
Di sisi lain, di ruangan di mana para bridesmaid bersiap terjadi sebuah kehebohan di sana.
“Kak, aku mau riasan yang natural aja ya. Jangan yang menor.” Ucap Zahra.
“Dek, kamu sudah mengatakan itu sekitar lima kali sejak tadi.” Timpal Ratna.
Zahra yang mendengar protes Ratna yang sedang membantu nya make up itu pun tersenyum, “Aku takut kak Ratna melupakan nya. Aku hanya mengingatkan nya kak.” Bela Zahra.
Hal itu pun mengundang tawa di ruangan itu, “Ck, pintar banget ya alasan nya.” ujar Ratna lagi.
“Ra .. apa sudah begini tidak?” tanya Betty meminta pendapat Ratna itu atas make up yang dia aplikasikan di wajah Andita.
Ratna pun segera menatap Andita lalu dia tersenyum, “Sudah seperti itu. Kau cantik Dita.” Puji Ratna tulus dalam kalimat nya itu.
Andita pun tersenyum lalu melihat wajah nya di cermin. Harus dia akui Betty jago dalam merias, “Aku menyukai nya. Terima kasih Bet.” Ucap Andita.
“Hum, sama-sama. Tapi ingat kan kau harus mentraktirku untuk bayaran riasan ini.” ucap Betty tentu saja bercanda.
Andita pun mengangguk, “Tenang saja itu bisa di atur.” Balas Andita yang kemudian mereka pun tertawa.
“Okey, selesai.” Ucap Ratna menyelesaikan step terakhir dari merias wajah Zahra.
Zahra pun segera melihat ke cermin dan dia tersenyum karena riasan nya memang sesuai dengan reques nya.
“Hm, terima kasih kak Ratna. Maaf juga atas semua kecerewetanku itu.” ucap Zahra.
Ratna pun hanya membalas dengan senyuman saja.
“Sekarang giliran kami sendiri merias diri kami sendiri. Kalian segera memakai pakaian kalian saja. Kita harus lebih dulu selesai ketimbang pengantin wanita nya.” ucap Betty lalu dia pun segera memulai merias wajah nya sendiri. Begitu juga dengan Ratna.
Sementara Andita dan Zahra sudah tentu mereka memakai pakaian seperti yang di perintahkan oleh Betty.
Tidak lama juga, Betty dan Ratna sudah selesai merias wajah mereka lalu kedua nya segera memakai pakaian mereka dan tidak lupa memakai hijab.
__ADS_1
“Dita tolong bantu aku memakai hijab.” Pinta Ratna.
Andita yang memang sudah rapi dengan hijab nya pun segera membantu teman nya itu. Sejak dulu Ratna memang tidak begitu pandai memakai hijab dan selalu meminta bantuan nya.
“Dita, kau cantik.” ucap Ratna lagi saat wajah mereka dekat.
Andita yang mendengar nya pun tersenyum, “Kau sudah mengatakan nya tadi. Kenapa di ulang lagi.” Ujar Andita.
“Tentu saja aku harus mengulangi nya karena kau memang benar-benar cantik. Pantas saja Gilang bisa dengan mudah berpaling kepadamu.” Ucap Ratna tersenyum.
Andita yang mendengar nama Gilang di sebut pun menghentikan aktivitas nya membantu Ratna memakai hijab nya lalu menatap gadis di hadapan nya itu dengan lekat, “Tidak perlu menatapku lekat begitu Dita. Aku sudah menerima semua nya kok. Aku yakin aku pasti akan menemukan laki-laki yang lebih dari Gilang. Lagi pula setelah aku pikir-pikir aku memang tidak cocok dengan Gilang yang memiliki karakter seperti itu. Aku ingin suami yang dingin seperti di novel-novel romansa.” Ucap Ratna lalu di akhiri dengan tawa.
“Wah suami nih? Gak pacar?” ledek Betty yang memang ikut mendengar pembicaraan Ratna dan Andita yang memang tidak di lakukan dengan suara kecil.
“Tentu saja suami. Aku ingin mengikuti Husna yang langsung menikah tanpa pacaran. Seperti nya seru karena setelah itu kita akan menjalani masa pacaran dengan suamiku kita dalam versi halal. Bisa melakukan apapun tanpa takut dosa.” Ucap Ratna.
Andita yang melihat wajah berbinar saat Ratna menceritakan keinginan nya itu pun tersenyum, “Kau pasti akan menemukan orang seperti itu. Aku ikut berdoa untukmu.” Ucap Andita lalu kembali membantu Ratna dengan hijab nya.
“Hum, pasti aku akan membantumu menemukan nya. Tapi nanti setelah aku menemukan pasangan untuk diriku sendiri nanti.” Ucap Betty dengan nada melas nya yang akhirnya mengundang tawa lagi.
“Ck, lihatlah anak kecil sedang menghubungi kekasih nya.” ucap Betty setelah mereka berhenti tertawa.
Zahra yang merasa di tatap oleh tiga orang di dekat nya itu pun segera meletakkan ponsel di pangkuan nya dengan pelan-pelan, “Ish bukan. Zahra hanya sedang menghubungi abang saja.” ucap Zahra.
“Huh, masa sih? Gak usah bohong dek. Wajahmu itu sudah menceritakan segala nya bahwa kau sedang berbohong atau tidak saat ini. Tidak perlu malu karena kami pun mengerti kau itu sedang dalam masa-masa indah nya menjalin cinta.” Ucap Ratna tersenyum.
“Hum, lagi pula Gentala juga baik.” timpal Andita.
“Ck, kak Dita. Kau ikutan juga.” Ucap Zahra cemberut.
“Tapi kan memang benar itu Gentala, bukan.” Goda Betty.
Zahra pun hanya memalingkan wajah nya ke arah lain, “Tau ahh malas debat dengan kalian.” ujar Zahra malu yang akhirnya mengundang tawa lagi.
__ADS_1
“Ahh Ra. Kita menjadi bridesmaid kali ini tapi untuk pasangan kita gak tahu siapa yang akan jadi pasangan nya. Sudah untuk Dita dan Zahra pasangan untuk mereka sudah terlihat dengan jelas.” Ucap Betty setelah mereka sudah siap.
“Kak Betty kau ini.” ucap Zahra malu.
“Tidak perlu malu begitu dek. Lagi pula kau juga memang cocok dengan Gentala. Wajah kalian itu mirip. Kami mendukung.” Timpal Ratna.
“Sudah, apa kalian akan menjadikan kali bahan godaan? Kalian pasti punya pasangan kok. Aku dengar dari Husna bahwa suami nya menjadikan asisten nya itu sebagai groomsmen.” Ucap Andita.
“Asisten? Apa tampan?” tanya Betty lalu segera menatap ke arah Zahra.
Zahra yang di tatap pun seketika memutar bola mata nya, “Hum, aku gak begitu kenal asisten abang. Zahra tidak kenal. Hanya sekali pernah bertemu, itu pun tidak sengaja.” Jelas Zahra.
“Siapa nama nya? Berapa umur nya? Apa sudah menikah atau tidak?” tanya Betty antusias.
“Aku gak tahu kak. Tapi seperti nya belum menikah dan masih lajang. Nama nya Jalal karena abang memanggil nya begitu tapi entah lah. Aku juga kurang kenal kak. Maaf!” ucap Zahra.
“Tidak perlu minta maaf adik cantik dan manis. Kau cukup perkenalkan kami dengan nya nanti. Biar urusan lain nya jadi urusan kakak sendiri.” Ucap Betty kembali ke mode gosip nya.
“Wah, dia telah kembali.” Ucap Andita.
“Tentu saja hal ini harus di aktifkan. Bisa saja kan dia jadi jodohku.” Celetuk Betty.
“Bisa aja kamu.” Ucap Ratna.
“Emang kamu gak mau Ra?” tanya Betty.
“Mau sih tapi aku tentu tidak ingin berebutan denganmu.” Balas Ratna.
“Ish, tidak masalah. Kita bersaing secara fair.” Timpal Betty lagi.
Zahra dan Andita yang mendengar itu hanya saling menatap lalu terkekeh melihat Ratna yang menyetujui ucapan Betty itu dan kini kedua wanita itu sedang memperbaiki riasan mereka agar bisa tampil memukau.
“Wah, mereka sangat berusaha sekali ya kak Dita.”
__ADS_1