My Secret Love

My Secret Love
147


__ADS_3

Kini mobil milik Gilang sudah tiba di kediaman nya. Penjaga kediaman segera membukakan pintu untuk nya begitu mereka mengenali siapa pemilik mobil.


Gilang segera memarkirkan mobil nya tepat di samping mobil kedua orang tua nya. Setelah itu dia melepas seat beal nya dan segera turun dari mobil. Andita sendiri pun ikut melepas seat beal nya tapi dia menarik nafas panjang dulu sebelum turun dari mobil yang sudah di bukakan pintu oleh Gilang.


Gilang sendiri memahami ketegangan di wajah Andita. Dia juga ikut merasa tegang tapi dia berusaha untuk tetap tenang karena dia datang ke sini ingin bicara baik-baik dengan kedua orang tua nya. Ingin mengenalkan Andita sebagai kekasih nya yang akan jadi tujuan masa depan nya. Jika kedua orang tua nya tidak bisa di ajak kerja sama maka pilihan memberontak akan dia lakukan.


Menjadi anak durhaka yang mungkin saja akan di keluarkan dari keluarga besar nya. Tapi dia ingin memperjuangkan kebahagiaan nya tanpa aturan dari kedua orang tua nya yang bahkan tidak memperhatikan nya dan hanya memberikan materi.


Dia memang hidup berkelimpahan tapi semua itu tidak ada arti nya jika tanpa di barengi kasih sayang dari kedua orang tua nya. Dia ingin memiliki keluarga seperti yang di miliki Husna.

__ADS_1


Mereka sama-sama berstatus sebagai anak tunggal dan berasal dari keluarga yang berada tapi Husna memiliki keluarga yang menyayangi nya dan selalu ada untuk nya. Walaupun Husna selama ini hidup tanpa identitas nya.


Gilang segera menggandeng tangan Andita dan berjalan menuju pintu utama yang masih tertutup. Gilang segera membunyikan bel yang tidak lama segera di buka oleh kepala pelayan di kediaman orang tua nya itu.


Gilang menatap kepala pelayan yang memang dekat dengan nya itu. Dia tidak melihat ada raut keterkejutan di wajah pria berunur kepala lima itu melihat nya datang ke kediaman dengan seorang gadis di samping nya.


"Silahkan masuk tuan muda. Tuan besar dan nyonya sudah menunggu." ujar kepala pelayan itu dengan ramah dan tersenyum. Dia sudah bisa menebak sosok gadis di samping tuan muda nya itu siapa. Seperti nya tuan muda nya pulang bukan untuk memperbaiki hubungan dengan orang tua nya justru ingin menunjukkan pilihan nya. Dia hanya bisa berharap agar tidak akan ada drama nanti. Sungguh dia juga ingin melihat Gilang bahagia karena dia paham bagaimana tuan muda nya itu yang kekurangan kasih sayang dari kecil.


Gilang sudah melihat kedua orang tua nya yang kini memandang nya dengan tatapan datar. Gilang segera mendekati kedua orang tua yang berada di ruangan keluarga.

__ADS_1


Andita sendiri berjalan dengan raut tegang nya. Percaya lah tangan nya sudah dingin tapi karena di genggam Gilang maka tidak begitu terasa.


"Mih! Pih!" ucap Gilang segera menyalami kedua orang tua nya itu menunjukkan rasa hormat nya yang mungkin bisa dia lakukan untuk terakhir kali nya.


Mami Gilang mengangguk dan mata nya tertuju menatap Andita dari ujung kepala sampai ke ujung kaki nya.


Tubuh Andita sendiri semakin terasa dingin dan tegang. Dia merasakan sedang di kuliti hidup-hidup.


Sementara Gilang semakin mengeratkan genggaman tangan nya karena sadar bahwa saat ini Andita sedang gugup setengah mati.

__ADS_1


"Mih, ini--"


__ADS_2