My Secret Love

My Secret Love
173


__ADS_3

Dokter Ridwan segera memeriksa kondisi Husna, lalu tidak lama Husna segera melakukan transfusi.


"Dita! Terima kasih sudah ada di sini bersamaku." Ucap Husna menatap Andita yang menemani nya di sana bersama sang suami dan juga Gilang yang seperti nya menjaga Andita.


Dia ikut senang jika Gilang menemukan bahagia nya. Apalagi jika bahagia itu bersama Andita, teman yang paling dia sayangi dan dia lindungi. Dia hanya bisa berdoa semoga saja Andita di pilih oleh Gilang bukan sebagai pelampiasan saja.


Dia bukan masih berharap di cintai Gilang sedalam itu hanya saja dia tetap khawatir. Jujur saja jika dia bisa memilih maka dia lebih suka Gilang tidak pernah memiliki perasaan itu pada nya atau mungkin Gilang tak pernah menunjukkan dan mengatakan pada nya perasaan yang dia miliki. Walaupun tanpa di katakan pun dia sadar bahwa Gilang memiliki perasaan pada nya. Namun, setidak nya dengan tidak di katakan maka semua akan berjalan biasa dan tidak ada kecanggungan.


Selain itu juga kenapa dia tidak akan ikut bahagia lihat Gilang dan Andita bersatu jika di sisi nya ada sosok pria yang begitu dia cintai sejak masa kecil nya. Azzam Faruq Munawwir, suami tercinta nya, partner hidup nya dan teman curhat nya.

__ADS_1


Andita yang nama nya di sebut oleh Husna pun tersenyum dan mendekati Husna yang tengah terbaring di ranjang nya menerima transfusi darah.


Andita menatap Husna dengan tatapan teduh nya bercampur sedih karena wanita yang biasa dia kenal dengan wanita paling kuat karena tidak pernah menunjukkan kesedihan nya walaupun mendapatkan berbagai julukan dari teman-teman kampus nya. Wanita yang hanya diam dan menanggapi dengan senyum saat ada yang menghina gaya pakaian nya atau pun pribadi nya yang dingin. Wanita yang sudah menolong nya dan memberikan perlindungan untuk nya dan sang ibu. Wanita yang ternyata begitu baik dan sangat kaya bertolak belakang dengan semua julukan yang dia dapatkan tapi tetap memilih hidup dengan kesederhanaan, alih-alih memamerkan kekayaan yang di miliki.


Namun, kini wanita yang bisa di sebut wonder women dan idola nya itu terbaring di ranjang rumah sakit dengan menerima transfusi di tangan nya.


Husna yang mendengar ucapan Andita pun tersenyum, "Hey, aku tidak sedang sekarat hingga kau harus menunjukkan sikap sedih seperti itu. Percaya lah aku baik-baik saja. Hanya menerima transfusi darah saja. Setelah itu, aku akan pulang dan bersama kalian. Ingat sebelum kau menikah dengan Gilang kau harus menyelesaikan studimu dulu karena aku akan mengangkatmu jadi asistenku." Ucap Husna tertawa kecil.


Andita yang melihat itu bukan nya menghentikan sedih nya justru dia menangis. Kenapa tidak menangis jika Husna di tengah apa yang dia rasakan masih saja menebar senyuman dan tidak ingin orang lain mengkasihani nya serta mengkhawatirkan nya.

__ADS_1


"Selalu saja sok kuat. Aku tahu kau sakit. Jadi setidak nya berikan kesempatan aku untuk sedih khawatir." Ucap Andita.


Husna pun menggenggam tangan Andita dan tersenyum.


"Percaya lah aku baik-baik saja. Tapi lihat lah dirimu yang pucat seperti sudah tidak memiliki darah saja. Jangan sampai Hb-mu turn seperti apa yang aku alami." Ucap Husna.


Andita pun mengangguk saja karena memang Andita melarang Azzam atau pun dokter mengatakan bahwa dia lah yang sudah mendonorkan darah untuk Husna.


Mungkin akan dia katakan tapi nanti setelah Husna sembuh.

__ADS_1


__ADS_2