My Secret Love

My Secret Love
136


__ADS_3

"Kak ... Minuman untukmu!"


Gentaka bukan nya langsung menerima minuman itu justru segera berdiri menatap lekat siapa yang kini ada di hadapan nya. Dia sempat memejamkan mata nya untuk memastikan bahwa apa yang dia lihat itu nyata bukan ilusi nya saja. Saking dia tidak percaya melihat gadis itu ada di sana di hadapan nya sekarang. Walaupun memang terbertit keinginan di lubuk hati nya paling dalam bahwa sangat mengharapkan kedatangan gadis ini.


"Kak, ambillah. Apa kau akan membuatku malu dengan tidak menerima minuman ini dariku?" Ucap orang di hadapan Gentala itu lagi.


Gentala yang mendengar itu pun segera mengambil minuman dari tangan gadis itu. Ingin rasa nya dia memeluk gadis di hadapan nya itu sambil mengucapkan terima kasih banyak karena sudah datang. Dia seperti memiliki mood booster tersendiri karena kedatangan gadis itu.


"Terima kasih!" ucap Gentala sambil memegang erat minuman di tangan nya.


Gadis itu yang tidak lain adalah Zahra pun hanya mengangguk lalu segera duduk di samping Gentala.


Tanpa kedua nya sadari kini mereka menjadi pusat perhatian dari ke empat gadis di depan mereka yang tadi nya fokus mendengarkan cerita Andita. Kini ke empat orang itu menatap kedua nya lekat.


Zahra yang kemudian menyadari itu pun seketika tersenyum karena melihat ekspresi yang di tunjukkan ke empat orang di hadapan nya.


"He'ehh kakak ipar. Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa aku salah berada di sini?" tanya Zahra menatap Husna.


Husna seketika menggeleng, "Tidak salah dek. Sangat tidak salah sama sekali. Hanya saja kenapa kalian tidak bicara?" Tanya Husna bingung.


Zahra pun tertawa kecil mendengar pertanyaan kakak ipar nya itu. Lalu dia segera melirik Gentala di samping nya yang juga hanya menatap nya lekat.


"Aku tadi kebetulan lewat saja. Jadi sekalian mengunjungi kalian berkumpul. Aku dengar hari ini kak Ratna juga ujian, maka nya aku datang, ingin memberikan ucapan selamat." Jelas Zahra.


Ke empat wanita di hadapan nya pun seketika saling menatap satu sama lain. Seolah mereka saling bicara melalui telepati bahwa ada sesuatu yang sudah terjadi antara Zahra dan Gentala yang di coba di sembunyikan kedua nya.


Zahra dan Gentala adalah dua orang yang heboh apabila bertemu satu sama lain. Mereka memiliki kepribadian yang hampir sama yaitu sama-sama ceria dan mudah bergaul satu sama lain. Tapi kini kedua nya hanya saling diam-diaman. Bicara hanya seperlu nya saja terus di tambah dengan jawaban yang di berikan Zahra. Jawaban nya Zahra terkesan mengalihkan topik tidak menjawab secara utuh pertanyaan yang di ajukan.


"Apa kalian ada masalah?" tanya Betty yang seperti biasa nya tidak dapat menahan rasa ingin tahu nya itu.

__ADS_1


Zahra yang mendengar itu pun tertawa lalu menggeleng, "Mana mungkin kami memiliki masalah satu sama lain. Kami baik-baik saja kok. Iya kan kak Gen?" ucap Zahra meminta dukungan dari Gentala yang hanya di jawab dengan anggukan oleh Gentala.


"Hm ... Masa sih? Kalian aneh!" Ucap Betty lagi seolah masih mencari jawaban di antara kalimat Zahra itu.


"Jika memang kau datang untukku, lalu mana hadiahku?" Pinta Ratna mencoba mengalihkan topik. Sedikit paham bahwa Zahra saat ini sedang tidak ingin membahas diri nya.


Zahra pun segera berdiri lalu tersenyum mendekati Ratna, "Terima kasih kak." Bisik Zahra memeluk Ratna.


Ratna pun tersenyum menatap Husna yang tadi memberi kode pada nya untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


"Hadiahmu akan menyusul." Ucap Zahra melepas pelukan nya dari Ratna. Lalu dia mendekati sang kakak ipar dan memeluk nya.


"Aku akan menceritakan semua nya di rumah nanti kakak ipar. Terima kasih sudah menolongku hari ini. Aku pasti akan bicara padamu saat sudah siap bicara." bisik Zahra.


Husna pun hanya tersenyum dan memeluk adik ipar nya itu erat seolah memberikan kekuatan untuk Zahra.


Setelah itu Zahra segera memberikan satu buket untuk Ratna lalu untuk Gentala juga. Terus untuk Gilang dia bingung mau memberikan nya kepada siapa.


"Berikan saja kepada Dita, dek. Gilang masih sedang ujian." ujar Husna.


Zahra pun mengangguk lalu memberikan nya kepada Andita tanpa banyak bertanya karena dia yakin bahwa kakak ipar nya ipar nya itu pasti tahu sesuatu terkait hubungan Gilang dan Andita.


"Okay. Zahra pamit dulu ya. Zahra masih memiliki mata kuliah dengan abang dosen nya." pamit Zahra kemudian.


"Kakak ipar kamu apa tidak ikut denganku menemui kakak?" lanjut Zahra bertanya melirik Husna.


"Kakak di sini saja. Kakak tidak ingin mengganggu." Balas Husna.


Zahra pun mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Sebelum kau pergi ke kelasmu ayo kita ambil gambar dulu. Apa masih ada waktu?" tanya Ratna.


Zahra pun mengangguk dan tersenyum. Lalu mereka pun mengambil beberapa gambar di sana.


Setelah Zahra pergi mereka segera keluar dari gedung fakultas. Mereka mengambil gambar di depan gedung fakultas.


Sementara Gentala di tinggal sendiri menunggu giliran dia ujian. Gentala menatap minuman di tangan juga buket di samping tempat duduk nya tepat di bekas yang di duduki Zahra tadi. Gentala tidak memiliki keinginan sama sekali untuk segera membuka minuman di tangan nya. Seperti nya memang tidak akan membuka nya sama sekali.


Kembali ke sisi Husna dan teman-teman nya yang masih mengambil foto bersama. Lalu tiba-tiba Azzam keluar dari gedung fakultas dan dia tersenyum melihat istri nya ada di sana serius mengambil foto hingga tidak menyadari kedatangan nya.


Azzam pun segera mendekati istri nya itu, "Mas!" ucap Husna segera mendekati Azzam begitu dia sudah menyadari kedatangan Azzam. Husna segera menyalami tangan suami nya itu.


"Ehh jangan lakukan itu di sini. Banyak orang. Malu!" Ucap Husna mundur sambil menunjuk orang-orang di sana saat Azzam hendak mengecup kening nya.


Azzam pun terkekeh melihat istri nya itu. Hingga Azzam pun meletakkan tangan nya di kepala Husna.


"Apa akan ke kelas Zahra?" tanya Husna.


Azzam pun mengangguk, "Apa tidak merasa pusing lagi?" tanya Azzam balik.


Husna mengangguk dan tersenyum lebar seolah menunjukkan bahwa dia memang sudah baik-baik saja. Azzam pun tersenyum melihat apa yang di lakukan oleh istri nya.


"Yaa sudah mas pamit ke kelas dulu. Kamu bersenang-senang lah!" ucap Azzam yang di angguki oleh Husna.


"Saya titip istri saya ini ya." Lanjut Azzam melirik ketiga teman istri nya itu.


"Kami pasti akan menjaga nya dengan baik pak." sahut mereka bersamaan.


"Aku bisa menjaga diriku mas." ucap Husna sebelum suami nya itu pergi ke kelas.

__ADS_1


__ADS_2