
"Maksud nya?" Tanya umi Balqis dengan wajahnya bingung nya.
Abi Syarif dan Zahra pun ikut mencerna apa maksud perkataan Husna.
Sementara Husna justru menatap sang suami yang hanya tersenyum membalas tatapan nya.
"Apa maksud perkataanmu kak?" Ulang Zahra bertanya. Dia sudah penasaran dengan apa yang di maksud oleh kakak ipar nya itu.
Husna bukan nya menjawab justru dia mengusap perut rata nya yang saat ini sedang tumbuh dua makhluk di dalam nya.
Umi Balqis melihat apa yang di lakukan putri nya itu dan kini otak nya sudah terkoneksi pada satu kata. Namun dia takut berharap karena tidak ingin kecewa.
Husna segera menatap sang umi lalu bertanya, "Apa umi tidak ingin menebak nya?" Tanya Husna dengan tetap mengelus perut nya itu. Dia yakin bahwa umi nya sudah memahami isyarat yang dia berikan hanya saja takut mengungkapkan nya.
__ADS_1
Umi Balqis yang mendengar perkataan sang putri pun akhirnya tersenyum karena yakin bahwa apa yang saat ini dia pikirkan itu lah yang sebenar nya terjadi.
Umi Balqis segera memeluk Husna, "Apa cucu umi sudah hadir, nak?" Tanya umi Balqis dengan suara serak karena menahan haru.
Husna yang mendengar ucapan umi nya pun tersenyum dan membalas pelukan umi nya itu, "Sudah enam minggu." Jawab Husna lirih tapi bisa di dengar oleh semua orang yang ada di sana.
Umi Balqis yang mendengar jawaban putri nya itu pun segera melepas pelukan nya dan mengusap perut rata putri nya yang sebenar nya sudah mulai terlihat sedikit buncit hanya saja tertutupi oleh pakaian Husna yang longgar.
"Kakak ipar, apa aku akan menjadi aunty?" Tanya Zahra dengan ekpresi polos nya karena tidak menyangka keinginan nya memiliki keponakan cepat dari Azzam akhirnya terkabulkan.
Husna mengangguk menjawab pertanyaan adik nya itu. Zahra pun kembali memeluk Husna dan mengucapkan selamat untuk kakak ipar nya itu.
"Pantas saja abang sangat protektif padamu kak. Ternyata ini alasan nya. Calon keponakanku sudah ada." Ucap Zahra mendelik ke arah Azzam sebentar sebelum mengusap perut Husna.
__ADS_1
"Hai, ini aunty. Panggil saja Aunty Zahra. Kamu sehat-sehat ya di dalam saja. Jangan membuatmu ibumu ini sakit. Aunty menyayangimu dan tidak sabar bertemu denganmu. Aunty akan menyiapkan banyak hadiah untukmu. Jadi sehat-sehat sampai bertemu dengan aunty ya." Ucap Zahra seolah bicara dengan anak dalam kandungan kakak ipar nya itu.
Husna pun hanya tersenyum mendengar ucapan adik ipar nya itu yang dia artikan sebagai bentuk kasih sayang yang nyata untuk calon kedua buah hati nya.
"Selamat abang." Ucap Zahra memberikan selamat kepada Azzam setelah selesai bicara dengan calon keponakan nya itu.
Abi Syarif pun tidak lupa memeluk putri nya itu dan memberikan selamat serta terima kasih.
"Nak, kau harus menjaga kandunganmu dengan baik. Dia masih sangat kecil. Kehamilan muda seperti ini rentan keguguran. Umi minta kau jangan kelelahan lagi apalagi sampai Hb-mu turun lagi. Kau harus banyak makan." Ucap umi Balqis.
"Aku akan menuruti apapun yang kalian katakan demi kedua buah hatiku." Ucap Husna.
"Apa yang dua?"
__ADS_1