna.


Betty pun cengesan, "Heheheh, maklum jiwa kepoku di bangkitkan." Ucap Betty.


"Kebiasaan!" ucap Husna.


Lalu ke empat nya pun seketika tertawa.


Andita segera menceritakan semua nya yang lain pun menyimak dengan baik. Husna yang bahkan tidak tertarik mengurus hal seperti ini ketika di gelas. Dia si pemilik julukan si misterius dan dingin itu pun kini serius menyimak karena ini menyangkut Dita.


Saking serius menyimak, mereka bahkan lupa Ratna baru saja selesai ujian proposal. Ratna yang seharus nya jadi bintang utama nya kini redup dan terlupakan.


Gentala sendiri yang juga di sana ikut menyimak cerita Andita itu pun hanya bisa tersenyum. Dia ikut senang jika sepupu nya itu sudah memiliki tambatan hati nya.


Jujur saja hal itu menerbitkan sedikit perasaan iri dalam hati nya. Dia juga ingin memiliki hubungan seperti itu. Tapi untuk saat ini dia memang harus membuktikan diri nya agar pantas bersanding dengan pujaan hati nya. Cinta itu butuh perjuangan.


Di tengah pikiran nya itu tiba-tiba ada seseorang yang menyodorkan minuman kepada nya.

__ADS_1


"Kak ... Minuman untukmu!"


__ADS_2