My Secret Love

My Secret Love
119


__ADS_3

Husna pun menatap suami nya yang langsung di mengerti oleh Azzam siapa yang di cari oleh istri nya itu. Seolah-olah tatapan mereka bicara hingga tidak smua hal harus di katakan.


"Apa mencari ku?" Tanya Gauri yang tiba-tiba saja sudah ada di sana keluar dari ruangan dosen.


Husna pun segera mendekati Gauri dan memeluk asisten nya itu, "Aku pikir kakak belum datang." ucap Husna begitu melepas pelukan nya.


Gauri pun tersenyum mendengar ucapan Husna, "Mana mungkin kakak gak datang pada hari ujian adik nya." ucap Gauri memposisikan diri nya sebagai kakak untuk Husna karena tugas nya sebagai asisten sudah dia selesaikan.


"Jika begitu apa ada hadiah untukku?" tanya Husna tentu saja bercanda.


"Hadiah? Wah kakak belum sempat membeli nya. Nanti saat ujian sidang kakak akan membelikan sesuatu untukmu." ucap Gauri.


Husna yang mendengar itu pun tertawa, "Aku bercanda kak. Mana mungkin aku meminta hadiah. Kau ada di sini saja akj senang karena kakak yang bertugas membelikan konsumsi." ucap Husna.


Gauri yang mendengar itu pun tersenyum, "Kapan ujian sidang nya?" tanya Gauri.


"Hum, lusa." jawab Husna singkat.

__ADS_1


"Lusa? Apa kau tidak perlu merevisi?" tanya Gauri kaget.


"Ada tapi hanya beberapa catatan kecil saja. Aku ingin segera lulus agar bisa segera bergabung denganmu di perusahaan kak." ucap Husna.


"Hum baiklah. Kakak akan menunggu di sana, nona muda Azarine Salsabila Husna ahh bukan nyonya muda Azzam." ucap Gauri melirik sekilas ke arah Azzam, suami dari nona muda nya itu.


Husna yang mendengar itu pun tersenyum lalu menatap sang suami yang juga ikut tersenyum.


"Selamat untuk kalian bertiga yang hari ini sudah selesai ujian. Aku punya hadiah untuk Betty dan Andita. Maaf untuk anda nona muda hadiah nya menyusul lusa." ucap Gauri segera menuju mobil dan mengambil buket di sana dan segera dia berikan kepada Betty dan Andita.


"Terima kasih nona, kak." Ucap Betty dan Andita bersamaan hingga membuat mereka saling memandang.


Setelah itu mereka mengambil sesi foto di sana. Tentu saja itu adalah momen jadi semua harus di abadikan. Setelah sesi foto selesai.


"Kita makan siang bersama dulu?" tanya Husna.


"Maaf aku tidak bisa ikut. Aku harus kembali ke perusahaan." ucap Gauri.

__ADS_1


"Apa ada rapat penting yang harus di hadiri?" tanya Husna.


Gauri mengangguk, "Ya sudah hati-hati pulang nya. Ingat kakak harus datang lusa dan harus ikut makan siang bersama juga." Ucap Husna yang di angguki oleh Gauri. Lalu setelah itu dia pun segera pamit pulang ke kantor karena harus ikut rapat bersama abi Syarif yang memang datang ke kantor hari ini.


"Ayo kita makan siang bersama." Ucap Husna.


"Maaf Na! Kami tidak bisa ikut hari ini." ucap Gilang.


"Kenapa?" Tanya Husna segera menatap Andita yang menunduk.


Husna pun seketika mengerti, "Ah baiklah. Aku paham. Baiklah hari ini kita tunda acara makan siang bersama karena seperti nya kalian sudah punya janji masing-masing. Tapi ingat lusa kalian tidak boleh menolak untuk ikut makan siang denganku. Luangkan waktu kalian." Ucap Husna.


"Siap nona muda." jawab mereka serempak hingga membuat Husna pun tertawa.


Setelah itu mereka pun segera bubar dari sana. Gilang segera berangkat bareng Andita. Betty pergi dengan Ratna. Sementara Gentala dia mengatakan masih ada sesuatu yang harus dia urus.


Kini di sana tinggallah Azzam dan Husna.

__ADS_1


"Ayo kita kencan istriku." ucap Azzam kemudian.


__ADS_2