
“Emang sudah punya calon?” celetuk Azzam tersenyum.
Betty yang mendengar ucapan Azzam pun hanya bisa menganga tidak menyangka bahwa dosen nya yang juga suami teman nya itu bisa mengatakan hal seperti itu pada nya, “Wah, parah nih suami Na. Masa iya aku di katain seperti itu. Belum tahu aja anda pak.” Ucap Betty segera duduk di sofa yang ada di sana.
“Emang sudah di persilahkan duduk, Bet?” kali ini Ratna yang mengatakan nya.
“Ck, kenapa kalian seperti terkesan memojokkanku?” desis Betty.
Husna pun terkekeh melihat Betty yang di ledek sana sini, “Sudah lah. Duduk lah. Kamu juga Ra duduk lah. Tidak perlu sungkan.” Ucap Husna mempersilahkan kedua teman nya itu untuk duduk.
“Eh tapi tunggu Betty.” Lanjut Husna melirik Betty.
Betty pun menatap Husna sambil mengangkat alis nya, “Emang benar kau sudah punya calon? Aku juga kepo.” Ucap Husna.
“Wah, parah kau Azarine Salsabila Husna. Kau juga sama dengan suamimu itu. Kenapa kalian jadi sepaket seperti itu. Kau sama saja dengan mereka yang menggodaku.” Ucap Betty cemberut.
Husna kembali tertawa, “Apa salahku? Aku kan hanya bertanya saja karena penasaran juga dengan siapa calon yang kau maksud.” Ucap Husna masih dengan tawa nya.
“Seperti nya aku salah sudah datang ke sini. Ini semua gara-gara kau Dita yang sudah membuatku penasaran hingga jiwa gosipku ini meronta-ronta ingin tahu informasi nya. Sekarang ayo katakan apa berita penting nya. Aku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi.” Ucap Betty mencoba mengalihkan topik.
“Ck, kebiasaan suka mengalihkan topic. Tapi seperti nya kau memang harus menunggu lebih lama lagi untuk tahu berita penting nya, Bet.” Husna yang menjawab nya saat Dita baru saja hendak membuka mulut nya untuk menjawab.
“Menunggu? Tidak aku tidak bisa menunggu lagi. Aku harus tahu segera info penting nya. Apa kata dunia nanti jika seorang Betty yang terkenal dengan gosip nya harus menunggu? Tidak, aku tidak bisa membayangkan nya. Aku tidak bisa Azarine.” Ucap Betty.
“Jangan memanggil nya begitu.” Ucap Azzam cepat yang menuai senyum di bibir Husna karena tahu alasan suami nya itu melarang seseorang memanggil nya dengan nama depan nya. Alasan yang klise dan aneh sebenar nya yaitu dia ingin hanya dia saja satu-satu nya yang memanggil Husna dengan nama depan nya itu.
“Kenapa tidak bisa pak?” tanya Betty menatap Azzam.
“Yah tidak bisa saja.” jawab Azzam santai.
Ratna segera menepuk paha Betty saat tidak bisa memahami apa maksud dari perkataan Azzam.
“Kau ini masih saja bertanya. Tentu saja pak Azzam tidak ingin ada yang sama memanggil Husna dengan nama depan nya. Pak Azzam hanya ingin dia saja yang memanggil istri nya itu dengan panggilan nama depan Husna. Gitu aja gak paham.” Ucap Ratna lirih tapi masih bisa di dengar oleh mereka semua yang ada di sana.
Husna dan Azzam pun saling memandang satu sama lain dan tersenyum.
“Ouh, maaf pak.” Ucap Betty.
“Jangan ulangi lagi.” Ucap Azzam.
Betty mengangguk, “Baik pak. Saya tidak akan memanggil nya dengan nama depan nya lagi. Husna saja.” ucap Betty.
Husna pun kembali tertawa, “Kau sangat lucu saat manut seperti itu, Bet.” Ucap Husna.
“Na! Kau selalu menertawakanku. Apa hari ini aku di takdirkan menjadi lelucon.” Ucap Betty pura-pura terkesan mengenaskan.
“Seperti nya agar kau tidak begitu terlihat mengenaskan. Saya harus memanggil seseorang. Memberi nya izin beberapa jam saja agar menemanimu.” Ucap Azzam yang membulatkan mata Betty karena lagi-lagi dia tidak menyangka Azzam akan mengembalikan ke topic yang coba dia hindari.
__ADS_1
Husna menatap sang suami dan tersenyum, “Aku setuju dengan idemu itu, mas.” Ucap Husna.
“Na!” panggil Betty manja.
Husna hanya tersenyum, “Ra, apa kau juga butuh?” tanya Husna kali ini beralih menatap Ratna.
Ratna yang mendengar ucapan Husna kaget, “Kenapa aku? Maksud nya apa?” tanya Ratna mencoba santai.
Husna tersenyum lalu menggeleng, “Ah bukan apa-apa. Mas, kau minta saja kedua asistenmu itu datang ke sini. Aku ingin membagikan berita bahagia juga bersama mereka. Kak Gauri juga seperti nya harus ku minta datang.” ucap Husna meraih ponsel nya hendak menghubungi Gauri.
Sementara Azzam juga sama meraih ponsel nya dan menghubungi kedua asisten nya itu.
Betty segera memegang jemari Ratna erat sedangkan Ratna mencoba bersikap biasa, “Kau tidak panic?” bisik Betty bertanya tapi tak di jawab oleh Ratna.
“Ck, aku salah mengajakmu bicara. Kau sudah berubah jadi patung es.” Ucap Betty.
“Dita, kenapa dari tadi kau diam saja? Kau juga ketua tingkat kenapa diam. Apa kalian sedang cosplay jadi patung es atau sedang puasa bicara?” tanya Betty beralih menatap Gilang dan Andita yang diam saja sejak kedatangan nya dan Ratna.
“Kami tidak sedang melakukan apa yang kau katakan itu Betty. Hanya saja melihat kalian bicara itu lebih asik dari pada ikut di dalam nya. Apalagi melihat ekspresi gusarmu saat ini.” ucap Gilang.
“Wah, ketua tingkat ternyata kau ikut juga menggodaku. Lebih baik kau diam saja dan lanjutkan cosplaymu itu atau puasa bicaramu. Jangan bicara jika hanya menggodaku.” Ucap Betty. Gilang dan Andita pun hanya tersenyum.
“Mereka akan datang sayang. Mungkin sepuluh menit lagi akan tiba karena di sini ada kutub yang menarik mereka dengan cepat.” Ucap Azzam.
“Kak Gauri juga akan datang.” balas Husna.
“Mereka tidak haus, Na. Mereka panic.” Ucap Gilang.
“Panik? Sungguh? Kalian sedang panic saat ini? Tapi apa yang membuat kalian panic?” tanya Husna pura-pura bodoh. Padahal dia dan sang suami sudah tahu bahwa Ratna dan Betty dekat dengan Jalal dan Abrar, asisten Azzam.
“Kenapa kau jadi menyebalkan begini, Na? Aku lebih suka sisi misteriusmu.” Ucap Ratna setelah diam beberapa saat mencoba santai. Tapi pada nyata nya detak jantung nya berdenyut cepat.
“Maaf, sisi itu tidak ada lagi saat ini. Apalagi ketika berada di kediaman ini. Ini adalah Husna yang asli.” Ucap Husna.
“Na!” panggil Betty manja.
“Iya, Bet. Aku tidak kemana-mana. Akan menemani kalian hari ini.” jawab Husna manja.
“Kenapa kalian terlihat tidak tenang hanya karena kami menghubungi asisten kami untuk ikut bergabung? Apa ada yang salah di sini?” tanya Azzam segera bergabung duduk di samping sang istri.
“Kami tidak punya dengan kak Gauri tapi--” ucapan Ratna terhenti.
“Tapi apa?” kali ini Andita yang bersuara karena seperti nya menggoda Betty dan Ratna mengasyikkan.
“Ah sudah lah. Terserah saja” ucap Ratna pasrah.
“Kenapa? Ada apa dengan Jalal dan Abrar? Apa mereka memiliki masalah dengan kalian? Jika kalian tidak menginginkan mereka datang aku akan meminta mereka untuk tidak datang.” ucap Husna.
__ADS_1
“Bukan seperti itu Na, hanya saja--” ucapan Betty terhenti sejenak.
“Ah sudah lah. Kau dan suamimu menjebak kami. Baiklah apa yang ingin kalian ketahui sebenar nya. Tidak perlu menggoda kami seperti ini.” lanjut Betty ikut pasrah juga.
“Ucapan ini yang kami tunggu sejak tadi. Aku tidak akan sungkan bertanya. Anggap saja kalian memenuhi keinginanku.” Ucap Husna mengelus perut nya.
“Baiklah, katakan. Kau ingin mengetahui apa?” ucap Betty.
“Apa kalian dengan dengan Jalal atau Abrar?” tanya Husna menyelidik.
Betty mengangguk sementara Ratna diam saja, “Bagaimana denganmu Ra?” tanya Husna.
“Tentu saja kami dekat. Bukan kah kami sudah saling kenal.” Jawab Ratna santai.
Husna pun tersenyum mengakui bahwa Ratna pintar mengolah kata-kata nya hingga jawaban nya terkesan jawaban biasa saja bukan lah jawaban yang mengandung maksud tertentu.
“Dekat seperti apa? Apa dekat seperti kedekatan Andita dan Gilang?” tanya Husna lagi.
Betty dan Ratna pun segera menatap Andita dan Gilang yang menunduk malu, “Gak, hubungan kami belum sejauh itu.” jawab Ratna cepat.
“Tapi Abrar sudah mengajakmu menikah, bukan?” kali ini Azzam yang bicara.
Ratna pun terdiam, “Bapak tahu dari mana?” tanya Ratna balik lalu seketika menutup mulut nya karena keceplosan.
Husna tertawa, “Hahahaahh, sudah lah. Tidak perlu menyembunyikan hubungan kalian lagi. Kami sudah tahu kalian dekat. Aku turut senang jika memang kalian memiliki hubungan dekat seperti itu. Kalian sudah dewasa dan pasti nya sudah tahu batasan apa yang tidak boleh kalian lewati. Aku tidak ingin turut campur lebih dalam dalam hal itu. Itu adalah ranah pribadi kalian. Tapi setidak nya bersikap lah terbuka pada kami. Apalagi untuk dirimu Betty yang sudah membawa Jalal ke rumah orang tuamu.” Ucap Husna.
Betty pun hanya bisa menarik napas saja saat semua yang dia sembunyikan tidak berguna lagi, “Kak Jalal hanya singgah sebentar Na di rumah karena mengantarku pulang.” Ucap Betty.
“Sama saja karena dia sudah bertemu dengan orang tuamu.” Ucap Husna.
“Sudah, jika kalian sudah tahu hubungan kami maka sekarang katakan berita penting nya.” ucap Betty.
“Aku hamil.” Ucap Husna santai.
“Apa? Bisa kau ulangi lagi apa yang kau katakan Na? Aku takut salah dengar.” Ucap Betty.
“Aku hamil enam minggu.” Jawab Husna lalu mengelus perut nya.
“Ahh Na. Sungguh?” tanya Ratna segera mendekati Husna dan mengelus perut Husna penuh kasih. Sangat terlihat bahwa Ratna begitu tulus pada kandungan Husna itu. Tidak ada terpancar sedikit pun bahwa dulu Ratna adalah orang yang paling memusuhi Husna. Mungkin jika di katakan pada seseorang yang tidak kenal Ratna dan Husna sebelum nya, mereka tidak akan percaya bahwa Ratna pernah jadi orang jahat kepada Husna karena tatapan tulus dan peduli yang di tunjukkan Ratna saat ini.
“Selamat, Na. Aku akan menjadi aunty nya.” ucap Ratna memeluk Husna setelah Azzam memberikan kesempatan kepada kedua teman istri nya itu untuk menunjukkan suka cita mereka.
“Mereka.” ucap Husna membenarkan.
Ratna melepaskan pelukan nya dan menatap Husna dengan bingung, “Aku mengandung kembar.” Ucap Husna tersenyum.
“Apa?”
__ADS_1