
Setelah sarapan bersama, kini mereka menuju halaman depan.
“Untuk apa kita ke sini mas?” tanya Husna pada suami nya itu yang memang menggandeng nya dengan posesif.
Azzam pun tersenyum, “Kamu akan tahu nanti.” Balas Azzam.
“Kebiasaan.” Ucap Husna dengan wajah cemberut nya. Azzam pun menjadi gemas sendiri dan mengusap pipi istri nya itu dengan lembut.
Begitu di halaman depan, Husna pun menatap mobil Van yang mereka gunakan masih ada di sana, “Mas, kapan mobil itu akan di kembalikan? Bisa kah beberapa hari lagi di sini agar jika tidak di jual nanti maka setidak nya aku sudah merasakan apa yang sudah ku rencanakan untuk ku buat di sana.” Pinta Husna.
Abi Syarif dan Umi Balqis yang mendengar ucapan putri mereka itu hanya tersenyum, “Untuk apa harus di kembalikan lagi nak?” tanya umi Balqis.
Husna yang mendengar ucapan umi nya itu menjadi bingung sendiri, “Maksud umi apa? Bukan kah itu memang hanya di pinjam saja. Tapi aku sudah meminta mas untuk membujuk pemilik nya agar mau menjual nya kepada Husna. Husna suka mobil itu.” ungkap nya polos.
“Buat apa harus membujuk pemilik nya lagi nak. Ini sudah milikmu.” Ujar abi Syarif.
__ADS_1
“Maksud nya apa?” tanya Husna tambah bingung.
Dia segera menatap suami nya itu untuk meminta jawaban atas kebingungan nya.
Azzam pun segera mengambil sesuatu dalam saku nya dan memberikan nya kepada sang istri. Husna pun menerima kertas itu di tangan nya dan dengan wajah bingung nya dia segera membuka kertas itu.
“Mas, maksud nya apa ini?” tanya Husna meminta penjelasan. Dia sudah paham apa yang sebenar nya terjadi tapi dia tetap ingin penjelasan.
“Mas sudah membeli itu untukmu sayang.” jawab Azzam lembut.
“Sudah dia pesan sejak dua minggu lalu dan tepat dua hari sebelum ulang tahunmu dia sudah membayar nya.” Jawab Abi Syarif karena menantu nya itu hanya diam saja.
“Azzam tahu kau memiliki keinginan berlibur ke pantai menikmati senja dengan mobil Van. Jadi dia mewujudkan hal itu dan membelikan mobil Van ini untukmu sebagai hadiah ulang tahunmu.” Sambung Umi Balqis.
Husna yang mendengar penjelasan kedua orang tua nya itu pun kini menatap suami nya itu lekat, “Mas, jadi kemarin saat aku membujukmu untuk membeli mobil itu kau sudah membeli nya. Mas kau tega membohongiku?” ucap Husna.
__ADS_1
“Maaf sayang. Mas hanya ingin menggodamu saja. Salah sendiri juga tidak langsung paham. Sudah kamu sadari bahwa semua isi mobil nya sesuai keinginanmu masih saja tidak peka.” Ucap Azzam.
“Ahh kau aku pikir nya mas hanya meminjam nya dan semua desain nya hanya kebetulan saja sesuai dengan apa yang ku mau. Untuk itu juga aku hingga membujukmu untuk membeli nya.” balas Husna.
“Iya maaf mas salah.” Ucap Azzam lalu memeluk istri nya itu.
“Lain kali jika ingin memberikan hadiah itu beri aku kode mas agar aku peka.” Ucap Husna dalam pelukan suami nya itu.
“Mana ada hadiah sudah di beritahu lebih dulu sayang. Tidak akan jadi kejutan jika seperti itu.” Balas Azzam.
Husna melepaskan pelukan nya dan menatap lekat suami nya itu, “Terima kasih mas. Aku sangat menyukai hadiah ini. Ini hadiah paling mewah yang pernah ku dapat.” Ucap Husna lalu memberikan kecupan di pipi suami nya.
“Sayang .. ada abi sama umi loh.” Goda Azzam.
“Biarin. Mereka juga pernah muda mas. Pasti mengerti.” Timpal Husna. Umi Balqis dan Abi Syarif pun hanya tersenyum mendengar ucapan putri mereka itu.
__ADS_1