
"Jalal kau sudah melakukan milikmu. Bukan kini saat nya aku menunjukkan millikku."
Kali ini Abrar segera mengucapkan perkataan nya setelah bertepuk tangan sebelum nya atas apa yang di lakukan Jalal.
Abrar segera mengambil sesuatu dari dalam mobil yang ternyata buket bunga juga. Abrar segera berbalik dan berjalan dengan langkah cepat nya menuju satu titik tujuan nya.
Semua orang kini terpaku dan diam melihat Abrar. Seketika semua orang melongo bahkan sampai menutup mulut mereka melihat Abrar yang tiba-tiba berlutut di hadapan Ratna.
"Nona Ratna maukah kau menjadi kekasihku?" tanya Abrar.
Zahra, Betty, dan Andita seketika diam melihat apa yang di lakukan Abrar itu. Ketiga wanita itu saling menatap dan terkejut dengan apa yang di lihat oleh mereka saat ini. Sungguh sesuatu yang sangat di luar dugaan.
__ADS_1
Ratna sendiri pun mengalami hal yang sama. Dia sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Abrar itu. Jujur saja kaki nya goyah saat mendengar ungkapan Abrar itu yang sama sekali tidak romantis walaupun dengan membawa buket bunga di tangan nya.
Ratna tidak berani memandangi sekeliling nya yang sudah dia duga pasti saat ini dia sudah jadi pusat perhatian. Jika dulu dia selalu suka mencari perhatian tapi sekarang dia membenci hal itu dan menganggap nya sebagai sesuatu yang memalukan.
Sementara Jalal dia tidak menyangka bahwa Abrar akan melakukan itu. Dia pikir Abrar hanya datang memberikan ucapan selamat saja. Abrar tidak pernah cerita hal ini pada nya.
Setelah cukup lama dia berlutut dan masih tidak mendapatkan jawaban pun segera menatap Ratna dengan tatapan memelas.
Ratna menghela nafas nya, "Siapa juga yang meminta anda berlutut seperti itu. Berdiri saja jika lelah. Tidak perlu banyak alasan." balas Ratna cuek.
Abrar langsung menggeleng, "Aku adalah pria sejati. Aku tidak akan berdiri sebelum anda menjawab nya apa mau menjadi kekasihku atau tidak. Ini adalah hal yang romantis dalam mengajak seorang gadis menjadi kekasih. Aku tidak akan berdiri sebelum kau memberikan jawabanmu. Ayo jawab jika kau kasihan padaku." ucap Abrar.
__ADS_1
"Dasar konyol. Aku tidak menyangka pak Azzam memiliki asisten seperti anda tuan Abrar. Anda terlihat dingin dan misterius tapi ternyata sangat konyol." ucap Ratna.
Perkataan Ratna itu pun menerbitkan senyum di wajah semua orang yang ada di sana. Ketegangan mereka pun berkurang walaupun masih harus menunggu jawaban yang akan di berikan Ratna.
"Bukan kah kau menyukai orang seperti itu?" balas Abrar lalu melirik Gilang sekilas. Dia tahu bahwa Gilang adalah pria yang pernah di cintai oleh Ratna. Hal seperti itu mudah dia dapatkan hanya dengan satu jentikan jari saja.
Dia tahu bagaimana masa lalu Ratna dan seperti apa sosok gadis itu di masa lalu nya. Tapi tidak masalah lagi untuk nya selama Ratna mau berubah menjadi lebih baik lagi dan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama.
Percaya lah apa yang dia lakukan hari ini bukan lah sesuatu yang tidak terencana. Dia sudah memutuskan hal ini. Dia bukan seseorang yang melakukan sesuatu tanpa di dasari keinginan hati nya.
"Aku tidak ingin memiliki keka--"
__ADS_1
"Baiklah aku setuju. Kita menikah saja."