My Secret Love

My Secret Love
168


__ADS_3

"Kita bicara sebentar tuan. Anda harus tahu seluruh laporan kesehatan istri anda." ucap dokter.


Azzam pun mengangguk dan segera mengikuti dokter menuju ruang kerja nya.


"Silahkan duduk tuan." ucap dokter yang bernama Ridwan itu mempersilahkan Azzam untuk duduk.


Azzam pun mengangguk dan segera menurut apa kata dokter. Tapi percaya lah saat ini dia tegang karena takut akan mendengar kabar kurang baik dari dokter yang sudah menangani istri nya itu.


Dokter Ridwan segera duduk di kursi nya lalu tersenyum saat menyadari bahwa Azzam tegang menunggu berita yang akan dia sampaikan. Padahal berita yang akan dia sampaikan itu bukan lah berita buruk melainkan berita membahagiakan walaupun yah ada sesuatu yang harus di perhatikan.


"Tidak perlu tegang seperti itu tuan. Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, kondisi istri anda baik-baik saja. Saya hanya ingin mengatakan kabar yang belum sempat saya sampaikan. Tenang saja ini berita baik." ucap dokter Ridwan dengan senyum menghiasi wajah nya.

__ADS_1


Azzam yang mendengar perkataan dokter pun tersenyum dan mencoba untuk bersikap normal.


"Ah baik dokter. Saya hanya sedikit tegang saja. Dia adalah dunia saya dokter." ucap Azzam tanpa malu mengakui seberapa penting nya Husna bagi nya. Dokter Ridwan hanya tersenyum mendengar ucapan Azzam karena dia sendiri pun bisa melihat kasih sayang Azzam itu untuk Husna.


"Ohiya, Terima kasih dokter atas apa yang sudah anda sampaikan tadi di depan kepada mertua saya. Mereka tidak harus tahu kondisi istri saya yang sebenar nya. Mereka sudah berumur. Biar saya saja yang mengatasi hal lain nya menyangkut istri saya." ucap Azzam.


Dokter Ridwan pun mengangguk, "Saya paham maksud anda, tuan." balas nya.


Seperti kebanyakan suami pada umum nya, Azzam pun berespon sama. Dia diam dan terlihat seperti tidak menyangka bahwa itu terjadi.


"Dokter, apa anda yakin istri saya mengandung? Tolong jangan memberi saya harapan sebesar ini dokter." ucap Azzam.

__ADS_1


Dokter Ridwan tersenyum lalu mengangguk mendengar ucapan Azzam, "Saya sudah memastikan nya sendiri hal itu tuan. Tapi untuk hal lebih jelas nya seperti berapa usia kandungan istri anda, Tuan bisa menghubungi dokter kandungan untuk memeriksa istri anda." ujar dokter Ridwan.


Azzam yang mendengar ucapan dokter Ridwan dan setelah dia yakin bahwa apa yang di katakan oleh dokter Ridwan itu kenyataan nya. Azzam segera mengucap rasa syukur sebesar-besar nya atas kepercayaan yang di berikan Allah untuk nya dan sang istri menjadi orang tua secepat ini.


"Dokter, apa yang dia alami saat ini dapat membahayakan kandungan nya?" tanya Azzam kemudian setelah selesai dengan euphoria nya.


"Selain Hb nya yang kurang maka tdak ada yang perlu di khawatirkan. Tapi untuk lebih jelas nya anda bisa mengetahui nya dari dokter kandungan secara langsung. Untuk saat ini kami hanya perlu memastikan Hb nya naik. Kami membutuhkan darah seceoat nya." jelas dokter Ridwan.


Azzam pun mengangguk mengerti, "Saya akan segera mendapatkan darah nya dokter. Pastikan saja istri saya dan kandungan nya baik-baik saja sampai darah nya tiba." ucap Azzam lalu segera berdiri dan pamit keluar menghubungi asisten nya untuk mencarikan golongan darah yang sama untuk sang istri.


"Pakai darah saya saja, pak!"

__ADS_1


__ADS_2