
Darren mengecup kening mesra sang istri. Sebagai bentuk cinta dan syukur nya atas apa yang ia dapatkan. Cinta nya yang di rahasiakan dari lama akhirnya sekarang menjadi miliknya seutuhnya. Berharap menua bersama tanpa ada kata pisah.
Hari-hari mereka lewati dengan bahagia. Bahkan Mauren merasakan kebahagiaan yang jauh luar biasa dari pernikahan nya yang dulu. Seperti hari ini, saat ia belum bangun, Darren tak membangunkan dirinya.
"Loh, kok mommy ngga di bangunin?" protes Mauren yang melihat suami dan anak nya yang sedang sarapan berdua di meja makan.
Mereka kini sudah menempati rumah baru yang di beli oleh Darren. Tak kalah mewah dan megah dari rumah tempat tinggal Mauren dulu bersama Thomas. Bahkan segala interior nya Mauren yang memilih sendiri.
"Kata papi, mommy capek. Biarin istirahat aja. Kan ini juga hari minggu." Jawab Miska.
"Duh, pinter banget sih anak mommy," Mauren mencium kening sang putri lalu duduk di sebelah sang suami.
"Iya, capek kan semalam dua ronde mom," bisik Darren di telinga Mauren.
Sontak Mauren membuat kan matanya. Ia takut kalau Miska mendengar ucapan Darren.
"Papi," tegur Mauren.
"Mommy, Laura bilang dia punya adik bayi laki-laki yang lucu sekali, aku juga mau mommy!"
"Miska mau adik?"
Miska mengangguk.
__ADS_1
"Mom, kayaknya kita harus ekstra kejar setoran biar segera hadir adik nya Miska." Ucap Darren.
"Iya, mommy kejar ya! Biar Miska segera punya adik,"
Gadis kecil itu berucap dengan gembira sesekali menyuapkan sereal ke dalam mulut nya.
"Iya, jangan lupa Miska berdoa pada Tuhan semoga segera diberikan adik bayi, ya!"
"Iya mommy."
"Mau jalan-jalan ke mall ngga?" tanya Mauren.
"Mau, ayo mommy!"
Mauren bergegas kembali ke kamar untuk mengambil tas dan keperluan lainnya.
"Emang nya Miska mau beli apa di mall?" tanya Darren.
"Beli mainan sama buku cerita papi." Jawab Miska.
"Oh, cuma beli itu aja?" tanya Darren.
"Ya, engga sih, biasanya mommy suka beliin baju dan sepatu."
__ADS_1
"Ini baru punya istri satu dan anak satu. Kalau nambah satu lagi cewek isinya shopping terus ya? Papi harus ekstra ini kerja nya."
"Kenapa? Ngga ikhlas gitu beliin anak sama istrinya ya?" tanya Mauren dengan sewot.
"Eh, ada mommy, ngga mom. Ikhlas banget aku. Kan benar aku harus ekstra kerja keras buat bahagiain kalian."
Darren langsung memeluk Mauren dari belakang. Ia kecup tengkuk sang istri.
"Papi bahagia ngga nikah sama mommy?"
"Jangan ditanya lagi, bahagia banget mom. Makasih sudah pilih papi."
"Makasih, sudah nunggu mommy."
"Ayo, kita berangkat mom!" Ajak Miska yang sudah tidak sabar untuk jalan-jalan ke mall.
Dulu, Darren selalu diam-diam mengikuti Mauren dan Miska, sekarang ia bisa dengan leluasa mengajak anak dan istrinya untuk pergi ke mall, dan bahkan pergi kemana pun yang dia mau. Cinta nya yang di rahasiakan sekian lama, akhirnya bisa bersatu dengan pengorbanan dia yang menunggu tanpa kata lelah. Menanti tanpa mengganggu. Dan rela walau ia kesakitan sendiri.
"Senang nya anak mommy." Ucap Mauren yang melihat Miska tersenyum senang sambil bernyanyi.
"Iya dong mom," Miska meraih tangan Darren dan Mauren untuk di gandeng bersama.
Kebahagiaan akan menyertai siapa saja yang yakin akan cinta. Tulus memberi dan tanpa mengharapkan kembali. Penantian Darren terbayarkan dengan dirinya yang skarang sudah bersatu dengan Mauren.
__ADS_1