
Keesokkan pagi nya, Husna yang tinggal sendiri di kamar nya karena memang sang suami sudah pergi ke kampus.
Husna sebenar nya bukan tidak ingin ke kampus hanya saja dia merasa sedikit tidak enak badan saat bangun tadi.
Hingga membuat Azzam melarang nya pergi ke kampus. Pahadal Husna sendiri ingin melihat Ratna ujian hari ini.
"Aku akan menyusul saja." ucap Husna menghentikan tangan nya mengetik keyboard laptop nya yang memang sedang merevisi beberapa kesalahan nya.
Husna segera menyelesaikan revisi nya yang tidak seberapa itu lalu dia segera mengirimkan nya kepada dosen penguji nya untuk berkonsultasi. Sementara untuk dosen pembimbing nya nanti akan dia berikan sendiri di kampus.
Husna segera menutup laptop nya dan kembali mandi untuk bersiap ke kampus. Tapi sebelum itu dia sudah mengirimkan pesan kepada suami nya akan menyusul ke kampus nanti.
***
Singkat cerita, kini Husna sudah tiba di kampus nya. Dia membawa camilan di mobil nya karena dia tahu bahwa selepas ujian itu kita akan merasa kelaparan walaupun sudah sarapan sebelum nya.
Entah kenapa itu terjadi. Mungkin rasa takut, gugup, gerogi dan perasaan lain nya bisa menstimulus sistem percernaan hingga mudah merasa lapar setelah ujian.
__ADS_1
Untuk mencegah teman-teman nya itu kelaparan setelah ujian nanti maka dia sudah membawakan camilan. Karena dia tahu untuk makanan berat sudah di sediakan. Jadi camilan saja yang dia sediakan.
Husna segera turun dari mobil dan sopir segera membantu nya membawakan camilan yang dia bawa.
Husna pun hanya bisa menurut saja tanpa melarang apa yang di lakukan oleh sopir nya itu karena percuma saja protes jika suami nya sudah mengatakan akan mengizinkan nya menyusul ke kampus hanya dengan menggunakan jasa sopir. Untuk itu lah dia tidak banyak protes atas apa yang di lakukan sopir nya itu karena dia tahu bahwa sopir itu hanya menjalankan apa yang di perintahkan suami nya.
Husna berjalan mendekati teman-teman nya yang berkumpul di depan ruang sidang.
"Na ... Kau datang?" sambut Betty memeluk Husna.
"Bukan kah kamu sakit?" sambung nya bertanya karena memang sudah mendengar keadaan Husna dari Andita.
"Apa dia sedang ujian?" tanya Ratna.
Betty dan Andita pun mengangguk.
"Sudah berapa lama?" tanya Husna melihat jam di tangan nya.
__ADS_1
"Sekitar 20 menit lalu. Itu sudah sesi tanya jawab." balas Andita.
Husna pun mengangguk mengerti lalu dia segera meminta teman-teman nya itu menikmati camilan yang dia bawa. Dia juga segera meminta sopir nya itu pulang dengan mengatakan akan kembali bersama suami nya nanti.
"Apa ulah pak Azzam?" tanya Betty melirik sopir yang pergi meninggalkan mereka.
Husna mengangguk, "Hum, begitu lah. Dia tidak akan mengizinkanku datang ke sini jika menyetir mobil sendiri." Jawab Husna.
Andita dan Betty pun tersenyum mendengar jawaban Husna, "Lang ... Gen ... Kalian tidak ingin makan?" Tanya Husna menatap dua pria di sana yang serius dengan proposal mereka.
"Nanti saja Na." tolak Gilang.
"Kami masih mau fokus belajar dulu." sambung Gentala.
Husna pun mengangguk mengerti, "Na ... Kaj sendiri kenapa tidak makan?" Tanya Betty.
Husna menggeleng, "Aku diet. Karena aku merasa bahwa berat badan ku semakin bertambah akhir-akhir ini." tolak Husna.
__ADS_1
"Apa jangan-jangan kau--"