
Selepas makan siang bersama dan membersihkan bekas makanan mereka itu bersama, kini Husna dan Azzam segera melakukan sholat bersama.
Singkat cerita, Azzam dan Husna sudah selesai melaksanakan sholat. Azzam memilih berbaring dan bermalas-malasan di ranjang sementara Husna dia memilih menuju meja di sana dan membuka laptop nya.
“Mau apa sayang?” tanya Azzam saat melihat istri nya itu justru membuka laptop nya dan menghidupkan nya.
Husna pun yang mendapat pertanyaan itu dari suami nya bukan nya menjawab justru menatap suami nya itu bingung, “Mau apa?” ulang Azzam.
“Mau ngerjain skripsi mas. Emang mau apa lagi.” Ucap Husna.
“Istirahat dulu. Ayo temani mas di sini.” Ucap Azzam.
“Tapi mas.” Tolak Husna.
“Kenapa? Gak mau ya?” tanya Azzam menatap istri nya itu dengan lembut.
Husna pun menarik nafas nya panjang lalu mengangguk, “Baiklah.” Jawab nya mengalah. Husna pun segera menonaktifkan kembali laptop nya yang baru saja hidup itu.
Azzam yang melihat itu pun tersenyum. Husna segera mendekati suami nya itu di ranjang dan Azzam segera menarik Husna berbaring di ranjang bersama nya.
“Mas, terus jika aku tidak mengerjakan skripsiku sekarang. Terus kapan lulus nya aku mas?” tanya Husna hati-hati.
__ADS_1
“Tenang saja sayang. Kamu pasti akan lulus tepat waktu.” jawab Azzam.
“Hum, bagaimana cara nya aku lulus tepat waktu sedangkan baru saja mau membuka laptop sudah di panggil dan di larang. Justru di ajak berbaring begini.” Ujar Husna.
“Ini waktu nya istirahat sayang. Untuk membuat skripsi nanti saja. Mas ingin bermanja-manja padamu. Lagi pula jarimu itu masih terluka untuk kau gunakan mengetik di keyboard sayang.” ucap Azzam sambil mengangkat tangan istri nya yang terluka.
Husna pun tersenyum mendengar alasan yang di berikan suami nya itu, “Hum, sungguh masuk akal sekali alasanmu itu mas. Aku sampai tidak bisa membalas nya sakit mengerti nya. Jarimu ini hanya terluka sedikit saja dan jari ini juga jarang aku pakai mengetik.” Ujar Husna menjawab suami nya itu.
“Tetap saja gak boleh sayang. Kamu tetap harus menjaga jarimu itu agar cepat sembuh dan tidak akan terjadi komplikasi nanti.” Ucap Azzam.
Husna kini terkekeh mendengar ucapan suami nya itu yang justru semakin melebar kemana-mana, “Ck, mana ada luka kecil begini bisa jadi komplikasi mas. Kamu ini ada-ada saja mencari alasan nya agar aku tidak mengerjakan skripsi dan justru menemanimu di sini mas.” Ucap Husna.
“Ya terserah padamu saja mas mau mengatakan alasan apa. Tapi yang jelas aku masih tidak menyangka bahwa hal itu bisa terjadi. Walaupun mungkin memang ada tapi sudah terlalu jika bisa infeksi seperti itu. Bilang saja mas jika memang ingin bermanja padaku.” Ucap Husna.
Azzam menatap istri nya itu lalu mengecup bibir Husna sekilas, “Kan mas sudah katakan tadi sayang. Mas sudah mengakui nya. Mas ingin bermanja padamu.” Ucap Azzam dengan nada manja nya juga.
Husna pun tersenyum, “Ya sudah bayi besarku. Sekarang tidur saja. Aku juga mau tidur.” Ucap Husna mengalah dan segera memeluk suami nya itu.
Azzam pun juga ikut tersenyum lalu dia juga segera membawa istri nya itu ke dalam pelukan nya. Husna yang berada di dada suami nya itu pun memilih memejamkan nya mata nya, “Aku seolah menemukan rumah mas saat bersembunyi di dadamu begini. Aku senang. Terima kasih sudah menikahimu.” Ucap Husna walau hanya dalam batin nya saja.
Sementara Azzam juga sama, “Aku sengaja melakukan ini sayang. Aku bukan ingin melarangmu menyelesaikan skripsimu tapi memang ingin membuatmu lupa sejenak akan apa yang ada dalam pikiranmu itu. Kau tidak boleh berpikir terlalu keras atas apa yang terjadi di sekelilingmu. Aku tidak mau otakmu itu bekerja terlalu keras untuk mengingat sesuatu yang tidak bisa memorimu ingat. Itu berbahaya untukmu. Aku menyayangimu.” Batin Azzam juga lalu semakin mengeratkan pelukan nya itu.
__ADS_1
Pada akhirnya sepasang suami istri itu pun terlelap dalam tidur mereka.
***
Setelah hampir dua jam terlelap, Husna pun segera membuka mata nya perlahan dan melihat sekeliling. Dia tersenyum melihat suami nya yang masih terlelap juga dalam tidur nya. Husna yang sudah tersadar sepenuh nya dari tidur nya dia bukan nya memilih untuk segera bangun dan siap-siap untuk sholat Ashar yang masih sekitar beberapa menit lagi. Dia justru memilih untuk memandangi seluruh wajah suami nya itu dan tersenyum.
Husna menyentuh wajah suami nya itu dengan penuh kasih, “Kau sangat tampan dan baik mas. Tanpa sadar aku sudah jatuh dalam pesonamu. Aku memang hanya mengatakan menyayangimu saja kan mas. Maafkan aku yang tidak bisa mewujudkan keinginanmu untuk mengungkapkan cintaku. Tapi tidak kah kau bisa merasakan nya. Aku bukan lagi cinta kepadamu tapi seperti nya aku sudah menggantungkan hidupku kepadamu karena saking percaya nya aku padamu.” Ucap Husna.
“Aku mencintaimu mas. Sungguh! Aku mencintaimu. Entah sejak kapan tapi aku menyadari bahwa perasaan yang tumbuh di hatiku itu adalah cinta.” Lanjut Husna tersenyum dengan tetap memandangi suami nya itu dan perlahan dia menyentuh rahang suami nya itu.
Tapi seketika Husna terdiam saat menyadari bahwa seperti nya suami nya itu hanya pura-pura tertidur saja. Suami nya itu sudah bangun. Husna segera memundurkan tubuh nya hendak turun tapi lagi-lagi dia gagal karena Azzam langsung menarik nya ke dalam pelukan nya.
“Mau kemana sayang? Kenapa setelah mengungkapkan cintamu itu kau justru ingin pergi dan tidak mau bertanggung jawab begitu? Kenapa juga mengatakan nya saat aku sedang tidur begitu.” Bisik Azzam lembut dan dengan nada suara khas bangun tidur.
Husna pun tidak menjawab justru tegang karena ketahuan apa yang dia lakukan. Azzam yang tahu bahwa istri nya itu sedang tegang pun seketika membalik tubuh istri nya itu untuk menatap nya. Azzam menatap lekat mata istri nya itu yang juga beradu dengan tatapan nya. Azzam melabuhkan kecupan di kening Husna dengan lembut. Hal itu bukan nya menenangkan Husna justru dia semakin tegang saja.
“Kau tahu sayang. Sudah lama aku ingin mendengar ucapan cinta itu darimu. Tapi kenapa kau justru memilih mengatakan nya saat aku sedang tidur begitu.” Ucap Azzam lembut dan tidak melepaskan tatapan nya dari sang istri.
“Aku ingin mendengar nya lagi sayang. Aku ingin mendengarkan ucapan cintamu itu sekali lagi saat aku sedang sadar begini. Aku takut itu hanya mimpi saja.” sambung Azzam dengan tatapan memohon menatap istri nya itu lekat.
“Bukan kah mas sudah mendengar semua nya?”
__ADS_1