My Secret Love

My Secret Love
76


__ADS_3

“Mas!”


Husna memanggil suami nya itu dengan nada rendah nya yang hanya di balas oleh Azzam dengan senyuman dan usapan di kepala istri nya. Hingga membuat Gilang yang melihat itu ikut tersenyum. Kini dia sadar bahwa cinta nya kepada Husna tidak sebesar cinta Azzam untuk Husna. Dia bisa melihat cinta yang besar di mata Azzam untuk Husna begitu juga sebalik nya.


Husna yang mendapat usapan di kepala nya itu pun terdiam dan tersenyum. Dia menurut saja dengan apa yang di lakukan suami nya itu.


“Kalian pasti bertanya-tanya dan sudah menduga-duga dari berita yang kalian dengar selama ini berembus. Untuk itu saya dan Husna akan mengklarifikasi nya untuk kalian di sini. Semoga saja kalian tidak akan bertanya-tanya lagi. Sebenar nya ini tidak perlu di lakukan tapi untuk menghilangkan dugaan kalian itu hal ini harus di lakukan. Saya harap kalian tidak akan bertanya-tanya lagi setelah ini.” ucap Azzam.


Semua orang pun serius mendengarkan ucapan Azzam itu dan menunggu kelanjutan dari apa yang nanti nya akan di ucapkan oleh Azzam selanjut nya, “Sayang!” ucap Azzam menatap Husna yang di balas oleh Husna dengan anggukan tanda dia setuju dengan apapun yang akan nanti nya di katakan oleh suami nya.


“Saya dan Azarine sudah menikah sekitar kurang lebih 3 minggu lalu. Untuk perayaan pernikahan kami nanti akan di lakukan seminggu lagi dari hari ini tepat di hari ulang tahun istri saya yang ke 21 tahun.” Ucap Azzam.


Betty, Andita dan Zahra hanya tersenyum saja karena memang mereka sudah tahu hal ini dan sudah mendengarkan hal ini juga sebelum nya. Mereka tidak sekaget tiga orang lain nya. Terlebih Ratna yang hanya mendengar cerita dari orang-orang saja. Dia masih tidak percaya bahwa Husna dan Azzam itu sudah menikah tapi ternyata memang begitu ada nya.


Sementara Gilang dan Gentala bukan berita pernikahan Husna dan Azzam yang membuat mereka kaget tapi ulang tahun Husna di mana dia ternyata baru berusia semuda itu, “Na, jadi kau yang termuda di angkatan kita?” tanya Gentala tidak percaya.


Husna pun tersenyum lalu mengangguk, “Wah, kau memang benar-benar sangat menjaga privasi. Kami bahkan tidak bisa menembus hal itu. Lalu kau juga berulang tahun kami tak pernah kau undang.” Ucap Gentala lagi.


“Maaf!” ucap Husna.


“Hum, tidak masalah. Tapi apakah untuk ulang tahunmu kali ini kami juga tidak akan di undang?” kali ini Gilang yang bicara.


“Itu tentu saja kalian akan di undang. Semua nya akan di undang karena ini selain perayaan ulang tahunku perayaan pernikahanku juga. Aku tidak akan menutupi apapun lagi dari kalian. Aku adalah putri tunggal dari pemilik perusahaan ASH Industries.” Ucap Husna lagi dan lagi kini hanya bisa membuat Gilang, Gentala dan Ratna kaget dan terkejut.

__ADS_1


“Apa kau tidak berbohong Na?” tanya Ratna dengan raut wajah nya yang merasa bersalah. Pasal nya selama ini dia sering mengejek Husna yang pakaian nya tidak modis dan tidak pernah memakai mobil mewah ke kampus. Lebih memilih memakai vespa nya.


Husna yang mendengar pertanyaan Ratna pun tersenyum lalu mengangguk, “Iya aku adalah putri mereka. Tapi tenang saja bersikap lah seperti biasa saja. Seperti saat kalian mengenalku selama ini. Jangan sungkan atau merasa tidak enak padaku. Aku sudah memaafkan kalian. Emm … lagi pula aku berharap kalian membantu dalam persiapan pesta pernikahanku dengan mas Azzam.” Ucap Husna memandangi suami nya itu dengan penuh cinta yang tentu saja di balas oleh Azzam dengan rangkulan.


“Ahh … baiklah. Kami akan membantu ibu dosen.” Ucap Gentala tertawa.


“Ck … kau bisa saja kak Gen.” balas Husna.


Gentala yang mendengar ucapan Husna pun seketika cemberut, “Ck, jangan mengataiku seperti itu Na. Kita seangkatan. Lagi pula usia kita tidak terpaut jauh kok. Hanya dua tahun lebih beberapa bulan saja.” ucap Gentala.


“Dua tahun lebih itu waktu yang banyak Gentala. Seperti nya memang istri saya harus memanggil kalian kakak.” Ucap Azzam.


“Ouh kami tidak menerima itu pak Azzam.” Protes mereka semua kecuali Zahra yang hanya tertawa saja melihat itu.


“Aku dan kakak ipar hanya terpaut 1 tahun dua bulan saja.” jawab Zahra.


“Kenapa menanyakan itu Bet?” tanya Husna.


“Aku hanya melakukan perintah seseorang saja.” ucap Betty melirik Gentala.


“Kenapa kau melirikku Bet?” tanya Gentala tidak terima di lirik oleh Betty.


Betty pun menggeleng lalu tertawa. Mereka pun setelah itu menikmati waktu mereka di sana bersama sampai akhirnya mereka pulang.

__ADS_1


“Pak Azzam bisakah saya mendapatkan nomor telepon adik anda?” tanya Gentala kepada Azzam saat mereka berada di tempat parkiran. Ada Zahra di sana. Dia juga mendengar ucapan Gentala itu karena dia memang berada tepat di samping Husna.


Azzam yang mendengar itu pun segera menatap sang adik yang kini hanya menyembunyikan wajah nya di dada Husna, “Aku memberimu izin untuk itu. Tapi kau minta lah sendiri pada orang nya. Dia sendiri yang berhak memutuskan kehidupan nya. Tapi satu hal yang perlu kau ingat. Jangan permainkan adik saya. Jika kau serius maka datang saja ke rumah dan minta lah dia secara baik-baik. Dia satu-satu nya adik yang saya punya jadi sudah pasti kau mengerti apa yang harus di lakukan oleh seorang pria saat meminta seorang gadis untuk bersama nya. Segera lah lulus dan datang saja. Jika kau memenuhi kriteria yang sudah saya tetapkan maka pasti kau akan lulus.” Ucap Azzam tegas.


“Baiklah. Saya pasti akan datang dan bertamu ke rumah anda nanti.” Balas Gentala juga tegas.


Azzam pun tersenyum lalu mengangguk, “Sayang, ayo kita masuk. Dek, bicara lah dengan Gentala sebentar.” Ucap Azzam lalu segera membawa Husna masuk mobil dan meninggalkan Zahra dan Gentala yang kini saling diam-diaman.


“Aku pamit kak.” Ucap Zahra hendak berbalik tapi di tahan oleh Gentala di lengan nya.


“Nomor telepon!” mohon Gentala.


“Bukan kah untuk mendapatkan hal itu bukan sesuatu yang mudah untukmu kak. Aku bukan kakak ipar yang menyembunyikan identitasku.” Ucap Zahra.


“Apa itu arti nya aku bisa mendapatkan nomormu?” tanya Gentala lagi memastikan. Zahra hanya tersenyum saja membalas nya lalu dia segera masuk ke dalam mobil.


Gentala yang menganggap senyuman dari Zahra itu sebagai jawaban iya pun tersenyum senang memandangi mobil Azzam yang sudah melaju lebih dulu.


“Hmm, cielah orang yang sedang berbunga-bunga karena sudah mendapat sambutan. Gercep juga kau.” Ucap Betty menggoda Gentala.


“Aku sudah belajar dari pengalaman seseorang.” Ucap Gentala lirih yang di balas dengan kekehan oleh Betty.


“Aku mendengar nya Gen.” ucap Gilang. Gentala yang mendengar ucapan sepupu nya itu pun seketika menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.

__ADS_1


__ADS_2