
Andita pun menatap Husna dengan lembut, “Aku hanya ingin lulus saja dengan nilai yang memuaskan dan bekerja untukmu, Na. Untuk hadiah yang lain terserah abi dan umi saja mau memberikan apa.” ucap Andita.
“Hey … aku sudah mempersilahkanmu untuk meminta hadiah. Abi juga mengatakan nya dengan jelas yaitu katakan sebuah permintaan. Ingat permintaan bukan pemberian hadiah.” Ucap Husna.
“Nak katakan saja tidak perlu ragu apapun permintaanmu.” Ucap abi Syarif.
Husna pun mengangguk dan menatap teman nya untuk sekali lagi tidak ragu mengatakan keinginan nya, “Emm … baiklah. Dita punya permintaan lagi ini mungkin agak besar dari permintaan sebelum nya. Dita harap abi dan umi tidak keberatan nanti.” Ucap Andita.
“Katakan saja nak. Tidak perlu ragu.” Ucap umi Balqis tersenyum.
“Dita ingin memiliki sebuah toko bunga.” Ucap Andita menunduk takut permintaan nya itu terlalu besar.
Abi Syarif dan umi Balqis serta Husna yang mendengar itu pun tersenyum, “Toko bunga? Apa kau ingin jadi seorang florist nak?” tanya umi Balqis.
Andita pun mengangguk, “Dita sedikit tahu hal itu umi. Merangkai bunga.” Ucap Andita.
__ADS_1
“Baiklah jika memang itu permintaanmu nak. Anggap saja kau sudah memiliki nya. Kau akan jadi pengelola nya. Lagi pula umi pun menyukai bunga bukan. Jadi bisa saja bunga milik umi di jual di sana.” Ucap abi Syarif.
“Hum … aku setuju. Kenapa juga aku bisa lupa kau bisa merangkai bunga. Maaf aku melupakan hobimu itu.” ucap Husna.
Andita menggeleng, “Tidak masalah kok. Aku memang tidak begitu menekuni hobiku itu.” ucap Andita.
“Tidak … mulai sekarang kau harus menekuni nya. Aku yang akan berinvestasi di sana. Bisa kan suamiku?” tanya Husna menatap sang suami.
Azzam pun mengangguk, “Tentu saja bisa sayang.” balas Azzam.
“Tentu saja, Na. Kenapa kau bertanya seperti itu. Aku senang bisa bekerja denganmu.” Ucap Andita.
“Jika kakak ipar ikut. Aku juga mau ikut berinvestasi kak.” Ucap Zahra tiba-tiba.
“Bisa kan bang?” sambung nya menatap sang abang.
__ADS_1
Azzam kembali mengangguk, “Baiklah di putuskan begitu saja. Mulai sekarang kau cari lah tempat yang kau inginkan untuk jadi pusat toko nya.” ucap abi Syarif.
“Ingat jika kau butuh bantuan maka katakan kepada umi dan abi, nak. Tidak perlu ragu.” Sambung umi Balqis.
Andita dan ibu nya pun mengangguk dan tidak lupa mereka mengucapkan banyak terima kasih atas kebaikan keluarga Husna yang sudah memberikan mereka tempat tinggal dan kini memberikan hadiah yang besar untuk Andita.
“Okey … sekarang permintaan kakak ipar apa? Aku penasaran dengan apa yang akan di minta oleh kakak ipar.” Ujar Zahra.
“Iya … katakan apa permintaanmu nak?” ucap umi Balqis.
Husna pun tersenyum dan menatap suami nya yang juga ikut tersenyum dan mengangguk meminta Husna mengajukan permintaan nya yang sebenar nya ada campur tangan Azzam di dalam nya karena dia yang membisikkan nya tadi.
“Husna hanya punya satu permintaan kecil saja tapi seperti nya akan memakan banyak waktu untuk malam ini pembahasan nya.” ujar Husna menjeda ucapan nya.
“Husna ingin mendengarkan perjalanan kisah cinta abi dan umi. Abi dan Umi belum pernah bercerita mengenai hal itu. Husna ingin tahu semua nya. Mulai dan abi dan umi pertama kali bertemu di mana lalu sampai bagaimana bisa menikah.” Lanjut Husna.
__ADS_1