My Secret Love

My Secret Love
91


__ADS_3

Di pelaminan sana, Husna dan Azzam segera berbalik dan menatap ke arah tamu undangan yang hadir. Husna bisa melihat tatapan kagum bercampur bingung penuh pertanyaan di wajah para tamu.


“Mas, aku yakin saat ini mereka senang bertanya-tanya apa yang sebenar nya terjadi saat ini. Aku yakin mereka itu pasti sangat kepo saat ini.” bisik Husna.


Azzam pun tersenyum mendengar apa yang di ucapkan oleh istri nya itu, “Biarkan saja. Mereka akan tahu nanti. Mereka pasti saat ini bertanya-tanya juga apa hubunganmu dengan umi dan abi hingga mereka berada di sini.” Bisik Azzam.


“He’eh mempelai pria dan juga mempelai wanita di sana, tolong fokus dengan para tamu undangan. Jangan berbisik-bisik ria berdua saja. Tolong lah hargai lah kami di sini yang iri dengan apa yang terjadi.” Itu suara MC yang terdengar.


Azzam dan Husna pun tersenyum hingga Husna pun meminta microphone yang langsung dengan gercep di berikan oleh Gauri, “Terima kasih kak.” Ucap Husna kepada asisten nya itu. Gauri pun hanya mengangguk dan tersenyum.


“Saya Azarine Salsabila Husna memohon maaf kepada para tamu undangan karena sudah mengabaikan kalian. Tapi kalian pasti mengerti jika memiliki suami tampan seperti suami saya ini pasti akan sulit mengalihkan pandangan dari nya.” ucap Husna yang langsung mendapat gelak tawa dari para tamu undangan.


Azzam yang mendengar ucapan istri nya itu pun tersenyum lalu segera mengambil alih microphone dari sang istri, “Tapi sejujur nya saya saat ini sedang cemburu dengan kalian semua. Karena kalian melihat wajah cantik istri saya ini yang sebenar nya ingin saya simpan sendiri. Ingin saya batalkan saja pesta ini tapi ya begitu lah.” Balas Azzam.


“Wah, seperti nya raja dan ratu kita ini sangat bucin satu sama lain.” Timpal MC.


Di bawah sana tepat nya di barisan para bridesmaid dan groomsmen, “Definisi mendapatkan pasangan yang se frekuensi. Jika satu memuji maka yang lain nya pun akan ikut memuji.” Ujar Jalal.


“Bukan kah itu adalah impian semua orang. Pasangan yang peka.” Timpal Andita yang memang mendengar ucapan Jalal.


Gilang yang mendengar apa yang di katakan oleh Andita pun segera menatap lekat wajah Andita, “Aku asal bicara saja. Sudah kita fokus saja.” ucap Andita.


“Maka nya jika mau menimpali sesuatu itu di pikir dulu agar tidak akan salah bicara nanti.” Bisik Betty di sertai dengan senyum di bibir nya menggoda Andita.


Andita pun hanya mendelik ke arah Betty yang menggoda nya.

__ADS_1


Kembali ke depan sana semua orang pun kembali fokus dengan rangkaian acara formal yang sedang berlangsung.


Husna dan Azzam di sana sedang duduk di pelaminan yang sudah di sediakan untuk mereka, “Ada apa sayang?” tanya Azzam melihat Husna yang terlihat tidak nyaman.


Husna pun tersenyum lalu menggeleng, “Tidak apa-apa mas. Hanya saja aku sedikit haus.” Bisik Husna.


“Haus? Ah tunggu sebentar.” Ucap Azzam memberikan kode kepada bawahan nya itu yang langsung di mengerti oleh nya. Tidak lama air mineral pun segera di antarkan dan Azzam pun segera membantu istri nya itu minum.


“Terima kasih mas.” Ucap Husna.


Di bawah sana, “Wah, sangat romantis sekali. Aku jadi ingin juga.” Ujar Kania.


“Ingat, apa tujuan kita datang ke sini. Kenapa kau melupakan nya.” ujar Kirana.


“Maaf, tapi kita memang sudah kalah juga. Untuk apa tetap meneruskan rencana kita. Jika kita sudah tahu hasil nya apa.” balas Kania.


“Apa tidak lebih baik kita mengalah saja. Bukan kah kita memang sudah kalah.” Ujar Kania.


“Aku tidak akan mengalah atau pun tunduk pada orang yang di bawah levelku.” Ujar Kirana. Kania yang mendengar nya pun hanya bisa menghela nafas nya karena tidak menyangka ada orang sekeras batu seperti Kirana. Kania yang pusing memikirkan Kirana yang masih saja keras kepala pun lebih memilih untuk fokus dengan apa yang ada di depan. Fokus dengan acara nya dari pada pusing memikirkan hal yang tidak berguna sama sekali. Sejujur nya dia juga bosan berbuat jahat pada orang lain. Tapi ya begitu lah dia juga tidak bisa mengabaikan Kirana yang memang masih memiliki ikatan keluarga dengan nya.


Setelah melewati rangkaian acara akhirnya acara formal itu selesai juga. Kini di lanjutkan dengan acara yang lain.


“Dengan berakhir nya rangkaian acara formal tadi, mari kita beralih ke acara hiburan dulu karena raja dan ratu kita sedang mengambil foto dulu dengan para tamu undangan.” Itu adalah ucapan MC karena memang di sana di pelaminan sedang terjadi acara sesi foto oleh tamu relasi kedua keluarga.


Setelah sesi foto pertama itu berakhir, Husna dan Azzam pun bertukar pakaian terlebih dahulu. Sekitar setengah jam saja akhirnya kembali dengan pakaian yang lebih santai.

__ADS_1


Husna tidak lagi memakai gaun yang berat seperti tadi dan Azzam masih tetap memakai pakaian formal tapi tidak seberat pakaian tadi yang memang di rancang agar terlihat seperti pangeran dan putri. Ini terkesan lebih sederhana walaupun tetap mewah karena pakaian yang di gunakan oleh kedua nya pun masih saja mahal.


MC pun segera melanjutkan acara nya dengan pengambilan sesi foto dulu bersama para tamu undangan terutama teman-teman Husna dan Azzam, “Mas, gaun ini lebih ringan dari yang tadi. Aku menyukai nya. Tidak butuh effort lebih untuk ini.” ujar Husna tersenyum.


Azzam pun ikut tersenyum, dia memang sudah sangat tahu bahwa istri nya itu lebih menyukai pakaian yang sederhana dan ringan dari pada yang mewah. Tapi tentu saja untuk pesta dari putri tunggal seperti Husna tidak boleh sederhana. Jadi ini lah alasan kenapa pesta ini bisa sangat megah dan mewah.


“Husna, kau sangat cantik.” ucap teman seangkatan Husna yang memang tidak pernah ikut menghakimi nya.


Husna pun hanya tersenyum saja mendengar ucapan teman-teman nya itu. Hingga tatapan nya beradu dengan tatapan Kirana dan Kania.


“Kalian datang.” ucap Husna saat Kirana dan Kania menyalami nya.


“Tentu saja kami datang. Bukan kah kami ingin melihat pestamu.” Balas Kirana.


Husna pun tersenyum, “Lalu bagaimana kesan yang kau dapatkan dengan pesta ini?” tanya Husna.


“Harus aku akui ini sangat mewah dan megah. Tapi tentu saja aku ragu bagaimana bisa kau membuat pesta semewah ini.” ucap Kirana lagi.


“Kau akan mendapatkan jawaban untuk itu.” bukan Husna yang menjawab tapi Azzam.


“Tentu saya juga menunggu waktu itu tiba. Saya sangat ingin tahu agar semua nya jelas.” Ucap Kirana lagi.


“Semoga saja kau tidak akan pingsan jika tahu nanti. Siapkan jantungmu agar tidak kena serangan jantung nanti.” Ucap Azzam lagi.


“Silahkan nikmati pesta nya.” sambung Husna.

__ADS_1


Kirana pun hanya bisa mengepalkan tangan nya tanda dia sangat kesal saat ini. Tapi dia akan bersabar menunggu sampai waktu nya tiba. Dia ingin melihat hal yang yang membuat mereka sangat sombong seperti itu.


__ADS_2