
Semua tamu undangan pun kembali memandang satu sama lain dan mereka seketika ribut karena tidak menyangka bahwa mereka menghadiri pesta pernikahan dari putri pemilik ASH Industries yang saat ini sedang dalam masa kejayaan nya. Mereka memang tidak tahu bahwa putri pemilik ASH Industries yang akan menikah karena dalam undangan tidak ada nama kedua orang tua mempelai di cantumkan. Kedua orang tua Husna hanya tertulis sebagai tamu kehormatan saja.
Media yang hadir segera mengabadikan semua momen di sana, “Mohon maaf semua nya jika apa yang di katakan oleh abi hari ini membuat kalian kaget. Tapi memang benar saya adalah putri mereka. Saya di sini tidak ingin mendapat hormat atau pun penghargaan untuk diri saya sendiri. Jika boleh jujur saya pun kaget dan tidak tahu bahwa hari ini abi dan umi akan mengumumkan hal penting ini.” ujar Husna untuk menenangkan para media dan juga tamu undangan yang heboh dengan apa yang mereka dengar hari ini.
Setelah Husna bersuara, Azzam pun mengambil alih microphone dari istri nya itu. Lalu dia menatap mata Husna lekat dan memeluk istri nya itu dari samping dengan posesif, “Kami hanya ingin mengumumkan hal itu saja. Ini sebagai bentuk pengumuman pewaris tapi untuk urusan formal selanjut nya akan di lakukan di lain waktu. Sekian terima kasih.” Sambung Azzam tersenyum.
“Tunggu sebentar tuan Syarif, apa bisa kami mengajukan pertanyaan.” Izin media.
Abi Syarif pun menatap putri nya ingin bertanya apa Husna siap jika harus menjawab pertanyaan media, “Persilahkan saja abi.” Ucap Husna.
“Baiklah silahkan.” Ucap abi Syarif.
Para media yang ikut hadir itu pun segera berbondong-bondong mengajukan pertanyaan. Satu hal yang saat ini menjadi pertanyaan dalam benak nya, dari mana asal para media itu. Bukan kah dia tidak mengundang media sama sekali untuk pernikahan nya ini. Tapi kemudian dia menatap ke arah Gauri yang tersenyum. Kini dia mengerti bahwa asisten nya itu sudah tahu hal ini dan ini sudah menjadi bagian dari rencana kedua orang tua nya dan mungkin saja suami nya juga ikut terlibat.
“Apa selama ini nona Azarine sudah terjun ke perusahaan?”
Abi Syarif pun tersenyum mendengar pertanyaan itu, “Yah, dia sudah lima tahun terakhir ini terjun ke perusahaan. Dia mengelola dari jauh. Semua ide dan saran yang di terapkan dalam perusahaan selama ini adalah ide nya. Dia juga yang mengambil keputusan sejak usia nya 17 tahun.” Jawab abi Syarif.
Para media itu pun kembali mengajukan pertanyaan demi pertanyaan yang di jawab oleh Husna dan juga abi Syarif dengan jawaban yang membuat mereka merasa puas dan tidak memiliki celah lagi untuk mengajukan pertanyaan lain. Husna sudah terlihat sebagai pemimpin dan sudah sangat siap mewarisi perusahaan keluarga nya itu. Walaupun dia seorang perempuan tapi jiwa kepemimpinan yang di terapkan oleh kedua orang tua nya kepada nya itu sudah mendarah daging di jiwa nya hingga di situasi seperti ini pun dia mampu mengatasi nya dengan baik.
__ADS_1
“Seperti nya untuk pertanyaan cukup. Kami sudah merasa menjawab inti pertanyaan yang ingin kalian dapatkan.” Ucap abi Syarif.
“Tunggu sebentar tuan Syarif, kami masih ingin menanyakan satu pertanyaan terakhir. Kami harap kami mendapatkan izin untuk itu.”
“Katakan!” ucap Husna.
“Apa suami anda juga berasal dari dunia bisnis? Maksud nya apa dia juga relasi anda?”
Husna pun tersenyum mendengar pertanyaan yang di ajukan itu. Dia sangat paham apa maksud dari pertanyaan itu sebenar nya. Seperti nya media sangat ingin tahu kehidupan pribadi nya hingga urusan pasangan pun menjadi perhatian mereka. Husna segera menatap sang suami yang di balas oleh Azzam dengan senyum.
“Apa bisa saya yang menjawab pertanyaan itu?” ucap Azzam.
“Apa bisa tuan katakan anda berasal dari bidang apa?” tanya media lagi.
“Hum, seperti nya cukup. Suami saya sudah menjawab inti pertanyaan yang kalian ajukan.” Ucap Husna menghentikan sesi tanya jawab itu.
Dia tidak menyangka bahwa pesta pernikahan nya berubah menjadi konferensi pers seperti ini. Tapi semua sudah di rencanakan oleh kedua orang tua nya. Jadi dia hanya bisa menerima nya tanpa bisa menolak.
Akhirnya selesai juga pengumuman pewaris itu yang sudah menjadi inti acara hari ini. Para tamu undangan masih saja tidak menyangka bahwa mereka akan mendapat berita ini. Seluruh media juga saat ini sedang heboh dengan berita yang muncul itu. Husna dan Azzam menjadi topic hangat yang di bicarakan saat ini. Media bahkan mencari tahu sendiri siapa Azzam sebenar nya. Bukan kah sosok suami dari seorang pewaris tunggal adalah topic yang menarik.
__ADS_1
Acara kembali di lanjutkan dengan acara perayaan ulang tahun Husna, “Mas, aku sudah tidak memiliki mood untuk melanjutkan acara ini.” bisik Husna.
“Ya sudah ayo kita lebih baik istirahat. Kau mungkin kelelahan karena acara hari ini sudah menguras otakmu.” Balas Azzam.
Husna menggeleng, “Bukan itu alasan nya mas. Aku memang tiba-tiba saja merasa moodku kurang bagus. Aku tiba-tiba merasa pusing.” Ujar Husna.
“Ya sudah ayo kita pergi.” ucap Azzam.
Husna pun mengangguk dan kedua nya segera pamit dari sana. Acara ulang tahun pun di rayakan tanpa Husna karena memang sesi potong kue segala rupa sudah selesai.
Kania dan Kirana juga yang dari tadi hanya diam dan terpaku dengan apa yang mereka dengar hari ini. Mereka masih belum bisa menerjemahkan apa maksud dari semua yang terjadi. Sungguh mereka kaget bahwa Husna adalah orang yang sekaya itu. Mereka tidak menyangka bahwa gadis yang mereka katai culun karena penampilan nya yang kuno itu adalah seorang pewaris tunggal dari perusahaan yang besar.
“Kita pulang.” Ucap Kania yang hanya di balas anggukan oleh Kirana.
Kania paham bahwa saat ini Kirana itu syok dengan apa yang dia dengar hingga dia pun hanya bisa diam.
“Eehh, apa kalian akan pulang begitu saja? Oh ayolah kita rayakan hari ini. Bukan kah kalian suka perayaan. Mumpung gratis.” Ucap Betty yang melihat Kirana dan Kania hendak pergi.
“Bet, sudah. Biarkan saja mereka pergi.” ucap Andita.
__ADS_1
“Hum, baiklah. Semoga saja jantung kalian aman ya. Tidak mengalami serangan jantung dadakan. Jika pun iya maka syukurin.” Ucap Betty lalu dia kembali ke kumpulan para tamu undangan yang menikmati pesta itu walaupun tanpa pemeran utama nya