My Secret Love

My Secret Love
164


__ADS_3

Kini Husna sudah tiba di gedung fakultas nya dengan di antar oleh supir nya karena Azzam tidak mengizinkan nya untuk mengendarai mobil sendiri.


Begitu dia tiba di gedung fakultas di sana sudah ada Gauri serta teman-teman nya yang lain menyambut nya. Husna yang masih merasakan sedikit pusing tetap tersenyum menatap orang-orang yang sudah menunggu nya itu.


"Suamiku, ada di mana?" tanya Husna saat tidak melihat Azzam di sana.


"Aku di sini sayang." jawab Azzam dari belakang nya. Azzam baru saja dari kelas memberikan materi kepada mahasiswa semester tiga.


Husna pun berbalik dan menatap suami nya itu dengan senyum terbaik nya. Sementara Azzam segera membawa Husna ke dalam pelukan nya begitu dia sudah berada dekat dengan sang istri. Azzam juga segera melabuhkan kecupan penuh kasih di kening Husna yang entah kenapa dia merasa bahwa kening istri nya itu terasa hangat.


"Sayang, apa kamu baik-baik saja? Tidak ada yang kau rasakan?" tanya Azzam memastikan.

__ADS_1


Husna mengangguk dan tersenyum, "Aku baik-baik saja, mas. Tidak perlu khawatir." balas Husna lalu menyalami tangan sang suami.


Azzam pun mengangguk saja walaupun dia tahu istri nya itu tidak baik-baik saja seperti yang di katakan.


"Kita masuk saja. Ujian nya akan segera di mulai. Kamu sudah siap kan dek?" ucap Gauri bertanya.


Husna pun mengalihkan pandangan nya ke arah Gauri lalu dia mengangguk, "Ya sudah ayo kita masuk. Ayo mas." ajak Husna segera menggandeng suami nya itu memasuki gedung fakultas.


"Sayang, apa kau yakin tidak perlu menunda waktu ujianmu?" tanya Azzam sebelum mereka masuk ke ruangan sidang.


Husna pun menatap suami nya itu lalu tersenyum, "Apa mas meragukanku?" tanya Husna balik.

__ADS_1


Azzam menggeleng, "Bukan seperti itu sayang. Aku mana mungkin meragukanmu. Hanya saja tadi kau sempat mual. Aku khawatir." ucap Azzam lembut.


"Sudah aku katakan bahwa aku baik-baik saja mas. Kenapa kau sangat khawatir. Aku ingin segera menyelesaikan ini agar tidak terbebani lagi." ucap Husna.


Azzam yang mendengar itu pun segera mengangguk. Lalu kedua nya segera masuk ke dalam ruangan sidang. Tapi tentu saja Husna pamitan dulu pada teman-teman nya yang ikut menunggu nya.


Di dalam ruangan, Azzam segera menuju tempat duduk nya sementara Husna menuju meja dan tempat duduk nya sendiri. Tidak lama dosen penguji pun masuk karena memang Husna yang pertama kali akan ujian pada hari itu. Dia pembuka nya. Untuk itu lah dia tak ingin mengubah nya karena bisa saja yang akan menggantikan nya itu belum siap maka dia akan bersikap dzalim.


Tidak lama Husna pun mulai mempresentasikan skripsi nya itu. Sementara Azzam mencoba untuk bersikap sebagai dosen terhadap mahasiswa nya dan melepaskan status lain yang mengikat kedua nya dalam ikatan yang sah. Walaupun tak dia pungkiri bahwa dia juga mengkhawatirkan istri nya itu. Tapi melihat sang istri yang bersemangat mengikuti ujian nya maka dia pun bersikap tenang.


Di tengah-tengah presentasi nya, Husna mulai merasakan pusing tapi mencoba dia abaikan karena dia harus menyelesaikan ujian nya dengan baik. Akhirnya dalam waktu sepuluh menit dia menyelesaikan presentasi nya dan kini beralih ke sesi tanya jawab. Sebelum ke sesi berikut nya Husna segera duduk di tempat duduk nya kembali untuk menghilangkan rasa pusing nya.

__ADS_1


"Yaa Allah, aku mohon!"


__ADS_2