My Secret Love

My Secret Love
170


__ADS_3

"Kebiasaan!"


Azzam mengucapkan itu dengan penuh kasih, menatap perut sang istri sekilas lalu melabuhkan kembali kecupan di kening istri nya itu sekilas.


Husna yang mendengar perkataan sang suami hanya tersenyum. Jujur saja dia bertanya-tanya apa yang terjadi pada nya hanya saja itu hanya menjadi sebuah pertanyaan yang tidak seharus nya dia tanyakan langsung.


Dia percaya suami nya itu akan menjelaskan nya tanpa dia meminta nya. Suami nya itu seperti nya hanya menunggu waktu yang tepat saja. Dia akan dengan sabar menunggu waktu itu tiba. Selain itu, dia merasa sangat lelah dan lemah. Sekedar untuk tersenyum saja rasa nya dia sangat lelah dan harus melakukan usaha keras agar bisa tersenyum.


"Jangan memaksa dirimu untuk melakukan sesuatu." ucap Azzam saat menyadari bahwa Hb istri nya itu di bawah normal. Dia yakin istri nya itu pasti merasakan lelah dan lemah.


Husna pun menggangguk, "Umi ... Abi ... Bisakah Azzam bicara berdua saja dengan Azzarine?" izin Azzam segera menatap mertua nya yang sedang duduk di sofa yang memang berasa di ruangan perawatan itu.

__ADS_1


Umi Balqis dan Abi Syarif pun mengangguk setuju, "Baiklah nak. Kami mengerti. Kalian pasti butuh waktu untuk bicara. Kami akan pulang saja yang penting kami sudah melihat keadaan putri kami yang baik-baik saja." ucap umi Balqis.


Azzam pun tersenyum mendengar keputusan ibu mertua nya itu, "Kak Gauri akan mengantarkan umi dan abi pulang." ucap Husna.


Umi Balqis dan Abi Syarif mengangguk. Kedua nya segera keluar meninggalkan ruangan perawatan Husna dan menemui Gauri dan Zahra yang menunggu di luar ruangan perawatan.


"Sayang .. Aku keluar dulu sebentar ya. Lima menit saja." ucap Azzam yang juga ikut berdiri menyusul mertua nya. Dia ingin meminta maaf karena terkesan tidak sopan mengusir mertua nya itu.


Azzam segera mengambil tempat di sisi istri nya lalu dia membantu Husna untuk duduk karena Husna yang meminta nya.


Husna tahu suami nya itu pasti akan menjelaskan kondisi keadaan nya. Jadi dia merasa harus menemukan posisi yang nyaman sebelum mendengar apa yang akan di katakan oleh sang suami.

__ADS_1


Setelah memastikan posisi Husna nyaman dan dia sendiri yang juga sudah duduk di kursi tepat di samping ranjang sang istri. Azzam segera menatap lekat mata Husna memastikan bahwa istri nya itu bisa menerima apa yang akan dia katakan nanti. Dia tidak ingin membuat istri nya itu lelah walaupun hanya mendengarkan apa yang akan dia jelaskan.


Seharus nya apa yang akan dia katakan itu akan menjadi sebuah kebahagiaan tapi karena saat ini kondisi istri nya yang kurang sehat jadi semua nya terasa kurang.


"Ada apa suamiku? Katakan saja dengan jujur mengenai kondisiku. Sejujur nya aku juga penasaran dengan keadaanku. Apa sebenar nya yang sudah membuatku hingga pingsan seperti ini." ucap Husna lalu menarik napas nya.


Azzam diam dan kembali menatap sang istri lalu dia pun meletakkan tangan nya di perut istri nya itu.


Husna yang melihat itu bingung lalu mengernyitkan kening nya bingung.


"Kenapa menyentuh perutku mas? Perutku tidak sakit."

__ADS_1


__ADS_2