
Nala akhirnya terdiam di tempatnya. Akira yang melihatnya tampak bingung.
"Aku bingung kalau begini? Kita makan malam di luar apa tidak, ya?"
"Kamu itu kenapa? Katanya bosen di rumah dan mau merayakan makan malam di luar dengan suami kamu?"
Nala melihat ke arah Akira. Akira berjalan menghampirinya dan tanpa basa basi dia langsung menggendong istrinya ala bridal style.
"Kalau begini, mereka tidak akan membicarakan kamu karena suami kamu ini sangat menyayangi kamu bagaimanapun bentuk tubuh kamu sekarang. Jujur saja, kamu sangat cantik dan sexy saat hamil begini," bisik Akira.
"Terima kasih, aku mencintai kamu, Akira." Kedua tangan Nala melingkar pada leher Akira.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan Akira mengemudikan mobilnya sendiri tanpa di kawal oleh para pengawal karena Akira yakin akan bisa menjaga istrinya, dan malam ini dia tidak ingin diganggu oleh orang lain.
Akira mengajak Nala ke sebuah restoran yang sudah dia persiapkan. Nala di sambut hangat oleh beberapa pelayan di sana.
Nala masuk dan mereka duduk di sebuah meja yang tidak terlalu besar dan hanya ada dua bangku kursi.
"Sayang, restoran ini kenapa sepi begini? Apa tidak laku?" bisik Nala.
Akira terkekeh mendengar pertanyaan istrinya yang polos itu.
"Bukannya tidak laku, tapi aku yang sengaja memesan restoran ini hanya untuk kita berdua. Aku ingin kita makan malam tanpa ada gangguan."
"Apa? Kok begitu? Apa kamu tidak kasihan dengan pemilik restoran ini jika hanya kita berdua yang makan di sini?"
"Mereka tidak akan rugi. Aku sudah membayar 2 kali lipat untuk memesan tempat ini," ucap Akira santai.
Nala hanya bisa menganga dan kedua matanya berkedip beberapa kali. Tidak lama para pelayan mengantarkan makanan yang Nala belum pesan sama sekali. Namun, makanan yang datang semua adalah makanan yang di sukai oleh Nala.
"Makanananya banyak sekali, Akira, apa kita bisa menghabiskan semua ini?"
"Habiskan saja sebisa kamu, nanti lainnya yang tidak kamu makan akan di kemas untuk di berikan pada orang yang membutuhkan, aku sudah memesan pada restoran ini."
"Kamu baik sekali, Sayang. Aku akan mengambil beberapa saja makanan yang akan aku makan, dan lainnya bisa di kemas langsung"
"Baiklah!"
Mereka akhirnya makan malam dengan beberapa menu yang sudah di pilih oleh Nala. Akira tampak sangat senang melihat Nala yang makan dengan lahap malam ini.
__ADS_1
"Setelah ini kita mau ke mana?"
"Terserah, kamu mau ke mana? Atau kita pulang saja. Aku juga ingin menagih imbalan karena sudah mengajak kamu makan malam." Akira berbicara tanpa melihat Nala.
"Hem ...! Aku yang ulang tahun, kenapa aku yang malah memberi kado juga?"
"Baiklah! Bukan imbalan, tapi kado penutup dari aku." Akira melirik pada Nala.
"Sama saja," ucap Nala malas.
Mereka kembali melanjutkan makan malam dan kemudian Akira mengajak istrinya berdansa malam ini. Malam ini dan tempat itu adalah milik mereka berdua, bahkan Akira tidak sungkan melayangkan ciuman mesranya pada Nala. Nala yang tampak malu, padahal di sana tidak ada orang lain, semua pegawai restoran itu berada di dalam. Tidak tau jika mereka mengintip. Wakakkakak!
Setelah di rasa agak malam, Akira mengajak Nala untuk pulang saja karena dia tidak mau membuat istrinya terlalu lelah seperti apa kata dokter.
"Sayang, nanti berhenti di toko orang jualan kue lumpur yang enak itu, Ya? Aku mau membelinya."
"Iya, nanti kita ke sana."
Makan malam selesai dan akhirnya mereka menuju ke toko di mana Nala ingin membeli kue lumpur kesukaannya. Toko itu berada di atas, jadi harus naik anak tangga satu tingkat saja baru bisa masuk ke dalam toko itu.
"Biar aku yang membelikan, kamu tunggu di sini saja, Sayang."
"Aku mau ikut masuk, aku mau mencium aroma kue yang enak itu, lagian siapa tau ada varian rasa yang baru."
"Akira--."
"Nala." Akira sudah memberikan wajah datar dan dinginnya.
Nala akhirnya menurut dan terdiam di dalam mobil. Di atas Akira sedang menunggu kue lumpur yang belum matang karena tadi kehabisan.
Nala menunggu di dalam mobil dengan wajah bosan. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar dari dalam mobil dan ingin menyusul suaminya ke atas.
Saat Nala sudah melangkah ke anak tangga nomor tiga. Tiba-tiba terdengar suara dari belakang.
"Rasakan kamu wanita penghancur kehidupanku!"
Nala menoleh dan sangat terkejut melihat wanita yang dia kenali. "Kamu--."
Perut Nala yang hampir terbentur anak tangga yang terbuat dari besi dengan berpegangan erat dan sikutnya menahan tubuhnya jadi perutnya tidak sampai terbentur.
__ADS_1
"Berani sekali kamu ingin menyakiti calon cucuku!"
Plak ...
Tiba- tiba Nala melihat wanita yang ingin mendorongnya tadi mendapat tamparan yang sangat keras tepat di pipinya.
Akira yang baru keluar dari pintu toko kaget melihat keributan di bawah. Akira segara turun dan mendekat ke arah Nala yang memegang tangannya yang sempat tergores dan mengelurkan darah.
"Ada apa ini? Dan Daddy? Daddy kenapa bisa ada di sini?"
Akira sangat terkejut melihat daddynya di sana dengan tangan mencengkeram tangan wanita yang mau mendorong Nala.
"Wanita inilah yang meneror Nala beberapa hari ini."
"Lepaskan, aku!" teriak wanita itu yang mencoba melepaskan tangannya dari Addrian.
"Kamu siapa?" tanya Akira heran.
"Dia Tata teman kerjaku dulu di cafe, Akira." Nala melihat Tata bingung.
"Apa? Dia teman kamu di cafe dulu? Lalu, kenapa dia ingin menyakiti kamu?"
"Aku sendiri tidak tau. Ta, kenapa kamu lakukan semua ini sama aku? Apa salahku sama kamu?"
"Salah? Kamu banyak salah denganku, Nala. Aku sangat membenci kamu!" serunya marah.
Akira maju ke depan dan menatap tajam pada Tata. "Apa maksud kamu?"
Belum sempat Tata menjawab Nala tiba-tiba merintih kesakitan dan memegang perutnya. "Akira, sakit!" Nala memegang lengan tangan Akira erat dan Akira melihat keringat bercucuran membasahi dahi Nala.
"Nala, kamu tidak apa-apa?"
"Akira! Sakit!" Sekali lagi Nala merintih kesakitan.
"Akira bawa istri kamu ke rumah sakit, Nala sepertinya sangat kesakitan. Daddy akan mengurus wanita ini."
Akira menunduk dan segera menggendong istrinya masuk ke dalam mobil. Akira mengatur posisi duduknya agar Nala lebih nyaman dan dia segera menuju rumah sakit di mana dokter yang menangani Nala praktek.
"Kamu akan menyesal sudah berurusan dengan keluarga Danner. Dasar! Wanita bodoh!" ucap Addrian tajam pada Tata.
__ADS_1
Adddrian memasukkan Tata ke dalam mobil dan menguncinya, dia kemudian menghubungi seseorang dan juga memberitahu Kei tentang keadaan Nala.
Waduh! Kayaknya ada yang mulai berubah nich!