My Secret Love

My Secret Love
Keadaan Mommy Kei


__ADS_3

Nala mengantar Akira sampai ke depan pintu ruangan kerja suaminya. Akira mnegecup dahi Nala tepat di depan mata para karyawannya itu.


Akira memanggil sekretarisnya dan mengatakan jika dia mungkin akan kembali


lusa. Akira minta tolong dia mengawasi semua ini dan kalau ada apa-apa dia bisa menghubungi Akira.


“Saya mengerti dengan semua yang di jelaskan oleh Pak Akira tadi, saya doakan semoga mamanya Pak Akira segera sembuh.”


“Terima kasih.”


“Akira, kamu hati-hati, nanti kamu jangan lupa kabari aku kalau sudah sampai. Sampaikan juga salamku sama mommy kamu.”


“Iya, kamu juga jaga baik-baik calon bayi kita. Kamu tidak perlu masuk kerja lagi, lebih baik kamu beristirah di rumah saja.” Akira


mengusap lembut pipi suaminya, lalu dia menuju ke mobilnya yang sudah siap di luar.


“Bu Nala, saya mau minta maaf atas tuduhan yang tadi saya lontarkan, semua ini karena saya tersulut oleh Silvia


“Tidak apa-apa, aku tidak mempermasalahkan tentang hal itu. Kalian juga tidak tau, tapi aku minta jangan memanggilku Ibu Nala, panggil saja Nala dan tetap aku sebagai office girl di sini. Aku tidak suka kalian bersikap formal sama aku.”


“Nala, jadi kamu itu ternyata istrinya Pak Akira? Aku benar-benar tidak menyangka dengan semua ini, ternyata office girl di sini yang


memang terlihat sangat sederhana adalah istri dari atasan kita selama ini,” jelas salah satu teman OB Nala.


“Sudahlah! Kalian tidak perlu bersikap seperti itu, aku malah tidak suka, kalian bersikap biasa saja, anggap aku Nala sebagai OB di sini sama


seperti kalian.”


“Kamu aneh sekali ya, suami kamu pemilik perusahaan ini, tapi kamu malah tidak suka dianggap sebagai orang yang juga berpengaruh di sini. Kamu benar-benar sangat sederhana, Pak Akira tidak salah memiliki istri seperti


kamu.”


“Aku juga sangat bahagia memiliki suami seperti Akira, dia sangat mencintaiku dan setia denganku.”


Kegiatan hari itu kembali berjalan seperti biasanya dan Nala hari ini pulang diantar oleh supir yang sudah di sediakan oleh Akira. Jadi Nala tidak perlu naik motor di antar jemput Seno.


Malam hari di rumah Seno, Nala menceritakan semuanya pada bibinya. Bibi Sekar benar-benar terkejut mendengar cerita Nala.

__ADS_1


“Nyonya Kei sakit? Selama bibi ikut bekerja di rumah Nyonya Kei, dia tidak pernah memilliki riwayat sakit dan sampai di rawat seperti ini.”


Wajah Bibi Anjani tampak sedih.


“Apa ini semua salahku, Bi? Aku juga tidak menginginkan hal seperti ini.” Nala duduk di ruang tamu dan menangis karena dia merasa ini semua salah dia.


“Jangan berbicara begitu, Nala. Bagaimanapun juga semua ini bukan salah kamu, kalau di lihat dari cerita kamu ini semua juga salah Akira.


Maaf, ya kalau bibi mengatakan hal ini sama kamu, Nala,” ucap Bibi Sekar.


Seno dan Radit yang baru datang tampak terkejut melihat Nala yang menangis. “Nala, kamu kenapa? Apa suami kamu itu menyakiti kamu lagi?” Radit tiba-tiba duduk di samping Nala.


“Aku tidak apa-apa Mas Radit, dan ini semua bukan salah Akira. Maaf, ada hal yang tidak bisa aku ceritakan sama Mas Radit.”:


“Jangan begitu, Nala. Aku kan sudah bilang kalau aku ingin menjadi sahabat kamu, kamu bisa menganggap aku sebagai kakak kamu. Kamu bisa cerita semuanya sama aku.”


“Radit, bukannya Nala tidak mau menganggap kamu sebagai sahabat, tapi kamu taukan Akira, kalau kamu terlalu dekat dengan Nala dia bisa


cemburu. Lagian biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka berdua,” nasehat bibi Anjani.


“Aku berterima kasih dengan kebaikan Mas Radit, tapi memang aku baik-baik saja dengan suamiku.”


Keesokan harinya Nala yang terbangun langsung mencari ponselnya, dia berharap suaminya menghubunginya, tapi ternyata tidak ada panggilan sama sekali dari Akira.


Akira yang sedang berada di rumah sakit sedang duduk di samping ranjang mamanya dan dia memegang tangan mamanya erat. Ada selang infus yang terpasang pada hidungnya dan kedua matanya terpejam dengan sempurna.


Addrian dari awal Akira datang dia tidak mau berbicara sama sekali dengan Akira. “Daddy, kapan mommy akan sadar?” tanya pria kecil yang ada di samping Addrian?”


“Mommy kamu akan segera sadar, dia akan baik-baik saja, Orlaf.”


Mereka berdua duduk di bangku dekat pintu kamar VVIP di mana Kei di rawat, Addrian tidak mau masuk ke dalam karena ada Akira yang sedang berada di kamar mommynya. Tidak lama Akira keluar dari dalam kamar mommynya dan melihat ada daddy serta adiknya di sana.


“Akira!” Orlaf memeluk perut Akira karena tinggi mereka yang tidak seimbang.


“Orlaf, apa kabar kamu?”


“Aku baik, bagaimana kabar kamu dan miss Nala? Aku kangen sama dia.”

__ADS_1


“Nala baik dan kamu akan segera menjadi paman dari dua bayi kembar sekaligus.”


“Apa? Kamu memiliki bayi kembar?” Orlaf tampak terkejut. Akira mengangguk mengiyakan ucapan Orlaf.


“Kalau kamu sudah tidak ada urusan di sini, kamu boleh kembali pada istri kesayangan kamu itu.” Addrian berkata tegas dan dia berjalan hendak masuk ke dalam kamar istrinya.


“Dad.” Akira menahan tangan daddynya. Seketika Addrian memberi tatapan yang tajam pada putra sulungnya itu. “Aku tidak akan kembali sampai mommy sadar. Dad, apa sebenarnya yang terjadi pada mommy? Kenapa mommy bisa sampai seperti ini?” tanya Akira.


“Tanyakan sendiri hal ini sama kamu.” Addrian melepaskan tangan Akira dan berjalan masuk ke dalam kamar rawat Kei.


Orlaf yang melihat hal itu tau jika kakak dan Daddynya sedang ada dalam suatu masalah. “Akira kamu jangan memikirkan kata-kata Daddy. Semua ini bukan salah kamu dan miss Nala. Mommy pasti baik-baik saja.”


“Iya, Orlaf. Oh ya! Apa Rhein tidak tau jika mommy di rawat di sini?”


“Dia sudah tau, mungkin lusa dia akan datang, tapi aku tidak tau lagi, Akira.”


“Kalau begitu aku akan ke kantin dulu, aku lupa mau menghubungi Nala. Apa kamu mau ikut ke kantin?” Orlaf menggelengkan kepalanya perlahan.


“Aku mau ke dalam melihat mommy juga.”


Akira berada di kantin dan dia memesan teh hangat. Dia mengambil ponselnya mencoba menghubungi Nala. “ Halo, Akira!” seru Nala cepat.


“Maaf, aku lama menghubungi kamu. Bagaimana keadaan kamu di sana?”


“Aku baik. Akira bagaimana keadaan mommy kamu?“ tanya Nala cem


“Mommyku masih belum sadar, Nala. Daddyku aku tanya, tapi daddyku tidak mau berbicara denganku. Aku tau kenapa daddyku bersikap seperti itu, nanti aku akan bertanya pada dokter yang merawat mommyku.”


“Aku akan doakan selalu semoga mommy kamu segera pulih Akira. Jujur saja di sini aku sangat khawatir dengan keadaan mommy kamu, aku benar-benar merasa sangat bersalah.”


“Aku sudah bilang jangan pikirkan lagi masalah itu. Apa kamu dan bayiku sudah makan? Jangan lupa makan. Hari ini jangan ke mana-mana, kantor kan libur jadi di rumah saja.”


“Iya, aku di rumah saja, lagian aku mau ke mana lagi?”


“Siapa tau si Radit itu datang ke rumah dan mengajak kamu ke mana-mana.”


“Aku juga tidak akan semudah itu menerima ajakan Mas Radit, aku hanya mau tiduran saja di rumah karena dua bayi kamu ini sepertinya minta ibunya untuk rebahan.”

__ADS_1


“Anakku itu memang tau sekali kalau ayahnya tidak ada didekatnya, jadi dia bisa melindungi ibunya dari si pengganggu dengan caranya.”


“Diakan memang anak kamu jadi sifatnya mirip sama kamu.”


__ADS_2