My Secret Love

My Secret Love
Pengakuan Akira


__ADS_3

Nala terlihat masih kepikiran dengan apa yang akan terjadi dengan suaminya dan kedua mertuanya. Nala benar-benar tidak fokus di sana. Dia mencoba menghubungi ponsel suaminya.


“Halo, Sayang, ada apa?”


“Akira, kamu di mana? Apa benar kamu di hotel dengan kedua orang tua kamu?”


“Iya, ini aku sedang di toilet di restoran bawah, aku mengajak kedua orang tuaku untuk makan siang dulu di hotel.”


“Akira, apa kamu akan mengatakan semuanya pada kedua orang tua kamu tentang aku?”


“Tentu saja, Sayang. Aku akan mengatakan semuanya tentang hubungan kita dan mereka juga harus tau jika mereka akan memiliki cucu dari kamu. Kamu jangan khawatir, aku akan mengatur semuanya.”


“Akira, aku takut, apa sebaiknya kamu tidak perlu mengatakan apa-apa kepada mereka, biarkan ini berjalan seperti ini saja.”


“Nala, kedua orang tuaku harus tau apa yang teradi antara kita, kamu adalah istriku dan bayi dalam perut kamu adalah anakku. Mereka harus mengakui kamu sebagai menantunya serta mengakui anak dalam kandungan kamu


sebagai cucunya.”


“Aku benar-benar takut kalau nanti kamu dan kedua orang tua kamu bertengkar seperti Rhein waktu itu. Aku tidak mau kamu di benci oleh


keluarga kamu bahkan ayah kamu, Akira.”


“Kamu tenang saja, Sayang. Aku yakin mereka nanti akan bisa mengerti dengan penjelasan aku. Nala, nanti aku akan menjemput kamu dan aku ingin mempertemukan kamu dengan kedua orang tuaku setelah aku mengatakan


semuanya.”


“Iya,” jawab Nala lirih.


“Ya sudah, aku akan segera menemui kedua orang tuaku, kamu jaga diri baik-baik. Aku mencintaimu, Nala.”


“Aku juga mencintaimu, Akira,”


Nala menutup teleponnya dan dia kembali melamun di tempatnya. Akira berjalan menemui kedua orang tuanya yang tengah menikmati makan siang mereka di sana.


“Kamu lama sekali, Akira?”


“Iya, tadi aku sedang menerima telepon jadi agak lama ke sininya. Bagaimana? Apa makanan di sini enak, Mom?”


“Makanan di sini enak sekali, mereka menyajikan makanan khas daerah sini, kamu juga menyukainya, kan Addrian?” tanya wanita cantik itu.


“Iya, aku menyukainya, lidahku keseringan makan-makanan di luar negeri jadi makanan ini terasa beda, tapi enak.”

__ADS_1


“Nanti aku akan membukakan kamar untuk kalian, aku akan memesankan kamar terbaik di hotel ini untuk kalian menginap.”


“Mommy ingin sekali berkeliling di sini.” Kei tersenyum.


“Dad, aku ingin berbicara sesuatu dengan Daddd,” ucap Akira serius.


Akira terdiam sejenak, kemudian dia melihat ke arahmommynya. Wajah Kei tampak mulai cemas, Kei takut sekali jika suaminya mengetahui tentang hubungan  Nala dan Akira, apalagi mereka akan memiliki seorang anak.


“Akira, nanti saja kalau ingin membicarakan masalah bisnis dengan daddy kamu, kita di sini ingin menikmati liburan kita yang hanya


sebentar.” Tangan Kei memegang tangan Akira. Kei seolah memberitahu Akira agar


tidak bercerita apa-apa tentang Nala dulu.


“Kalau mau membahas masalah bisnis nanti saja saat daddy ke kantor kamu lagi, nanti mommy kamu bisa marah sama daddy, mommy kamu ingin liburan di sini.”


Akira tampak bingung, tapi dia harus mengatakan hal ini secepatnya, Akira tidak mau menunggu lagi, daddynya harus tau tentang Nala.


“Iya, Akira, nanti saja bicara bisnisnya. Mommy sebal jika setiap kalian berdua selalu yang di bicarakan adalah bisnis. Apa tidak ada


pembicaraan lain selain itu?”


bekerja di sana? Apa Rhein yang mempekerjakan dia di sana?” Pria paruh baya


itu melihat serius pada putranya.


Sekarang Kei benar-benar cemas, apa memang masalah Nala itu tidak bisa disembunyikan lagi dari suaminya?


“Dad, hal serius yang ingin aku katakan dengan Daddy adalah tentang Nala.”


Kei sekali lagi memegang tangan Akira bahkan sekarang meremasnya erat, dengan samar menggeleng- gelengkan kepalanya ke arah Akira. Akira membalas dengan menganggukkan kepalanya pelan. Akira harus mengatakan hal ini hari ini juga.


“Kalian ini ada apa? Apa ada hal yang serius yang ingin kalian katakan padaku?” Seketika pandangan Addrian menajam. Addrian paling


tidak suka jika ada yang di sembunyikan oleh keluarganya.


“Dad, aku ingin mengatakan hal yang selama ini aku sembunyikan dari Daddy. Aku minta maaf jika nantinya aku akan membuat Daddy


marah atau bahkan membenciku.”


Addrian tangannya yang tadi memegang sendok langsung dia letakkan dan melihat serius ke arah putra sulungnya. “Daddy tidak percaya jika kamu bisa melakukan hal yang membuat daddy kecewa sama kamu, ada apa sebenarnya Akira?”

__ADS_1


“Sayang, kamu jangan marah dulu dengan Akira, kita dengarkan dulu semuanya,” timpal mommy Kei.


“Jadi, kamu juga sudah mengetahui hal serius yang ingin Akira katakan, Kei?”


“Addrian, aku sebenarnya juga baru mengetahui hal ini, tapi aku ingin putramu sendiri yang mengatakannya pada kamu.”


“Katakan sekarang, Akira? Jangan membuat daddy berpikiran buruk sama kamu.”


“Dad, sebenarnya aku dan Nala sudah menikah sejak lama.”


Seketikan di atas kepala Addrian seolah ada awan hitam dan bunyi petir disertai guntur yang menyambar dengan keras. Auhor lebay dikit,


jujur saja, author juga tegang sendiri nulis bab ini.


“Me-nikah? Apa maksud dari ucapan kamu tentang menikah dengan Nala?”


“Dad, Nala adalah istriku, bahkan sebelum dia bekerja di rumah kita waktu itu.”


“Akira! Jangan berkata hal yang konyol dan tidak masuk akal seperti ini. Daddy bukan orang yang suka di ajak bercanda murahan seperti ini.”


“Aaddrian, aku mohon dengarkan dulu apa yang Akira katakan sampai selesai.” Kei memegang tangan suaminya, wanita cantik itu berusaha untuk menenangkan suaminya.


“Dad, aku mohon dengarkan dulu semua penjelasanku.”


“Gadis itu benar-benar membuat keluargaku berantakan, setelah dia tidak bisa memiliki Rhein dan sekarang dia bisa-bisanya mendekati


putra sulungku. Trik licik apa yang sedang dia mainkan kepada kalian berdua? Aku akan menemuinya dan memperingatkan dia dengan serius.”


“Daddy! Ini bukan salah Nala.” Akira menahan tangan ayahnya yang hendak beranjak dari tempat duduknya untuk pergi menemuia Nala.


“Ya Tuhan, Addrian! Aku mohon dengarkan penjelasan Akira dulu. Ingat, kita sedang ada di tempat umur, tidak bisakah kita berbicara


dengan baik-baik?” Kei benar-benar takut melihat kemarahan pada wajah suaminya.


“Ini semua bukan trik Nala atau kesalahan Nala. Ini semua adalah kesalahanku, aku yang menjebak Nala dalam rencanaku, tapi aku akhirnya menyadari jika aku jatuh cinta pada NaLa.”


“Apa maksud kamu?”


“Aku dulu mencintai Anabella, tapi ternyata wanita itu hanya memanfaatkan aku, dia bahkan meninggalkan aku dan menikah dengan oranga lain.”


“Anabella? Sahabat kamu itu?” tanya Addrian yang juga baru tau jika Akira menyukai Anabella dulunya.

__ADS_1


__ADS_2