My Secret Love

My Secret Love
Pengakuan Akira part 2


__ADS_3

“Iya, aku dulu sangat mencintainya dan berharap dia akan aku jadikan pendamping hidupku, tapi ternyata pilihanku salah. Aku bertemu dengan Nala secara tidak sengaja, aku memanfaatkan dia untuk alat balas dendamku


kepada Anabella. Aku sangat dendam dan ingin agar wanita itu bersujud bahkan memohon agar aku mau menerimanya kembali.


“Lalu, apa hubungannya dengan Nala dan pernikahan kalian?”


“Aku memanfaatkan kepolosan dan keluguan Nala saat itu, aku membawa Nala ke tempatku dan seolah-olah aku sudah mengambil hal berharga dari dirinya yang membuat dia akhirnya mau menerima lamaran pernikahan yang aku tawarakan pada Nala sebagai upayaku untuk bertanggung jawab padanya.”


“Daddy tidak percaya kamu bisa melakukan hal itu, Akira.”


“Akhirnya dia mau menikah denganku dan aku menikahinya secara sah. Aku dan Nala adalah suami istri yang sah, Dad, dan itu terjadi


sebelum Nala bekerja di rumah kita, dia masih menjadi pegawai di cafe."


“Ini tidak bisa di percaya sama sekali, bisa-bisanya kamu melakukan hal yang sangat mengecewakan seperti ini padaku, Akira. Dadddy sangat membanggakan kamu, tapi apa yang sudah kamu berikan pada dadddy.” Tampak raut wajah kecewa terlukis dari wajah pria paruh baya itu.


“Rhein saat mengetahu hal itu, dia memutuskan untuk pergi dan tidak mau mengejar Nala lagi. Mommy juga baru saja mengetahui hal itu. Ini


semua karena kesalahanku, Dad. Aku juga sudah sangat menyakiti Nala yang begitu


mencintaiku. Dia sangat tulus mencintaiku.”


“Tentu saja dia mencintai kamu karena kamu memiliki segalanya, dia bisa merubah hidupnya.”


“Nala tidak seperti itu, Daddy. Dia gadis yang baik, dia bahkan tidak mau menerima apapun yang aku berikan selama ini, bahkan saat dia


pergi meninggalkan aku karena dia mengetahui aku selama ini membohongi dia dan


memanfaatkan dirinya, Nala pergi tanpa membawa barang-barang bahkan ATM  milikku, dia memilih pergi begitu saja dan hidup berusaha dengan kemampuannya sendiri.”


“Apa sekarang dia yang meminta kamu untuk mengakui dirinya di hadapanku? Dia ingin diakui sebagai istri dari Akira Danner dan menantu pertama keluarga Danner?”

__ADS_1


“Dad, Nala tidak membutuhkan semua itu, dia malah ingin aku meninggalkannya karena dia tidak ingin aku dan keluargaku nantinya terdapat perselisihan.”


“Bagus jika dia berpikiran seperti itu. Dadddy tetap tidak akan mau mengakui jika Nala adalah menantu dari keluarga Danner. Sebaiknya kamu sekarang meninggalkan saja dia. Apa kamu tidak malu memiliki istri yang dulunya bekerja sebagai pembantu di rumah kita dan sekarang dia menjadi office girl di kantor kamu?”


“Aku tidak bisa meninggalkan Nala, Dad. Aku sudah bilang sama Daddy jika aku mencintai Nala.”


“Jangan berbicara cinta seperti apa yang pernah Rhein katakan dulu, Akira. Kamu harus sadar posisi kalian. Nala sama sekali tidak


pantas ,menjadi menantu keluarga Danner, dia sangat tidak pantas. Daddy harap kamu secepatnya menceraikan dan meninggalkannya.” Addrian bangkit dari duduknya dan hendak berjalan pergi dari sana.


“Addrian, Akira tidak bisa menceraikan Nala karena Nala sedang mengandung cucu kita.”


Seketika langkah Addrian terhenti seketika saat mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya. Addrian menoleh ke arah istrinya dan putranya


yang berdiri di belakannya.


“Apa maksud kamu, Kei?” Addrian bertanya dengan pelan.


Kaki pria paruh baya itu seolah lemas dan hampir terjauh. Namun, Addrian seolah menguatkan dirinya. “Nala hamil anaknya Akira?”


“Iya, di dalam perut Nala sekarang ada cucu kita, Addrian. Cucu pertama kita.” Kei memegang tangan suaminya.


Akira pun mendekat ke arah daddynya dan berusaha membuat daddynya bisa menerima semua ini. “Aku baru mengetahu Nala hamil saat dia sudah pergi meninggalkan aku, Dad. Dan aku tidak akan meninggalkan bahkan menyakiti Nala lagi, Aku tidak akan membiarkan Nala berjuang sendiri membesarkan anakku, aku mencintai mereka, Dad"


Addrian benar-benar terlihat shock mendengar itu semua.  Dia terdiam di tempatnya. “Kamu benar-benar mengecewakan aku, Akira. Sangat mengecewakan.”


“Dad, aku minta maaf, tapi aku tidak akan pernah meninggalkan Nala. Apa Daddy tidak bisa membuka hati dan menerima kehadiran  Nala dan calon bayiku? Nala bukan gadis yang hanya mengincar hartaku, tapi dia adalah gadis yang benar-benar tulus mencintaiku. Aku tidak akan bisa menemukan istri seperti Nala. Aku mohon Daddy jangan melihat Nala dari status sosialnya.”


“Addrian--.” Kei menghentikan ucapannya karena melihat suaminya membuka telapak tangannya ke arah wajahnya.


“Aku sudah mengambil keputusan. Jika Akira tidak mau meninggalkan Nala, maka lebih baik aku kehilangan putra sulungku yang aku

__ADS_1


banggakan selama ini,” ucapnya tegas.


Kei seolah tidak kuasa untuk berdiri, dia hampir saja jatuh, tapi Akira segera memegangi mommynya. Kei meneteskan air matanya melihat ke arah Akira. “ Mommy jangan bersedih.”


“Adddrian,” ucapnya lirih dan bergetar.


“Ayo Kei, kita pergi dari sini, di sini kita sudah tidak ada urusan bahkan hubungan dengan siapa-siapa.” Addrian tanpa menoleh ke arah istri dan putranya berjalan pergi dari sana.


“Akira, kenapa semua ini harus terjadi?” Air mata Kei mulai mengalir deras.


Akira kemudian memeluk Mommynya itu dengan erat. “Memang ini yang seharusnya terjadi, Mom. Dadddy harus mengetahui siapa Nala, dan aku tidak akan pernah meninggalkan Nala lagi. Aku harus bertanggung jawab dengan istri dan anak-anakku kelak, aku akan menjadi seorang ayah, Mom.”


“Mommy tidak dapat melakukan apa-apa untuk kamu dan Nala, Mommy tidak mungkin ikut mendukung kamu dan menentang daddy kamu. Mommy hanya bisa mendoakan semoga kamu dan Nala serta bayi kalian baik-baik saja di sini.


Akira, mommy harus pergi.” Wanita cantik itu mendaratkan kecupannya pada dahi putra sulungnya dan berjalan pergi dari sana dengan menangis.


Addrian dan Kei akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah utama mereka. Di perjalanan Addrian hanya duduk termenung dengan pandangan mata melihat ke arah luar jendela. Terlihat rasa kecewa yang sangat mendalam dari raut wajahnya, bahkan Addrian matanya berkaca-kaca mengingat apa yang sudah


dilakukan oleh putra kebanggannya.


“Akira, kamu ada di sini? Lalu mana kedua orang tua kamu?” tanya Silvia yang melihat Akira berdiri di depan mejanya.


“Mereka sudah pulang.”


“Mereka sudah pulang?”  Seketika wajah Silvia tampak sangat senang. “Kamu kenapa? Apa kamu punya masalah dengan kedua orang tua kamu? Apa tadi kalian berselisih?”


“Tidak ada apa-apa, Silvia. Aku mau pergi dulu.”


“Akira tunggu!” Silvia dengan cepat memegang tangan Akira. Dia mendekatkan tubuhnya ke arah Akira. “Kalau kamu membutuhkan seseroang untuk membuat kamu merasa jauh lebih baik. Aku siap menemani kamu malam ini. Aku sangat menyukai kamu Akira. Aku juga tidak peduli jika kamu memiliki istri. Kita


bisa diam-diam menjalin hubungan ini.” Tangan Silvia mengusap pelan bibir Akira.

__ADS_1


__ADS_2