
"Apa jangan-jangan kau--"
"Apa?" tanya Husna saat Betty tidak melanjutkan ucapan nya. Hanya menggantung hingga membuat nya penasaran. Dan seperti nya bukan hanya dia saja yang penasaran karena Gilang dan Gentala juga yang sejak tadi fokus dengan lembaran kertas di hadapan mereka kini menatap Betty menantikan lanjutan perkataan gadis itu. Andita sendiri juga melakukan hal yang sama.
Betty yang melihat ekspresi penasaran dari teman-teman nya itu pun seketika tertawa, "Hahahah, ekspresi kalian sungguh lucu." Ucap nya masih tertawa.
Husna pun mendesis mendengar ucapan yang keluar dari bibir Betty yang seperti biasa suka menggoda mereka ketika serius. Memang definisi susah di ajak serius.
"Ck ... Katakan saja lanjutan nya jika memang itu menurutmu perlu di katakan Bet. Tidak perlu menggantung kami seperti itu. Apa kau pikir kami ini jemuran?" ucap Gentala.
Betty pun menatap sinis ke arah Gentala, "Sensi banget sih kau Gen." ucap Betty.
Husna pun yang mendengar itu memilih mengambil salah satu camilan yang di bawa nya itu dan segera membuka nya. Dia sudah tidak tertarik lagi ingin tahu apa lanjutan ucapan Betty yang membuat nya pusing saja.
"Ehh ... Kau tidak boleh makan ini, Na." Larang Betty segera mengambil camilan dari tangan Husna.
"Kenapa?" itu suara Husna dan Andita bersamaan.
"Karena aku berpendapat bahwa saat ini sudah ada calon keponakan kami di sini." Jawab Betty menyentuh perut Husna.
__ADS_1
Kini semua orang melihat ke arah Betty dan Husna. Husna sendiri pun tersenyum mendengar ucapan Betty itu.
"Aamiin. Semoga saja ya." sahut Husna.
"Jadi benar Na? Kau hamil saat ini?" Tanya Andita terkejut bercampur penasaran.
Husna menggeleng, "Aku tidak tahu. Hanya saja aku sedang mengaminkan doa yang baik. Siapa tahu saja benar bukan. Lagi pula aku juga memiliki harapan yang sama." Jawab Husna.
"Yah ... Kami pikir kau sudah hamil, Na." ucap Gentala.
Husna pun kembali tersenyum lalu mengusap perut nya sendiri seolah menyelipkan doa di sana agar harapan itu segera terkabul.
"Iya kan? Aku juga melihat itu. Kau seolah sudah memiliki aura seorang ibu, Na." timpal Betty.
"Na, kau belum memeriksa nya?" tanya Andita.
Husna kembali menggeleng, "Aku takut kecewa jika hasil nya tidak sesuai dengan apa yang ku harapkan." jawab Husna.
"Apa kau sudah menstruasi?" tanya Betty lirih karena dia sadar hal ini bersifat privasi.
__ADS_1
"Terakhir kali setelah beberapa hari aku akad. Setelah itu tidak lagi--"
"Itu berarti bisa saja kau hamil, Na. Akad pernikahan kalian kan sudah hampir dua bulan." potong Betty.
Andita yang mendengar itu pun mengangguk setuju, "Benar itu, Na. Bukan kah lusa dua bulan?" ucap Andita.
Husna diam dan mengangguk, "Tapi tanggal menstruasiku itu tidak teratur. Kadang bisa sampai tiga bulan aku tidak mengalami menstruasi. Jadi bisa saja ini juga seperti itu." jawab Husna seketika meruntuhkan harapan semua orang di sana yang seperti nya sudah sangat bersiap menjadi aunty dan uncle.
"Tapi apa salah nya di test, Na." ucap Betty.
Husna pun tersenyum mendengar ucapan Betty, "Aku juga berencana mencoba nya tapi aku masih ingin menyiapkan mentalku dulu agar tidak kecewa nanti jika tidak sesuai dengan harapanku. Untuk saat ini aku masih harus fokus dulu dengan ujian akhirku besok." ucap Husna.
Betty dan Andita pun mengangguk mengerti.
"Apapun hasil nya kami yakin itu yang terbaik, Na." ucap Andita.
Husna pun mengangguk dan tersenyum.
"Aku juga berharap saat ini aku memang hamil." batin nya.
__ADS_1