My Secret Love

My Secret Love
150


__ADS_3

"Panggil saja Dita tante!" ucap Andita lembut dan tersenyum.


Mami Ajeng dan papi Basuki yang mendengar itu pun tersenyum, "Baiklah Dita. Duduk lah, nak! Kami ingin bicara padamu." ucap mami Ajeng mempersilahkan Andita duduk, gadis yang di bawa putra nya yang sudah dia duga sebagai kekasih putra tunggal nya itu.


Andita pun menurut dan duduk di hadapan kedua orang tua Gilang. Gilang sendiri pun segera ikut duduk di samping sang kekasih karena tahu bahwa Andita masih saja tegang. Dia sendiri pun ingin tahu apa yang akan di katakan kedua orang tua nya itu. Dia juga ingin tahu alasan dari kejadian yang sudah dia lihat tadi. Penyambutan yang ramah yang sangat jauh dari apa yang sudah dia bayangkan.


"Lang, apa dia kekasihmu?" tanya papi Basuki memastikan kembali.


Gilang pun mengangguk, "Iya pih. Dia kekasihku. Aku harap kalian merestui nya. Aku mencintai nya!" jawab Gilang lalu segera menggenggam tangan Andita.

__ADS_1


Papi Basuki dan mami Ajeng pun saling memandang begitu mendengar ucapan sang putra, "Jika memang kau mencintai nya maka segera atur pertemuan keluarga. Kalian harus menikah agar tidak ada fitnah yang timbul." ucap mami Ajeng yang lagi-lagi mengagetkan Gilang dan Andita. Ini di luar dari apa yang mereka bayangkan sebelum nya.


"Mih, apa kau tidak salah bicara?" tanya Gilang memastikan bahwa dia tidak salah mendengar.


"Pertanyaan macam apa itu, Lang? Apa menurutmu kami adalah orang tua yang kuno yang akan melihat seseorang dari status sosial nya?" tanya mami Ajeng menggebu-gebu tidak menyangka bahwa putra nya itu akan berpikiran seperti itu. Tapi wajar juga sih mengingat mereka yang tidak punya waktu untuk Gilang dan untuk itu mereka ingin menebus waktu yang sudah mereka lewatkan bersama Gilang. Mereka ingin memperbaiki semua nya.


"Kami tidak sejahat itu nak jika harus memintamu meninggalkan orang yang kau cintai. Mungkin saja perjodohan akan kami pikirkan jika kau belum memiliki seseorang yang kau cintai. Tapi itu tidak akan kami lakukan karena kau sudah membawa Andita datang menemui kami. Untuk itu bukan kah harus ada ikatan yang sah di antara kalian minimal tunangan dulu." ucap papi Basuki.


"Tapi saya memang berasal dari keluarga biasa, om. Saya adalah anak yatim yang hidup bersama ibu saya." ucap Andita setelah diam sejak tadi.

__ADS_1


"Lalu apa yang salah dengan itu, nak? Selama kau mencintai Gilang dan Gilang juga mencintaimu maka tidak ada halangan apapun yang bisa memisahkan kalian. Kami merestui hubungan kalian." ucap mami Ajeng yang di angguki oleh papi Basuki.


Gilang dan Andita saling menatap satu sama lain, "Kalian tidak sedang melakukan drama kan mih, pih? Sungguh katakan hal yang sejujur nya. Jujur saja kalian terlihat berbeda saat ini." ucap Gilang yang masih tidak percaya dengan kejadian yang sudah terjadi dan sensor terjadi saat ini.


"Apa kami begitu di matamu, nak? Orang yang tidak memiliki nurani?" tanya mami Ajeng sedih. Jujur saja dia sedih saat putra yang dia lahitkan meragukan ketulusan nya.


Gilang menggeleng, "Aku hanya sudah terbiasa dengan sikap cuek dan dingin kalian selama ini. Aku belum terbiasa dengan sikap ini. Maaf!" ucap Gilang merasa bersalah.


"Maka untuk itu tidak bisakah kita memperbaiki semua nya dari awal?"

__ADS_1


__ADS_2