
"Katakan!" Ucap Husna tegas hingga Zahra pun memilih duduk di samping ranjang kakak ipar nya itu.
"Kak, sungguh aku tidak punya apapun untuk di bicarakan denganmu. Aku hanya bercanda saja kak." Ucap Zahra mencoba menyembunyikan masalah nya.
Husna hanya menatap adik ipar nya itu dalam, "Ah baiklah. Aku akan mengatakan nya. Seperti nya aku memang tidak berbakat dalam hal menyembunyikan sesuatu apalagi darimu kakak ipar." Ujar Zahra pasrah.
__ADS_1
Husna yang mendengar ucapan adik ipar nya itu pun tersenyum, "Ayo cerita! Apa ini ada hubungan nya dengan Gen?" Tebak Husna.
Zahra pun perlahan mengangguk karena kakak ipar nya itu memang menebak dengan tepat hingga dia pun tak punya pilihan untuk mengelak lagi.
Husna yang berbaring segera bangun dan bersandar di headboard ranjang lalu segera menggenggam tangan Zahra erat, "Ada apa? Apa ada masalah? Kenapa dengan Gen?" Tanya Husna lembut.
__ADS_1
"Kakak ipar, kau tahu bukan aku memiliki perasaan pada nya. Yah aku akui di hadapanmu sekarang aku menyukai nya. Perasaan ini awal nya hanya sebuah kekaguman saja tapi karena respon yang dia berikan untukku rasa kagum itu menjadi suka atau mungkin sudah berada di tahap cinta. Tapi aku juga tidak ingin menjadi penghalang cita-cita nya begitu juga dengan cita-cita yang ingin ku raih. Aku ingin fokus dengan hal itu hingga aku merasa telah bertindak egois dan semena-mena pada nya. Aku merasa tidak enak pada nya kak. Aku merasa bersalah melakukan ini pada nya. Aku yang meminta nya untuk menjaga jarak tapi percaya lah aku pun keberatan dengan permintaanku sendiri yang ingin dekat dengan nya. Apa yang harus aku lakukan kak? Apa aku egois dengan keinginanku itu? Apa aku terlihat sangat materialistik hanya karena ingin memiliki pasangan yang mapan?" Ucap Zahra masih dengan kepala nya berada di pangkuan Husna.
Husna yang mendengar penuturan panjang adik ipar nya itu pun menarik napas panjang lebih dulu sebelum bicara. Dia tahu ini masalah yang melibatkan hati. Jadi harus di pikirkan baik-baik sebelum memberikan sebuah saran.
"Kau tidak salah dek tapi juga tidak bisa di katakan benar. Keputusan yang kau ambil memang baik untuk masa depan kalian, karir kalian tapi bukan kah tidak harus mengorbankan perasaan juga? Karir dan cinta bisa berjalan beriringan. Kenapa harus melepas salah satu nya hanya ingin memenangkan yang lain. Kakak juga bukan mengatakan padamu bahwa menikah muda itu enak. Menikah muda ada negatif dan positif nya. Positif nya tentu saja kita bisa bersama orang yang kita cintai setiap menit, setiap jam, setiap hari tapi kita juga harus ingat konsekuensi nya yaitu mungkin saja timbul rasa bosan. Lalu sisi buruk nya tentu saja jika mental kita tidak siap dalam membina sebuah rumah tangga maka pasti tidak akan mampu melewati ujian pernikahan. Kau tahu bukan ujian pernikahan itu bermacam-macam tapi paling banyak di uji dengan ekonomi. Nah sebelum kau memutuskan untuk menikah dengan orang yang kau cintai apakah kalian sudah siap nanti berbagi hidup bersama dengan segala keterbatasan yang ada. Itu yang harus di pertimbangkan sebelum menikah. Kau sudah benar memilih karir dari pada cinta tapi kau salah karena tidak memberikan kesempatan untuk hubungan kalian dan lebih memilih memutuskan hubungan kalian begitu saja. Kakak bukan menyuruhmu pacaran hanya saja kakak yakin kau paham apa yang kakak maksud." Jelas Husna panjang lebar.
__ADS_1
"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang kak?"