My Secret Love

My Secret Love
140


__ADS_3

"Kalian kok di sini--"


Itu adalah suara Zahra karena yang lain nya diam saja. Abrar tersenyum menatap Zahra adik dari bos nya itu yang sudah menyambut kedatangan mereka.


Yah yang datang itu adalah Abrar dan Jalal di tengah kesibukan mereka menjadi asisten Azzam.


"Tuan Jalal, tuan Abrar, apa kalian ada urusan di sini? Apa mau menemui pak Azzam?" kali ini Betty yang bertanya karena pertanyaan Zahra tak di jawab oleh kedua pria di hadapan mereka.


Jalal dan Abrar yang mendengar pertanyaan Betty itu bukan nya langsung menjawab kedua nya justru tersenyum dan saling memandang satu sama lain hingga membuat mereka di sana sedikit kesal.


"Kak Abrar jika kalian tidak ingin menjawab pertanyaan kami lebih baik kalian lah pulang. Jujur saja apa yang kalian biat itu mengesalkan. Aku tidak suka ketika pertanyaanku tak di jawab." ucap Zahra menyuarakan kekesalan nya.

__ADS_1


Abrar pun kembali tersenyum, "Santai dong nona muda. Maaf sudah membuatmu kesal. Ayo tersenyum! Jangan cemberut seperti itu karena kadar kecantikanmu akan berkurang saat sedang cemberut." ujar Abrar melirik Gentala sekilas karena pria itu sudah menatap nya dengan tatapan tidak bersahabat sejak datang.


Dia sendiri tahu dan paham hal yang membuat Gentala menatap nya seperti itu. Alasan nya tentu saja Zahra. Gentala tidak menyukai kedekatan nya dengan Zahra. Padahal dia sendiri hanya menganggap Zahra sebagai adik dari bos nya sendiri. Tidak lebih karena dia bisa melihat ada rasa yabg sama juga di mata Zahra untuk Gentala.


"Kami datang bukan karena ini menemui tuan Azzam karena ini jam istirahat. Tapi kedatangan kami ke sini karena memang ingin bergabung dengan kalian. Bukan kah hari ini ada yang baru ujian. Selamat untuk kalian." ucap Jalal.


"Oh begitu." timpal Betty mengerti.


Setelah Jalal mengatakan itu dia pun mengambil sesuatu dari mobil yang ternyata buket bunga mawar segar yang menandakan bahwa itu mawar asli. Jalal segera berjalan dan memberikan nya kepada Betty hingga membuat semua orang di sana kaget melihat hal itu.


Percaya lah itu pertama kali nya dia seperti itu. Tergagap.

__ADS_1


Jalal menggeleng, "Ini memang untukmu karena kemarin saya tidak sempat memberikan nya. Saya juga sudah janji bukan akan memberikanmu hadiah atas berhasil nya ujianmu. Jadi apa niat baik ini tidak di terima?" tanya Jalal.


Betty terdiam lalu kemudian dia melihat sekeliling dan mata yang kini tertuju pada nya dan Jalal.


"Mana mungkin seorang Betty Putry Pramesti menolak sebuah hadiah? Apalagi ini adalah mawar hidup dengan warna kesukaanku. Bunga mawar kesukaanku. Saya pasti menerima nya dengan senang hati. Terima kasih." Ucap Betty.


Jalal pun tersenyum mendengar balasan Betty itu.


"Syukur lah jika kau menyukai nya. Jadi saya tidak sia-sia membelikan nya." ucap Jalal.


"Mana mungkin aku menolak bunga dari pria setampan anda tuan Jalal. Hanya orang bodoh saja yang menolak nya. Ahh aku jadi semakin jatuh dalam pesona nya saja jika begini. Tuhan tolong sadarkan aku bahwa ini bukan mimpi." batin Betty karena saking tidak menyangka akan mendapat bunga dari pria idaman nya.

__ADS_1


Abrar berdehem hingga tatapan semua orang beralih pada nya.


"Jalal kau sudah melakukan milikmu. Bukan kini saat nya aku menunjukkan millikku."


__ADS_2