My Secret Love

My Secret Love
Happy Ending part 3


__ADS_3

Uni mencoba menghentikan Aro dan ayah Akiranya, tapi Nala memberitahu hal ini harus di lakukan karena untuk membuat Via jera. Bagaimanapun, apa yang dilakukan oleh Via sungguh suatu hal yang tidak boleh dibiarakan.


Mobil Akira sampai di rumah keluarga Via. Ayah Via agak kaget dengan kedatangan Akira. Ayah Via tau siapa Akira.


"Aku sudah tau maksud kedatangan kalian ke sini, aku benar-benar menyesal dengan apa yang sudah dilakukan oleh Via."


"Jadi Anda tau apa yang di perbuat oleh putri Anda, tapi kenapa tidak melaporkan hal ini? Bukannya anda mantan aparat hukum? Seharusnya tau jika hal salah harus diluruskan," bentak Akira marah.


"Via melakukan hal ini karena dia sangat mencintai putra Anda, saya tau putri saya salah, tapi sebagai ayah, saya juga tidak dapat melakukan hal yang membuat putri saya menderita."


"Di mana Via sekarang? Aku mau menemuinya. Perbuatan dia sudah kriminal, dia hampir saja membuat Uni kehilangan nyawanya. Dan kalau sampai itu terjadi, Via tidak akan aku lepaskan." Sekarang Aro yang marah.


"Via sudah menerima balasan atas apa yang sudah dilakukan oleh dirinya."


"Apa maksud Anda?" tanya Akira heran.


"Via mengalami gangguan pada jiwanya setelah kejadian itu. Dia sangat ketakutan dan juga merasa bersalah dan sekarang dia harus di rawat di rumah sakit jiwa."


"Apa?" Dua pria tampan itu saling melihat terkejut. "Kamu serius?"


"Kalau kalian tidak percaya, kalian boleh pergi ke rumah sakit jiwa Permata, di sana Via sudah dirawat selama beberapa bulan. Kakak dan mamanya sedang berada di sana sampai nanti sore, saya tidak dapat melihat keadaan putri saya seperti itu." Pria itu menangis.


Akira dan Aro tidak berpikir lama, mereka berdua segera pergi ke sana untuk mengetahui kebenarannya. Saat sampai di sana mereka bertemu dengan kakak dan mama Via. Mereka berdua juga akhirnya melihat keadaan Via yang memang persis seperti yang dikatakan oleh ayah Via di rumah.


"Via," Aro mendekat ke arah Via. Namun, Via hanya melihatnya dengan tatapan biasa. Mulut hanya meracau mengatakan jika dia sangat mencintai Aro. Aro yang melihatnya antara tidak tega, tapi juga marah atas apa yang Via lakukan pada Uni.


"Adikku sudah mendapat balasan atas apa yang dia perbuat pada Uni. Apa kalian masih mau menambah penderitaannya? Andai saja dia tidak jatuh cinta pada Aro, maka hal ini tidak akan terjadi." Vino melihat pada Aro.


"Pak Akira, maaf, kami belum bisa melihat keadaan Uni karena kami sendiri bingung harus berbuat apa."

__ADS_1


"Uni baru saja sadar dari komanya dan keadaannya sudah baik-baik saja."


"Syulurlah kalau begitu. Uni adalah gadis yang baik. Sebenarnya mereka berdua adalah sahabat yang kompak dan saling menyayangi, aku sendiri tidak tau kenapa Via bisa berubah seperti ini?"


"Ma, semua ini karena cinta, cinta Via yang begitu besar dan bodoh bagiku. Dia jatuh cinta pertama kali dan mencintai orang yang salah yang tidak mencintainya," sekali lagi Vino melihat Aro.


"Pak Akira, saya mohon jangan laporkan hal yang di lakukan oleh putri saya, dia sudah sangat menderita karena hal ini, lihat saja, dia bahkan tidak ingat apapun, yang dia ingat hanya nama Aro dan Aro." Mama Via menangis.


"Semua akan di proses oleh hukum, biar hukum yang memutuskan, kecuali jika Uni yang menarik laporan ini dan tidak mau memperpanjang masalah ini."


Akira dan Aro pulang. Mereka menceritakan tentang keadaan Via. Uni yang mendengarnya mengatakan dia tidak akan memperpanjang masalah ini dan tidak akan memprosesnya lewat hukum, Uni akan memaafkan semua perbuatan Via.


"Aro, aku mau bertemu dan melihat Via."


"Nanti saja saat keadaan kamu sudah baikkan. Uni, setelah keadaan kamu pulih kita akan segera menikah. Apa kamu melihat cincin di jari manis kamu? Saat kamu koma aku sudah melamar kamu dan aku ingin menikahi kamu. Apa kamu bersedia?"


Uni melihat pada orang-orang yang ada di ruangan rawatnya. Di sana ada keluarga Uni dan Aro, serta ada Ara dan Dean yang sudah di restui oleh Akira, tapi Dean belum mendapat restu dari keluarganya.


Seminggu kemudian Uni diperbolehkan pulang dan dia ingin bertemu dengan Via.


Via sedang duduk di taman dengan Vino, tapi Via tidak melihat ke arah Vino sama sekali. Dia melihat ke arah depan sambil mulutnya tetap meracau.


"Via, ini aku Uni. Via apa kamu masih bisa mengingatku?" Uni berjongkok di depan Via yang tidak melihatnya sama sekali.


"Uni, Via tidak mengenali siapapun, jadi percuma kalau kamu mengajak dia berbicara."


"Kak Vino, lalu, apa kata dokter agar Via dapat sembuh seperti dulu?"


"Dokter hanya akan memberikan obat dan terapi perlahan untuk kembali membuat Via ingat semuanya, jiwanya benar-benar terpukul dengan apa yang terjadi, dia merasa sangat bersalah sampai akhirnya begini."

__ADS_1


"Via, aku sudah memaafkan kamu, kamu segeralah sembuh. Aku sangat sedih melihat kamu seperti ini." Uni memeluk Via, tapi Via tidak merespon sama sekali.


Hampir satu jam Uni di sana mengajak Via berbicara, mencoba mengingatkan Via dengan semua hal yang pernah mereka lalui, tapi Via tetap seperti keadaannya.


"Kak, aku dan Aro izin pulang dulu, aku akan sering menjenguk Via di sini. Via, aku pulang dulu, ya? Aku janji akan sering ke sini dan menceritakan tentang persahabatan kita yang indah dulu."


"Terima kasih kamu mau memaafkan, Via. Kamu memang teman yang sangat baik, Uni."


"Via adalah sahabat aku yang sangat baik dan aku tidak pernah menaruh dendam atau sakit hati dengannya. Aku juga bersalah dalam hal ini, tapi aku mau memperbaiki semuanya, aku ingin Via sembuh."


"Kalau begitu kita permisi dulu." Aro menggandeng Uni dan berjalan pergi dari sana.


"Mereka tampak seperti pasangan yang serasi, Via. Kamu tidak akan ada harapan untuk memisahkan mereka." Vino melihat pada Via, dan Via menoleh pada Vino sambil mukanya terlihat kesal.


"Kakak pasti bisa membantuku," ucapnya.


***


Hari pernikahan Uni dan Aro tiba, tidak hanya itu. Hari ini juga adalah hari pernikahan Ara dan Dean. Mereka berempat tampak sangat bahagia.


"Ara, apa kamu tidak masalah jika keluargaku tidak datang ke sini?"


Ara menggeleng pelan. "Aku tidak masalah, kita sudah berusaha untuk menemui mereka, tapi ternyata mereka masih belum bisa menerima dan melupakan masa lalu. Aku yang harusnya bertanya sama kamu. Apa kamu tidak merasa menyesal nantinya menikah denganku?"


"Tentu saja tidak, Ara. Kamu adalah segalanya untukku." Dean memeluk Ara. Dari kejauhan ternyata Radit melihat putranya yang duduk di pelaminan dengan baju pengantin yang memperlihatkan Dean mirip sekali dengannya.


"Maafkan ayah Dean." Radit tidak lama pergi dari sana.


Acara berjalan sangat meriah, keluarga Via juga datang dan memberi selamat. Uni dan Aro tampak sangat bahagia.

__ADS_1


The End.


Terima kasih ya, kak, sudah mau mengikuti cerita ini sampai beberapa episode yang gak sedikit. Semoga sehat selalu.


__ADS_2