My Secret Love

My Secret Love
Jadian part 2


__ADS_3

"Mama kenapa menatap aku seperti itu? Aku dan Uni tidak melakukan apa-apa, Uni itu gadis yang bisa menjaga kehormatannya, dia tidak akan mau walaupun aku ajak berbuat hal di luar batas."


"Apa? Kamu mengajaknya berbuat hal di luar batas?"


"Auw!" Aro mengelus tangannya yang di cubit oleh Nala.


"Kamu itu jangan berbuat hal yang membuat mama spot jantung."


"Aku hanya bercanda, apa mama tidak mengenali aku sebagai putramu? Aku tidak mungkin melakukan hal di luar batas dengan seorang gadis."


"Lalu kamu sedang apa di dalam kamar Uni tengah malam begini?"


"Aku hanya membuat Uni agar tidak pergi dari rumah ini."


"Lalu? Apa berhasil?"


"Tentu saja aku berhasil. Malahan aku dapat bonus darinya."


"Bonus? Bonus apa?"


"Kita jadian, Ma. Uni sudah menjadi kekasihku."


"Benarkah? Apa kamu memaksanya? Seperti dulu?"


"Tentu saja tidak karena aku menjelaskan jika Mama sudah tau kalau aku mencintainya, dan dia tidak perlu minder dengan status dia di sini."

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu. Ayah dan nenek pasti senang kamu mendapat kekasih yang baik dan mandiri seperti Uni."


"Ma, jangan bilang dulu sama ayah dan nenek. Aku tidak mau Uni merasa tidak enak, nanti saja kalau waktunya sudah tepat."


"Ya sudah, kalian saja nanti yang memberitahu sendiri, mama tidak akan ikut-ikut dengan urusan anak muda."


Aro merangkul mamanya. "Kira-kira ayah dan nenek akan senang tidak, ya, kalau aku berpacaran dengan Uni? Kenapa aku jadi merasa takut begini kalau sampai ayah menentang hubungan aku dengan Uni?"


"Ayah kamu tidak akan menentang hubungan kalian, tapi mama juga tidak dapat memastikannya."


"Aku akan tetap mempertahankan Uni walaupun ayah tidak merestuinya karena aku yakin Uni pantas untuk di pertahankan."


"Kamu seperti ayah kamu saja. Ya sudah! Kalau begitu kamu sekarang tidur dulu karena sudah sangat larut malam."


"Mama juga sayang sama kamu, Aro." Nala mengusap pipi putranya.


Aro masuk ke dalam kamarnya dan Nala melihat jika putranya itu terlihat sangat bahagia. Aro bahkan tidak pernah menciumnya, tapi kenapa tadi menciumnya? Ini semua pasti karena Uni yang membuat hatinya sangat bahagia.


Ke keesokan harinya, Uni yang sudah bangun segera menyiapkan makan pagi untuk mereka semua. Uni hari ini membuatkan makanan kesukaannya Aro.


Aro yang ternyata bangun sangat pagi karena dia tidak sabar ingin melihat gadis yang semalam sudah dia klaim menjadi miliknya berkutat dengan alat masak di dapur. Kebetulan juga orang-orang di rumahnya masih tidur karena memang ini hari libur.


"Pagi, Sayang." Aro dengan cepat mendaratkan kecupannya pada pipi Uni yang sedang sibuk memasak. Sontak saja hal ini membuat Uni terkejut dan langsung mendelik pada Aro.


"Aro! Apa yang kamu lakukan? Jangan bersikap yang memalukan di rumah kamu!"

__ADS_1


"Memangnya kenapa? Aku mencium kekasihku sendiri, lagian di sini masih sepi."


"Tapi itu tidak baik, Aro. Lagian kamu kenapa sudah bangun sepagi ini? Sana tidur lagi," usir Uni.


"Aku sengaja bangun pagi karena aku mau melihat kekasihku memasak. Kamu tau? Jujur saja aku senang sekali melihat kamu memasak seperti ini. Kamu terlihat sangat cantik sekali," bisik Aro.


"Jangan merayu aku pagi-pagi, Aro. Kamu sana dan jangan mengganggu aku, aku masih sibuk. Aku mau menyelesaikan masakan aku sebelum keluarga lainnya bangun."


"Apa mau aku bantu?"


"Tidak perlu, kamu kalau mau membantuku, kamu duduk diam saja dan jangan menggangguku." Uni berbicara dengan Aro dengan posisi membelakangi Aro.


"Ya sudah kalau begitu, aku akan mandi dulu lalu makan pagi."


Cup!


Sekali lagi Aro mengecup pipi Uni dengan cepat dan langsung pergi dari sana.


"Ehem ...!" terdengar suara deheman dari seseorang.


Uni yang agak kaget menoleh ke arah belakang. "Ibu Nala?" Uni sangat kaget, apa tadi Ibu Nala melihat apa yang dilakukan Aro padanya.


"Hati-hati kalau sedang memasak. Kamu harus fokus. Dasar Aro itu memang usil dan nakal, kamu boleh memarahinya kalau dia bersikap bandel atau nakal sama kamu, Uni." Nala lalu pergi dari sana menuju meja makan.


Uni tampak malu di wajahnya karena tadi mendengar ucapan Ibu Nalanya. Sepertinya, Ibu Nalanya tau tentang hubungan dia dengan Aro.

__ADS_1


__ADS_2