My Secret Love

My Secret Love
156


__ADS_3

"Maaf!"


Sekali lagi hanya kata maaf yang bisa Jalal maafkan karena dia merasa bersalah sudah menutupi ketakutan nya itu dari Betty. Keegoisan nya yang tidak ingin harga diri nya terluka karena Betty mengetahui trauma nya membuat Betty kesusahan karena dia yang pingsan di tengah pemutaran film. Terus di tambah juga dengan Betty yang akhirnya tidak bisa menikmati film yang dia tonton.


Betty yang mendengar Jalal mengatakan maaf untuk kedua kali nya pun menjadi kepala sendiri. Bukan permintaan maaf yang ingin dia dengar tapi penjelasan atas semua nya karena yang sudah terjadi tidak aa km berubah hanya dengan kata maaf saja.


Sebenar nya Betty tidak pantas marah tapi karena di dorong rasa khawatir nya dia pun menjadi emosi sendiri dengan diri nya sendiri yang tidak mengikuti kata hati nya dan tetap egois menonton film bergenre horor.


Dia merasa bersalah sudah membuat Jalal pingsan hanya demi menemani nya menonton.


Betty segera berdiri dan berjalan menjauh meninggalkan Jalal. Jalal pun segera mengambil tas Betty yang tertinggal serta pop corn yang juga di tinggalkan Betty.


"Maaf!" ucap Jalal menahan lengan Betty begitu dia menyamai langkah Betty.

__ADS_1


Betty menarik nafas panjang dan segera berbalik menatap sinis ke arah Jalal.


"Sekali lagi kakak mengatakan maaf maka percaya lah aku tidak akan mau di ajak keluar lagi olehmu. Aku tidak butuh ucapan maaf darimu kak. Tapi aku ingin tahu penyebab dari kejadian barusan." ucap Betty kesal.


Jalal pun mengangguk mengerti, "Baiklah. Aku akan menjelaskan nya. Jadi ayo kita duduk dulu dan bicarakan semua nya." ucap Jalal lembut.


Betty pun akhirnya mengalah dan mengangguk menyetujui, "Kita akan bicara di mana?" tanya Betty.


Betty pun mengangguk, "Ya sudah ayo ke sana. Aku lapar pengen makan juga." jujur Betty.


Jalal yang mendengar itu pun tersenyum lalu segera menggandeng lengan Betty menuju lantai mall di mana makanan yang di jual di sediakan.


Sisi Betty yang seperti ini yang di sukai oleh Jalal. Betty yang ketika marah dan kesal pasti akan mudah kembali ke mood nya yang ceria ketika di bujuk. Tidak keras kepala dan manja. Bukan juga dia tidak menyukai seorang gadis yang manja. Dia menyukai nya tapi bukan perempuan yang manja nya sangat berlebihan dan hanya mau di turuti saja mau nya.

__ADS_1


Betty sendiri pun menyukai tipe pria seperti Jalal yang bisa memahami dan peka akan perasaan nya. Seperti nya semua akan dia pertimbangkan dengan baik untuk menjalani hubungan dengan pria ini.


Jalal tidak melepaskan gandengan nya dari Betty hingga ke lantai dasar di mana etalase penjualan makanan di sediakan. Betty sendiri hanya mengikuti dengan patuh ke mana langkah Jalal membawa nya.


"Kau mau makan apa?" tanya Jalal.


"Apa saja. Aku ini pemakan semua nya kak. Selama itu halal aku menyukai nya." jawab Betty enteng.


Jalal yang mendengar itu pun terkekeh karena Betty sudah benar-benar kembali ke mood nya yang ceria dan suka bercanda.


"Jangan tertawa kak. Aku masih kesal." ucap Betty pura-pura kesal.


Jalal pun mengangguk, "Yah, aku tidak akan tertawa lagi." ujar Jalal lalu segera membawa Betty masuk ke salah satu tempat makan di sana.

__ADS_1


__ADS_2