My Secret Love

My Secret Love
Kedatangan Ibu Mertua


__ADS_3

Nala menuju dapur dan melihat ada bibinya di sana sedang memasak. Nala menghampirinya dan hidungnya di manjakan oleh aroma masakan yang sangat enak.


“Aromanya enak sekali.”


Bibi Anjani terkejut melihat ada Nala tiba-tiba di


belakangnya. “Kamu sudah bangun? Akira mana? Kamu bangunkan dia dan kita makan


bersama.”


“Dia masih tidur, aku memang berniat tidak membangunkan dia dulu karena aku mau membuat masakan untuk Akira supaya kita bisa makan bersama, tapi ternyata Bibi sudah membuatkan masakan.”


“Iya, tadi bibi sehabis merapikan baju-baju di dalam lemari terus bibi tidur sebentar, rasanya nyaman sekali tidur di atas kasur yang


sangat empuk itu, bibi sampai hampir lupa waktu saat itu.”


“Bibi istirahat saja, biar aku yang memasak buat kalian.” Nala membantu bibinya menyiapkan makan malam. Nala meletakkan masakan yang sudah jadi di atas meja makan.


“Nala, kamu mandi dulu saja sana, kamu sedang hamil jangan mandi malam-malam. “


“Ya sudah kalau begitu aku akan mandi dulu dan membangunkan Akira.”


Nala kembali masuk ke dalam kamarnya dan dia naik ke atas ranjang untuk membangunkan Akira. Nala mengusap-usap perlahan pipi Akira dan mengecupnya. Akira yang merasakan hal itu perlahan mengerjapkan kedua matanya dan


tersenyum saat dia melihat wajah istrinya tepat berada di depannya. “Kamu kenapa? Mau minta itu?”


Nala mengerucutkan bibirnya. “Apa tidak ada pertanyaan lain selain itu?” Nala beranjak dan menuju lemari bajunya, dia mengambil baju di


dalam lemari, di sana sudah Akira siapkan beberapa baju santai untuk Nala.


“Kamu mau mandi?”


“Iya, ini sudah hampir malam dan bibi tidak memperbolehkan aku mandi malam-malam karena aku sedang hamil. Setelah aku mandi kamu juga mandi, kita di tunggu bibi Anjani makan malam bersama.”


“Memangnya bibi Anjani sudah menyiapkan makanan?”


“Iya, tadinya aku mau masak, tapi ternyata bibi sudah menyiapkan masakan duluan.”


“Kalau begitu kita mandi bersama saja suapaya lebih cepat dan bibi tidak lama menunggu.” Akira beranjak dan memeluk Nala.

__ADS_1


“Tidak mau! Jangan sering-sering melakukan hal itu, aku takut nanti ada apa-apa sama si kembar.” Nala melepaskan tangan Akira dan masuk ke dalam kamar mandi.


“Huft! Sekarang si kembar yang dia jadikan alasan, padahal aku tau jika dia juga menyukainya. Nanti saat kontro ke dokter aku akan tanya kira-kira aku boleh melakukan hal itu berapa kali dengan Nala dalam sebulan,”


dialognya sendiri.


Nala sudah siap dan dia bilang pada Akira jika dia akan menunggunya di luar untuk membantu bibinya membersihkan dapur. Akira masuk ke


dalam kamar mandi.


“Bi, sudah selesai semuanya?”


“Sudah, hanya tinggal membuatkan teh hanga saja.”


“Kalau begitu Bibi mandi saja, aku yang akan membuatkan minuman untuk kalian.” Nala menuju pantry dapur dan bibinya masuk ke dalam kamarnya.  Tidak lama saat Nala sedang membuatkan tiga cangkir teh hangat dan segelas coklat hangat terdengar suara bel pintu


berbunyi.


Nala bingung siapa yang datang ke rumah ini? Bukannya Akira masih baru pindah ke sini? Nala menuju pintu dan saat pintu dia buka, Nala sangat terkejut melihat siapa yang ada di depannya. “Nala,” ucapnya lirih.


“Nyonya Besar, Kei?” Nala sangat terkejut melihat siapa yang datang, bahkan dia sampai bergetar memanggil namanya.


Orlaf yang juga ikut dengan mommynya langsung ikut memeluk pinggang Nala.


Nala menunduk dan membalas lebih hangat pelukan Orlaf. “Orlaf, aku sangat merindukan kamu, bagaimana kabar kamu?”


“Aku baik Miss Nala. Aku senang bisa bertemu dengan kamu lagi, apalagi aku mendengar jika kamu sedang mengandung keponakan kembarku? Mereka kapan akan lahir? Aku sudah tidak sabar melihat dan bermain dengan


mereka,” cerocosnya.


Nala tertawa kecil. “Masih lama, Orlaf. Kamu bersabar saja, dan doakan selalu semoga mereka berdua sehat di dalam kandunganku.”


“Pasti, pasti akan aku doakan mereka berdua dan kamu sehat selalu.”


“Kabar kamu baik kan, Nala?”


“Baik, Nyonya Kei.”


“Hei! Kenapa masih memanggilku nyonya Kei? Aku ini sekarang ibu mertua kamu, kamu bisa memanggilku mommy Kei.” Tangan wanita cantik nan lembut itu mengusap perlahan pipi Nala.

__ADS_1


“Nyo--. Maksudku Mommy Kei, silakan masuk dulu. Maaf aku sampai lupa menyuruh masuk, padahal Mommy baru saja sembuh dari sakitnya.”


“Tidak apa-apa, mungkin kamu masih sangat terkejut melihat aku dan Orlaf tiba-tiba ada di sini?”


“I-Iya, aku sangat terkejut.”


Nala mengajak mereka berdua masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu. Kei mengedarkan pandangannya melihat sekitar rumah baru putranya itu. “Rumah yanga Akira belikan buat kamu benar-benar indah. Kamu dan kedua


anak kalian pasti sangat senang tinggal di sini.”


“Iya, Mom. Rumah ini sangat indah dan aku benar-benar tidak menyangka jika Akira akan membelikan rumah ini, padahal aku tidak berharap dia memberiku apa-apa. Aku sudah sangat bahagia hidup bersama dengan Akira.”


Tangan Kei memegang tangan Nala yang saling bertaut. Sejak tadi memang Nala masih sangat takut dan bingung. Nala takut jika nanti bertemu dengan daddynya Akira. “Kamu tidak perlu merasa sungkan, bagaimanapun juga kamu sudah menjadi bagian dari keluarga Danner dan kamu yang akan memberi pertama


kali pewaris dari keluarga Danner. Kalian berhak tinggal dan mendapat kehidupan


yang lebih baik.”


“Mom, aku minta maaf  karena pada saat Mommy sakit aku tidak bisa datang menjenguk, Akira yang menyuruhku agar aku tidak ikut dulu ke sana.


“Tidak apa-apa, Nala. Aku bisa mengerti dan paham dengan apa yang dilakukan oleh putraku.”


“Miss Nala, kakakku mana?” Orlaf bingun kenapa rumah ini sangat sepi.


“Kakak kamu sedang mandi, Orlaf.”


Tidak lama Akira keluar dari dalam kamarnya, dia melihat di dapur tidak ada Nala, dan dia mendengar suara di ruang tamu. “Mommy, Orlaf? Kalian kenapa bisa ada di sini?” Akira menghampiri mommynya dan memeluk wanita


cantik kesayangannya itu.


“Hai, Akira!” Orlaf berpelukan dengan kakaknya. “Aku merindukan kamu, jadi aku meminta mommy mengantarkan ke rumah kamu, kebetulan daddy sedang berada di Sydney untuk urusan bisnis, jadi daddy tidak akan tau


kita ke sin,” jelas bocah kecil itu.


“Jadi daddy tidak ada di rumah?”


“Iya, Akira, kalau daddy kamu di rumah, mommy tidak akan bisa ke sini.”


Tidak lama bibi Anjani keluar dan bibi Anjani terlihat sangat sedih bahkan meneteskan air mata karena bertemu dengan mantan majikannya yang sudah lama bibi Anjani bekerja di rumahnya. Mereka saling berpelukan bahkan bibi Anjani meminta maaf sudah membuat mommynya Akira kecewa.

__ADS_1


“Sudahlah, Bi, Bibi ini tidak perlu minta maaf denganku karena memang tidak ada yang salah dalam masalah ini. Ini semua sudah takdirnya begini. Aku juga senang Nala menjadi menantuku, aku tidak pernah menyalahkan siapapun.


__ADS_2