My Secret Love

My Secret Love
86


__ADS_3

Suasana ball room hotel yang akan jadi tempat resepsi pernikahan Husna dan Azzam sudah mulai ada tamu undangan yang berdatangan.


Di sana juga ke empat bridesmaid Husna sudah berada menerima tamu undangan, “Zahra, di mana itu asisten abangmu? Kenapa para groomsmen itu belum juga datang?” tanya Betty berbisik pada Zahra yang memang di samping nya.


“Zahra juga gak tahu kak Betty.” Balas Zahra berbisik juga.


“Kalau Gentala di mana? Masa iya kamu gak tahu juga.” Ucap Betty lagi.


“Mungkin sedang bersiap kak.” Balas Zahra.


“Masa lama sih. Mereka saja kalah sama kita. Apa ini dunia terbalik?” tanya Betty.


Zahra yang mendengar ucapan Betty pun tersenyum dan mengangguk, “Mungkin.” Ujar nya.


“Dita, kira-kira apa yang menjadi topic yang mereka bicarakan?” tanya Ratna kepada Andita.


“Siapa?” tanya Andita yang memang fokus dengan tamu undangan sehingga dia tidak tahu siapa yang di maksud oleh Ratna.

__ADS_1


“Itu Zahra dan Betty? Mereka saling bisik-bisik tadi.” Ujar Ratna.


Andita pun menatap Zahra dan Betty lalu menggeleng, “Hum, aku juga gak tahu. Tapi mungkin saja Betty menanyakan keberadaan asisten itu.” jawab Andita asal.


“Apa iya? Kalau begitu aku juga mau tahu. Aku tidak mau kalah.” Ujar Ratna.


Andita yang mendengar itu pun tersenyum, “Apa kau yakin menerima tantangan dari Betty itu?” tanya Andita.


Ratna yang mendengar nya pun mengangkat alis nya lalu tersenyum, “Hum, aku hanya ikut ramai saja. Lagi pula kan tidak seru jika Betty tidak punya saingan.” Balas Ratna. Andita yang mendengar nya pun terkekeh.


“Selamat pagi para nona!” sapa Gentala tersenyum ramah tapi tatapan nya tertuju ke arah Zahra yang terlihat sangat cantik dan manis di mata nya saat ini.


“Pagi! Kenapa kalian sangat lelet seperti itu. Kami saja kalah.” Balas Betty sinis menatap Gentala.


“Ck, kami itu masih ada urusan dengan mempelai laki-laki jadi terlambat datang ke sini.” Bela Gentala.


“Ahh alasan.” Balas Betty lagi.

__ADS_1


“Sudah, jangan bertengkar.” Ucap Andita melerai hingga tindakan nya itu mengurai senyum di bibir Gilang.


“Ohiya, kenalkan ini pasti kedua asisten abangku. Wahai kedua kakak perkenalkan diri kalian agar kami semua bisa mengenal kalian.” ujar Zahra mengalihkan topic.


Jalal dan Abrar pun saling memandang satu sama lain mendengar ucapan Zahra yang memang mereka kenal sebagai adik dari bos mereka, “Ehm, perkenalkan saya Jalal Abdul Halim, panggil saja Jalal.” Ujar Jalal mengenalkan diri nya.


Zahra pun mengangguk lalu dia beralih menatap Abrar. Abrar hanya diam saja dan baru bersuara begitu di berikan kode oleh Jalal, “Saya Abrar.” Ucap Abrar singkat. Sungguh, dia malas berada di keramaian seperti ini. Jika saja bukan ancaman Azzam maka dia tidak akan berada di sini.


“Ouh, baiklah kak Jalal dan juga kak Abrar. Perkenalkan, ini kak Betty, kak Ratna dan kak Andita. Lalu aku adalah Zahra adik nya abang Azzam. Ohiya untuk dua laki-laki di samping kalian tidak perlu di kenalkan lagi bukan karena kalian pasti sudah saling berkenalan.” Ucap Zahra.


“Ahh itu benar nona. Kami sudah berkenalan tadi.” Ujar Jalal ramah.


“Hum, jangan memanggilku nona. Aku bukan majikan kalian. Lagi pula hari ini kalian bertindak sebagai sahabat abang.” Ujar Zahra penuh senyum.


“Kau cantik!” celetuk Abrar hingga membuat mereka semua menatap nya dengan tatapan yang berbeda-beda.


“Kenapa kalian menatapku begitu? Apa aku salah?”

__ADS_1


__ADS_2