My Secret Love

My Secret Love
110


__ADS_3

“Sudah .. hentikan. Tidak perlu di lanjutkan lagi. Lebih baik sekarang kita segera kembali dan menuju restoran agar tidak akan ketinggalan sesi makan siang bersama.” Ucap Husna menghentikan perdebatan suami nya dan adik ipar nya itu.


“Eehh kok begitu sih kakak ipar. Cepat banget. Aku belum puas makan camilan nya.” rengek Zahra.


Husna pun tersenyum, “Ya sudah bawa saja. Kau bisa memakan nya selama di mobil nanti.” Jawab Husna.


“Apa benar bisa begitu?” tanya Zahra dengan tatapan berbinar nya layak nya seorang anak kecil saat mendapat hadiah dari orang tua nya.


Husna mengangguk, “Tapi coba tanyakan kepada asisten rumah tangga di sini. Apa mereka mengizinkanmu membawa nya atau tidak.” Canda Husna menatap asisten rumah tangga yang ada di sana. Para ART di sana pun kaget mendengar ucapan majikan mereka itu.


“Ayo sana minta lah sama mereka. Itu hasil buatan tangan mereka.” ucap Azzam.


Zahra pun tersenyum lalu segera membawa satu toples camilan yang ada di sana dan mendekati ART kakak ipar nya itu, “Apa saya bisa membawa ini? Saya sangat menyukai nya.” ucap Zahra sopan.

__ADS_1


“Ah silahkan nona. Itu adalah milik nona muda.” Jawab mereka gugup.


“Hey … itu adalah milik kalian. Aku datang ke sini hanya sekali saja dan selalu ada camilan di sana setiap aku datang. Itu berarti kalian yang membuat dan mempersiapkan nya untukku bukan. Itu milik kalian bukan milikku. Jadi jawab permintaan adik iparku itu.” ucap Husna.


“Ahh silahkan nona. Kami senang jika anda menyukai nya. Kami bisa membuatkan nya untuk nona jika nona menginginkan nya lagi.” Ucap ART Husna.


“Baiklah. Terima kasih. Aku tidak akan sungkan jika begitu. Aku akan datang untuk belajar nanti bersama kalian. Bisa kah aku mendapatkan nomor kalian?” pinta Zahra senang karena dia mendapat teman baru di sana.


Para ART itu segera memandang Husna, “Hey, kenapa kalian memandangku. Dia meminta nomor ponsel kalian. Berikan jika memang kalian ingin. Itu adalah hak kalian. Ayo suamiku kita keluar.” Ucap Husna.


“Ayo berikan!” ucap Zahra. Para ART itu pun segera memberikan nomor ponsel mereka kepada Zahra.


“Mereka sangat menghormatimu sayang.” ucap Azzam.

__ADS_1


“Tidak … mereka takut padaku. Padahal aku selama ini tidak pernah bersikap menakutkan kepada mereka. Apa wajahku ini sudah mengisyaratkan sesuatu yang jahat?” tanya Husna menatap suami nya itu lekat. Kadang dia bingung ketika mendapatkan penghormatan berlebihan seperti itu.


Azzam yang mendengar ucapan istri nya itu pun tersenyum, “Coba sini aku periksa. Apa istriku ini menakutkan atau tidak.” Ucap Azzam tersenyum.


“Tidak ada yang anah. Sama sekali tidak ada. Istriku ini sangat cantik. Tidak menakutkan sama sekali.” Ucap Azzam.


“Ck .. serius mas.” Ucap Husna.


“Kamu tidak menakutkan sama sekali sayang. Itu ada bentuk sebuah penghormatan.” Ucap Azzam.


“Ck … jangan bermesraan di hadapanku.” Ucap Zahra yang langsung masuk ke mobil.


Husna dan Azzam pun hanya tersenyum melihat itu lalu mereka segera menyusul Zahra masuk mobil.

__ADS_1


“Kita akan putuskan tujuan kita hari ini ke sini lain waktu.” ucap Azzam yang tentu saja di angguki oleh Husna.


__ADS_2