
Sementara di sisi Gilang dan Andita, kini mereka tiba di apartement Gilang.
"Silahkan duduk, sayang. Kau bisa istirahat di kamar sebentar. Nanti akan aku bangunkan jika sudah malam." Ucap Gilang lembut pada Andita.
Andita yang mendengar perkataan Gilang pun tersenyum, "Lalu kau akan kemana?" Tanya Andita.
"Aku akan menyiapkan makanan untukmu." Jawab Gilang.
"Menyiapkan makanan? Apa memasak sendiri?" Tanya Andita.
Gilang mengangguk, "Aku akan mencoba untuk memasak untukmu. Apa kau tidak menyukai nya? Jika kau tidak menyukai nya maka aku akan pesankan makanan saja untukmu. Kau mau makan apa?" Ucap Gilang segera mengambil ponsel nya.
Andita tersenyum, "Aku mau merasakan makananmu saja. Aku ingin tahu cita rasa makanan buatanmu." Ucap Andita.
Gilang yang mendengar ucapan Andita pun tersenyum, "Baiklah. Aku akan mencoba membuatkan makanan terenak untukmu." Ucap Gilang.
"Eh tunggu dulu. Kamu akan menunggu di mana sayang?" Lanjut nya bertanya.
__ADS_1
"Aku akan menunggu di sini saja agar aku bisa melihat bagaimana kau memasak. Selama ini aku hanya melihat bagaimana kau di kampus." Ucap Andita tersenyum.
"Baiklah jika begitu. Aku tidak akan mengecewakanmu." Balas Gilang dengan tersenyum juga.
Setelah itu, Gilang pun segera berlalu menuju dapur apartement nya itu.
Andita yang melihat itu pun tersenyum. Apalagi saat melihat Gilang yang sudah siap dengan apron nya siap mengeksekusi bahan makanan. Sungguh terlihat sangat gagah.
"Aku baru sadar bahwa seorang pria ternyata terlihat sangat gagah bila berada di dapur. Ku pikir hanya saat bicara di depan umum saja dia terlihat sangat gagah. Ahh aku semakin tertarik saja pada nya." Gumam Andita lalu mengalami sekeliling apartement kekasih nya itu yang terlihat rapi dan bersih di setiap sudut nya.
Seperti nya pendapat buruk terkait laki-laki yang suka berantakan itu tidak terlihat dalam diri Gilang. Karena selama ini dia hanya melihat Gilang dengan penampilan rapi nya dan sangat gagah. Tidak sekalipun dia melihat Gilang dengan penampilan berantakan nya. Ahh tidak seperti nya dia pernah sekali melihat Gilang dalam kondisi berantakan nya. Yah, saat itu saat di tolak oleh Husna.
Andita yang sibuk dengan pikiran nya itu pun kaget mendengar sering ponsel Gilang.
"Siapa itu sayang?" Teriak Gilang.
Andita pun segera melihat siapa yang memanggil kekasih nya itu yang ternyata panggilan dari sang mami.
__ADS_1
"Mami." Jawab Andita.
"Tolong jawab, sayang." Balas Gilang.
"Emang boleh?" Tanya Andita.
"Pertanyaan macam apa itu? Jawab saja." Ucap Gilang.
Andita pun akhirnya mengangguk dan menjawab panggilan dari mami Ajeng itu. Dia segera menekan ikon hijau dan sambungan pun tersambung.
"Halo, Lang! Kamu ada di mana, nak? Kenapa belum kembali ke rumah. Mami susah memasak untukmu. Tolong ajak Dita juga makan bersama kita." Ucap mami Ajeng beruntun.
"Mih, Gilang sedang memasak. Ini Dita." Ucap Andita pelan.
"Ehh sayang. Kamu? Ehh apa tadi Gilang sedang apa sayang? Memasak? Kalian ada di mana sekarang?" Tanya mami Ajeng terdengar kaget.
"Kami ada di apartement, mih." Jawab Andita.
__ADS_1
"Apartement? Apa apartement Gilang? Tunggu di sana, mami akan segera kesana."