
Sore itu mereka semua berkumpul di rumah utama karena Rhein akan berangkat ke California. Tidak lama masuk salah satu orang kepercayaan Addrian Danner masuk ke dalam rumah dan memberitahu sesuatu pada Addrian.
“Apa? Kamu serius dengan ucapan kamu?” wajah Addrian seketika berubah terkejut.
“Addrian, ada apa?” tanya Kei yang melihat wajah suaminya berubah kaget begitu.
Pengawal itu memberikan tablet yang di bawanya dan ternyata di sana ada acara berita yang disiarkan secara live dengan seorang wanita yang duduk dan dia mengatakan dengan sok taunya tentang kejadian kemarin malam dalam acara pesta perayaan ulang tahun Akira dan Nala yang memang dirayakan sangat megah dan juga meriah.
“Siapa wanita itu? Kenapa dia mengatakan semua hal itu?”
Nala yang mendengarnya terlihat sangat sedih, bahkan dia sampai meneteskan air matanya. Nala tidak menyangka dirinya akan membuat
keluarga Akira menjadi bahan pembicaraan nantinya.
“Mama kenapa menangis?” tanya si kembar yang melihat mamanya menangis. “Memangnya apa yang dilihat mama di tablet itu sehingga mama tiba-tiba menangis?”
“Mama tidak apa-apa, Sayang.Mama hanya perih saja matanya karena semalam tidak bisa tidur.”
Kedua rahang Akira sudah mengeras dan tangannya mengepal erat seolah ingin meremukkan sesuatu.
“Addrian, apa dia orang suruhan dari Albert? Dia tau dari mana masalah ini?” tanya Kei heran.
“Aku akan mencari tau, aku akan datangi wanita itu dan aku ingin tau apa maksudnya mengatakan hal itu, dia bahkan menambah-nambahkan Nala yang sengaja merayu Akira agar bisa berubah menjadi cinderella. Benar-benar brengsek!”
“Rhein, biar aku yang menyekesaikan masalah ini. Kamu kan mau kembali ke California.”
“Keberangkatanku bisa di tunda, lagian aku memakai pesawat pribadiku jadi tidak terlalu membuat msaalah.”
“Kalian berdua bisa tidak mengantarkan aku ke sana? Aku ingin mengatakan hal yang sesungguhnya kepada semuanya, tidak perlu ada yang di tutupi oleh kita lagi. Dan agar aku tidak mendapat tuduhan terus kenapa aku dan
Akira sampai bisa menikah. Apa kalian tidak keberatan?” tanya Nala.
“Mungkin sebaiknya begitu. Aku sama sekali tidak merasa malu atau takut nama baikku menjadi buruk, aku malah bangga memiliki menantu sebaik Nala.”
__ADS_1
Akhirmya mereka bersama-sama memutuskan ke sana, tapi sebelum berangkat Akira sudah menghubungi seseorang untuk mencari tau siapa wanita yang sok tau yang berbicara di acara itu. Tidak lama keluarga Danner
sampai di tempat yang mereka tuju. Sang pemilik acara itu tau siapa Addrian Danner. Nala berjalan dengan digandeng oleh Akira,
beberapa orang yang melihatnya tampak berbisik.
“Apa boleh menantuku yang sedang kalian bicarakan ini, berbicara di sana?” tanya Addrian kepada pemilik stasiun televisi itu.
“Iya, tentu saja boleh, Pak Addrian.”
Wanita yang tadi sedang di wawancarai seketika berdiri kaget melihat keluarga yang sedang dia bicarakan. “Kamu salah satu kekasih dari Albert si bodoh itu, Kan?” cela Akira.
“A-Aku--.”
“Kamu tidak tau kejadian sebenarnya, kenapa malah berbicara yang tidak-tidak? Aku tidak akan mempermasalahkan dirimu, tapi Albert tidak akan aku lepaskan setelah ini,” ancam Akira tegas.
Nala mulai bercerita awal mula dia bertemu Akira sampai dia jatuh cinta pada Akira. Dan tidak ada jebakan yang dia lakukan agar dia bisa menikah dengan Akira. Nala juga mengakui di hanyalah gadis biasa. Gadis yatim
Nala tidak pernah bermaksud untuk menyembunyikan semua identitasnya itu. Dia hanya ingin sekarang hidup bahagia dan tentram dengan keluarga kecilnya. Nala juga tidak mau menyombongkan dirinya yang menjadi menantu keluarga terpandang.
“Aku yang awalnya takut untuk menerima Nala karena aku masih sangat egois waktu itu. Di pikiranku waktu itu hanya nama baik saja, tapi sejak mengenal Nala, aku sadar dia memang pantas menjadi menantu keluarga Danner. Jadi
kalian jangan berpikiran buruk terhadap menantu, apalagi mendengar omongan yang
seperti sampah!” Addrian melihat tajam pada wanita kekasih Albert.
“Di mana Albert sekarang? Tanganku gatal ingin menghajar wajahnya itu, agar dia tidak berani menampakkan wajahnya lagi. Dasar pengecut, beraninya dia bersembunyi di balik seorang wanita.”
“A-aku tidak mau ikut campur lagi. Aku minta maaf pada kalian.” Wanita itu langsung memilih pergi dari sana.
Masalah Nala akhirmya selesai dan akan tinggal menunggu Akira benar-benar melakukan sesuatu pada Albert. Rhein yang merasa sudah lega karena Nala sudah selesai masalahnya memutuskan pergi malam ini juga.
“Hati-hati di sana, Rhein. Kamu harus menjaga diri kamu baik-baik.” Addrian memeluk putranya.
__ADS_1
“Daddy tenang saja. Aku bisa mengatasi semuanya jika ada masalah di sana."
“Rhein, kapan-kapan mommy dan daddy akan mengunjungi kamu di sana.”
“Iya, kalian boleh datang.”
Rhein menunduk dan memeluk kedua ponakan kecilnya. Si kembar menangis karena dia masih ingin pamannya berada di sana. “Kenapa Paman Rhein tidak tinggal di sini saja? Nanti aku akan meminta ayahku untuk membuatkan kamar lagi di rumah untuk tidur paman Rhein.”
“Ahahaha! Kalian ini lucu sekali. Paman tidak mungkin tinggal di rumah kalian, nanti yang ada ayah kalian akan mengawasi paman terus.
“Memangnya kenapa ayah harus mengawasi Paman terus? Apa Paman nakal?”
“Iya, paman kalian agak nakal, jadi ayah harus mengawasinya terus kalau dia di sini,” jawab Akira asal saja.
Ara tampak terkekeh kecil sambil menutupi mulutnya dengan tangannya. “Paman kalah sama aku, aku tidak pernah nakal,” celetuknya.
"Kamu lucu sekali, Paman pasti akan sangat merindukan kalian. Kapan-kapan kalau kalian liburan sekolah, kalian minta kepada ayah kalian untuk mengunjungi paman di sana."
"Okay, Paman," jawab mereka serentak.
“Kapan-kapan paman akan datang lagi ke sini. Sekarang paman harus pergi dulu.”
Mereka berdua memeluk Rhein dengan haru biru. Kemudian Nala juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Rhein atas pembelaan dia waktu itu. “Jadilah terus Rhein yang seperti aku kenal.” Nala memeluk Rhein dengan hangat,
dan pelukan itu adalah pelukan persaudaraan. Rhein mencoba mengangkat tangannya
dan membalas pelukan Nala. Ada desiran yang sempat Rhein rasakan saat Nala memeluknya. Rhein, merasa lebih nyaman dan tenang seperti biasanya saat dia memeluk Nala.
“Jaga diri kalian baik-baik.” Rhein akhirnya pergi dari sana dan menuju ke California. Dia akan tinggal dalam waktu lama di sana.
Malam ini semua orang dapat tidur nyenyak, entah bagaimana dengan Rhein setelah dia bertemu dengan Nala? Yang jelas dia sangat bahagia sekarang dapat melihat wanita yang masih nyempil di hatinya tampak bahagia
dengan keluarga kecilnya.
__ADS_1