My Secret Love

My Secret Love
Kehadiran Si Kembar


__ADS_3

Nala menjelaskan jika dia tidak pernah merespon sama sekali apa yang Radit nyatakan padanya.


"Aku hanya berterima kasih atas kebaikan Mas Radit padaku selama ini. Mas Radit pernah menyatakan cintanya padaku beberapa kali. Namun, aku tidak pernah merespon pernyataan cintanya. Aku mengatakan pada Mas Radit beberapa kali jika aku tidak bisa mencintainya karena aku hanya mencintai satu orang, yaitu Akira suamiku. Bahkan di perkampungan itu Mas Radit juga kembali menyatakan cintanya dan aku tetap dengan jawaban yang sama menolaknya."


"Bahkan kekasih berengsek kamu itu sudah berani menculik Nala dan akan membawanya pergi. Andai Nala tidak menghentikan aku waktu itu, sudah aku buat dia lenyap dari muka bumi ini."


"Bagaimana kamu bisa sampai hamil dengan mas Radit, Ta?"


"Ini buah cintaku sama mas Radit sebelum kamu kembali hadir dalam kehidupan kami lagi, Nala. Jujur saja, aku ingin kamu lenyap dari bumi ini agar mas Radit tidak teringat kamu terus bahkan dalam tidurnya."


"Apa kamu bilang?" Akira terlihat marah.


"Akira." Nala menggelengkan kepalanya mencoba menahan amarah suaminya.


"Waktu Nala pergi dan di pecat dari cafe itu mas Radit tampak frustasi, dia sangat shock mencari Nala tapi tidak dapat bertemu. Aku mencoba membuat mas Radit agar dapat melupakan Nala. Aku selalu berusaha mendekati Mas Radit terus, sampai akhirnya aku mengatakan agar dia melupakan kamu dan berusaha mencintaiku yang selalu mencintainya."


"Dia membohongi kamu ternyata," ledek Akira.


"Malam itu terjadi. Aku dan mas Radit melakukannya dengan sadar, aku yakin dia sudah melupakan kamu dan bisa menerimaku hadir menggantikan tempat kamu, sampai akhirnya kita benar-benar saling melengkapi walaupun diam-diam dari ibu dan omnya."


"Ya, Ampun, Ta. Kamu kenapa langsung percaya begitu saja dan menyerahkan semuanya?"


"Mas Radit mencintaiku Nala. Andai dia tidak bertemu kamu di perkampungan itu, kita pasti sudah menikah, dia menjanjikan untuk menikahiku, tapi saat aku menghubunginya. Sikap mas Radit mulai berubah dan aku mencari tau kenapa dia berubah. Ternyata ada kamu di sana dan dia mengatakan jika dia tidak bisa melupakan kamu selama ini. Aku hanya orang yang hadir sementara untuk mengobati sedikit kerinduannya pada kamu." Air mata yang di tahan Tata akhirnya tidak dapat terbendung lagi dan akhirnya dia menangis di sana.


"Ta, aku minta maaf jika aku secara tidak sengaja bahkan aku tidak tau jika kamu sudah mengalami hal semenyakitkan ini." Nala yang duduk di depan Tata memegang tangan Tata.


"Ini memang semua salah kamu, Nala."


"Sekali lagi aku tekankan sama kamu, Tata! Ini semua bukan salah istriku. Raditlah yang salah serta kebodohan kamu yang percaya begitu saja pada Radit!" Akira tampak emosi.


"Ta, apa yang bisa aku lakukan untuk kamu agar kamu tidak merasa semakin bersedih?"

__ADS_1


Tata melihat ke arah Nala dengan kedua mata sembab. "Bebaskan mas Radit agar aku dan dia bisa menikah dan kami bisa hidup bersama dengan bahagia bersama anak kami."


"Apa? Kamu sudah gila? Aku tidak akan membuat pria sakit jiwa itu bebas dan membahayakan keselamatan nyawa Nala," ucap Akira tegas.


"Mas Radit tidak akan membahayakan nyawa Nala, aku akan membuat mas Radit benar-benar melupakan Nala nantinya."


"Akira apa--."


"Tidak. Jangan merengek padaku, Nala. Mereka berdua pasangan sakit jiwa, dan aku tidak akan membahayakan diri kamu."


"Apa kamu tidak kasihan dengan bayi yang nanti aku lahirkan? Kamu juga akan menjadi seorang ayah nantinya. Aku hanya ingin Mas Radit bebas dan aku bisa memiliki kehidupan yang bahagia yang sama seperti apa yang kamu dan Nala jalani."


"Kamu, Radit dan kehidupanku dengan Nala adalah dua hal yang berbeda, Tata," ucap Akira marah.


***


Hari yang di nanti oleh Akira dan Nala telah tiba. berada di ruang perawatan menunggu waktu untuk melakukan operasi. Akira setia


menemani istrinya yang tengah berbaring dengan menggunakan baju medis, di sana


“Mom, apa sakit ya operasi melahirkan itu?” tanya Orlaf.


“Mommy dulu tidak terasa sakit saat melahirkan Rhein.”


“Memangnya hanya Kak Rhein yang Mommy lahirkan dengan proses operasi?”


“Iya, hanya Rhein yang waktu itu mommy harus melakukan operasi karena dia sangat besar bayinya, apalagi tali pusarnya melingkar di


lehernya.”


“Pantas saja, dia anak Mommy yang paling susah diatur dan bandel.” Orlaf terkekeh.

__ADS_1


Nala yang mendengarnya terkekeh pelan. Akira melihat Nala tertawa kecil saat mommynya menceritakan tentang Rhein. “Kenapa terlihat begitu bahagia? Apa kamu teringat dengan adik ipar kamu yang sekaligus pernah mengisi


hati kamu?” ucap Akira pelan.


Nala melirik pada suaminya. “Kamu itu kenapa? Cemburu pada adik sendiri? Bagaimanapun Rhein itu adik ipar aku yang baik, dia juga selalu


menolongku dan aku yakin cinta dia sama aku tulus. Daripada--.” Nala melirik pada Akira.


“Daripada apa? Cintaku juga tulus sama kamu, hanya saja memang dulu aku pernah melakukan kesalahan yang sebenarnya sudah aku sadari, tapi karena sifatku yang dulu tidak bisa menerima kekalahan akhirnya aku berbuat hal yang salah.”


Nala memeluk Akira. “Apa kita tidak bisa membahas hal lainnya? Kita tidak perlu mengingat hal yang sudah lama berlalu, sekarang kita akan memiliki bayi kembar.”


“Maaf, aku tidak akan memulai membahas hal yang dulu.”


“Sayang.” Nala mengangkat kepalanya melihat pada suaminya. “Apa kamu sudah menyiapkan nama untuk bayi kembar kita?”


“Iya, mommy juga mau tanya apa kalian sudah menyiapkan nama untuk mereka?” tanya Kei. Akira melihat pada Nala dan kedua wanita paruh baya di depannya. “Jangan bilang kamu belum mencari nama untuk bayi kembar kamu?”


“Aku memang belum menyiapkan nama untuk mereka, Mom,” ucap Akira lirih.


“Kalau begitu kita beri nama mereka Rena dan Reno saja,” celetuk Nala.


“Apa? Reno? Enak saja, kenapa nama Reno di bawa-bawa? Itu anakku, bukan anak Reno,” ucap Akira kesal.


“Aku tau ini anak kamu, semua orang juga tau ini anak kamu. Aku hanya mengambil nama Reno saja. Salah sendiri kenapa kamu tidak menyiapkan nama untuk anak kita?”


Mereka berdua malah berdebat lucu masalah nama, sampai akhirnya Nala di datangi perawat dan akan di bawa ke ruang operasi. Akira


mendorong kursi roda Nala menuju ruang operasi. Nala tampak takut dan cemas,


dia tidak hentinya memegang erat tangan suaminya.

__ADS_1


“Kamu tenang saja, mommy sudah pernah bercerita tentang pengalaman operasi waktu melahirkan Rhein dulu dan tidak akan terjadi apa-apa dengan kamu dan bayi kita.”


Proses operasi berlangsung. Akira masuk ke ruang operasi menemani istrinya. Di luar, Kei, bibi Anjani dan Orlaf menunggu dengan cemas.


__ADS_2