
Azzam segera mendekati dokter, "Bagaimana keadaan istri saya dokter?"
Azzam bertanya dengan nada khawatir nya dan kembali melihat sang istri yang berbaring di ranjang pasien bersama perawat.
Dokter mengikuti arah pandangan Azzam lalu dia tersenyum karena bisa melihat betapa seorang pria yang mengkhawatirkan wanita nya.
"Dia baik-baik saja tuan. Anda tidak perlu mengkhawatirkan nya. Dia hanya kelelahan dan Hb nya sedikit di bawah normal. Tapi untung saja belum masuk ke fase anemia. Namun dia tetap membutuhkan tranfusi darah. Kami baru memberi nya obat sebelum nanti menerima tranfusi darah. Berhubung juga kesediaan golongan darah nya sedang kosong di rumah sakit dan kami sedang menghubungi pihak penyedia darah. Tapi sekali lagi dia baik-baik saja. Saya justru ingin memberikan kabar baik--" ucapan dokter terhenti karena tiba-tiba ada yang menyela.
"Apa putri kami baik-baik saja dokter?" potong abi Syarif yang berjalan cepat dengan umi Balqis di samping nya serta Zahra dan Gauri yang ikut dari belakang.
__ADS_1
Azzam yang melihat itu pun hanya bisa menarik nafas nya. Dia yang tidak ingin mertua nya itu ikut khawatir justru kini ada di rumah sakit di usia mereka yang rentan terhadap penyakit. Tapi ini salah nya juga yang tidak meminta Gauri dan Zahra untuk menahan mertua nya itu tetap di rumah.
Dokter itu pun menatap abi Syarif dan umi Balqis dengan tersenyum sungkan karena tidak menyangka bahwa dia baru saja memeriksa putri tunggal dari pemilik perusahaan nomor satu yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan. Tapi dia yang tidak begitu memperhatikan dan hanya sekilas tahu hingga tidak begitu hafal wajah putri tunggal dari kedua pengusaha di hadapan nya itu. Mungkin kesibukan nya juga yang padat di rumah sakit hingga membuat nya tidak punya waktu mengenai dunia luar.
"Dia baik-baik saja tuan, nyonya. Dia hanya kelelahan saja." jawab dokter singkat. Dia tidak mengatakan apa yang dia katakan pada Azzam karena memahami kondisi kedua orang tua di hadapan nya itu.
Sementara abi Syarif menarik nafas lega, "Nama nya juga khawatir, Mi. Apalagi kita hanya punya dia. Dia dunia abi. Syukur lah dia baik-baik saja." ucap abi Syarif.
"Apa kami bisa melihat nya dokter?" lanjut abi Syarif yang tetap ingin memastikan bahwa putri nya itu baik-baik saja dengan melihat Husna secara langsung.
__ADS_1
"Anda bisa melihat putri anda begitu dia di pindahkan ke ruang perawatan tuan." jawab dokter itu dengan tersenyum.
Abi Syarif pun mengangguk mengerti dan bertepatan dengan hal itu, ranjang pasien Husna pun di dorong keluar menuju ruang perawatan. Dia memang harus di rawat di rumah sakit sampai Hb nya kembali normal dan menerima tranfusi darah.
Perawat segera mendorong ranjang pasien dengan Husna di atas nya menuju ruang perawatan.
Abi Syarif dan umi Balqis pun segera mengikuti dari belakang. Azzam yang hendak ikut terhenti begitu mendengar ucapan dokter.
"Kita bicara sebentar tuan. Anda harus tahu seluruh laporan kesehatan istri anda."
__ADS_1